info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

MOLUSKUM

31 Januari 2024 Infeksi Oportunistik

MOLUSKUM

Diperbarui: 31 Januari 2024

 

Apa Moluskum Itu?

Moluskum kontagiosum (Molluscum contagiosum) adalah infeksi kulit, yang disebabkan oleh virus. Moluskum mengakibatkan bintil putih kecil (lesi) yang muncul pada kulit. Sebagian besar bergaris tengah sekitar 1cm. Bagian tengah lesi keras berwarna putih. Beberapa lesi mempunyai cekungan di tengah. Lesi moluskum berwarna sama dengan kulit biasa, tetapi bisa kelihatan seperti lilin. Lesi biasanya tidak sakit atau gatal. Virus moluskum sangat umum, dan hampir semua orang pernah terinfeksinya. Sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat mengendalikan moluskum agar lesi tidak terjadi, atau jika terjadi, tidak bertahan lama. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat mengembangkan lesi moluskum yang menyebar, bertahan lama, dan sangat sulit diobati. Kurang lebih 20% orang dengan HIV akan mengembangkan moluskum. Moluskum bukan masalah kesehatan yang berat. Namun, banyak orang menganggap lesi moluskum kelihatan sangat buruk. Ini dapat menyebabkan masalah emosional dan mental yang berat.

 

Bagaimana Moluskum Menyebar?

Moluskum dapat menyebar melalui hubungan langsung dengan kulit. Infeksi ini dapat menular melalui hubungan seks. Moluskum dapat menginfeksi bagian kulit mana pun, tetapi umumnya terjadi pada wajah atau di pangkal paha dan bagian pinggang. Moluskum dapat menyebar dari lesi ke bagian tubