info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Pentingnya Edukasi Penanggulangan HIV/AIDS di Kalangan Anak Muda

29 November 2021 Referensi

Jakarta - HIV/AIDS sudah menjadi pandemi menakutkan dalam sejarah manusia. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menjadikannnya rentan terhadap segala virus dan bakteri.

Berdasar laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak pertamakali kasus HIV ditemukan pada tahun 1987 hingga bulan Juni 2013, tercatat sebanyak 108.600 orang telah terinfeksi HIV, dengan 43.667 orang di antaranya telah pada tahap AIDS. Penting diketahui, kasus infeksi HIV pada usia muda sangat tinggi. Dalam kurun waktu enam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.

Sebagai upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, Durex bersama PAOGI (Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bertema “Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS” di area car free day Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Se-Dunia (HAS) 2013.

“Sebagai merek global yang mengedepankan kesejahteraan seksual, kami merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya menekan angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia. Dengan pemahaman yang benar, harapannya semoga mereka mampu melindungi dirinya dari risiko penyebarannya HIV/AIDS,” kata Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia di Jakarta, Minggu (1/12).

Ketua PAOGI dr Rizki Azenda mengatakan, kegiatan kampanye ini difokuskan pada wanita usia produktif dan anak muda, karena kasus infeksi HIV pada kelompok usia produktif sudah sangat memprihatinkan. Data temuan Global Report UNAIDS 2013 memperkirakan, sebanyak 34 juta orang terinfeksi HIV di dunia dan Indonesia adalah salah satu dari 9 negara yang mengalami peningkatan kasus infeksi HIV untuk usia produktif (15-49 tahun).

“Untuk mencegah penularan HIV/AIDS lebih luas lagi, kita berupaya membangun pengetahuan dan pemahaman yang memadai bagi anak muda dan wanita usia produktif akan kesehatan seksual dan reproduksi, di mana HIV termasuk di dalamnya. Masa muda itu penuh gejolak dan rasa ingin tahunya seputar masalah seksual sangat besar. Bila tidak diberi pemahaman yang benar, kondisi ini bisa sangat membahayakan,” ujar dia.

Menurut Rizki, pengetahuan dan pemahaman yang diberikan sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS adalah dengan terus mengingatkan untuk tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, tetap setia pada satu pasangan seksual (pasangan pernikahan), menggunakan kondom bila pasangan pernikahan menderita HIV/AIDS, tidak mengkonsumsi narkoba, dan berhati-hati terhadap peralatan tajam yang dipakai bergantian.

“Tentunya harapan kita setelah mengetahui informasi tersebut, mereka juga akan menyampaikannya kepada pasangannya dan juga orang lain di sekitarnya,” ujar dia.

Acara seremonial HAS 2013 di area car free day ini diisi dengan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gratis, panggung musik, serta kegiatan donasi yang melibatkan masyarakat luas. Pengunjung yang datang dapat berpartisipasi dalam kegiatan donasi dengan berfoto di area yang sudah disediakan, kemudian foto tersebut diunduh ke jejaring sosial. Setiap satu partisipasi masyarakat, Durex akan menyumbangkan Rp 10.000 untuk program-program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

“Kegiatan yang diadakan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama bulan November hingga Desember 2013. Pada 3 November lalu di Universitas Indonesia, kita juga mengadakan seminar ‘Lindungi Ibu dari HIV/AIDS untuk Menyelamatkan Generasi Penerus’. Selain itu, kita juga menggelar road show ke lima sekolah menengah atas di Jakarta yang mengambil tema ‘Kesehatan Reproduksi Remaja dan Generasi Penerus Tanpa HIV/AIDS’,” paparnya.

Rizki juga berharap agar ke depannya kampanye ini bisa menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas lagi. “Tahun berikutnya harapan kita kegiatan ini bisa dilakukan di seluruh SMA di Jakarta dan juga di tingkat nasional agar angka pengidap HIV/AIDS bisa semakin ditekan. Kita juga tidak perlu takut dengan HIV/AIDS. Yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu bagaimana penularannya, cara pencegahannya dan melindungi diri kita dari risiko penyebaran HIV/AIDS," ungkap dia.

Jakarta - HIV/AIDS sudah menjadi pandemi menakutkan dalam sejarah manusia. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan menjadikannnya rentan terhadap segala virus dan bakteri.

Berdasar laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak pertamakali kasus HIV ditemukan pada tahun 1987 hingga bulan Juni 2013, tercatat sebanyak 108.600 orang telah terinfeksi HIV, dengan 43.667 orang di antaranya telah pada tahap AIDS. Penting diketahui, kasus infeksi HIV pada usia muda sangat tinggi. Dalam kurun waktu enam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.

Sebagai upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, Durex bersama PAOGI (Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bertema “Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS” di area car free day Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Se-Dunia (HAS) 2013.

“Sebagai merek global yang mengedepankan kesejahteraan seksual, kami merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya menekan angka infeksi HIV/AIDS di Indonesia. Dengan pemahaman yang benar, harapannya semoga mereka mampu melindungi dirinya dari risiko penyebarannya HIV/AIDS,” kata Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia di Jakarta, Minggu (1/12).

Ketua PAOGI dr Rizki Azenda mengatakan, kegiatan kampanye ini difokuskan pada wanita usia produktif dan anak muda, karena kasus infeksi HIV pada kelompok usia produktif sudah sangat memprihatinkan. Data temuan Global Report UNAIDS 2013 memperkirakan, sebanyak 34 juta orang terinfeksi HIV di dunia dan Indonesia adalah salah satu dari 9 negara yang mengalami peningkatan kasus infeksi HIV untuk usia produktif (15-49 tahun).

“Untuk mencegah penularan HIV/AIDS lebih luas lagi, kita berupaya membangun pengetahuan dan pemahaman yang memadai bagi anak muda dan wanita usia produktif akan kesehatan seksual dan reproduksi, di mana HIV termasuk di dalamnya. Masa muda itu penuh gejolak dan rasa ingin tahunya seputar masalah seksual sangat besar. Bila tidak diberi pemahaman yang benar, kondisi ini bisa sangat membahayakan,” ujar dia.

Menurut Rizki, pengetahuan dan pemahaman yang diberikan sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS adalah dengan terus mengingatkan untuk tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, tetap setia pada satu pasangan seksual (pasangan pernikahan), menggunakan kondom bila pasangan pernikahan menderita HIV/AIDS, tidak mengkonsumsi narkoba, dan berhati-hati terhadap peralatan tajam yang dipakai bergantian.

“Tentunya harapan kita setelah mengetahui informasi tersebut, mereka juga akan menyampaikannya kepada pasangannya dan juga orang lain di sekitarnya,” ujar dia.

Acara seremonial HAS 2013 di area car free day ini diisi dengan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gratis, panggung musik, serta kegiatan donasi yang melibatkan masyarakat luas. Pengunjung yang datang dapat berpartisipasi dalam kegiatan donasi dengan berfoto di area yang sudah disediakan, kemudian foto tersebut diunduh ke jejaring sosial. Setiap satu partisipasi masyarakat, Durex akan menyumbangkan Rp 10.000 untuk program-program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

“Kegiatan yang diadakan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama bulan November hingga Desember 2013. Pada 3 November lalu di Universitas Indonesia, kita juga mengadakan seminar ‘Lindungi Ibu dari HIV/AIDS untuk Menyelamatkan Generasi Penerus’. Selain itu, kita juga menggelar road show ke lima sekolah menengah atas di Jakarta yang mengambil tema ‘Kesehatan Reproduksi Remaja dan Generasi Penerus Tanpa HIV/AIDS’,” paparnya.

Rizki juga berharap agar ke depannya kampanye ini bisa menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas lagi. “Tahun berikutnya harapan kita kegiatan ini bisa dilakukan di seluruh SMA di Jakarta dan juga di tingkat nasional agar angka pengidap HIV/AIDS bisa semakin ditekan. Kita juga tidak perlu takut dengan HIV/AIDS. Yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu bagaimana penularannya, cara pencegahannya dan melindungi diri kita dari risiko penyebaran HIV/AIDS," ungkap dia.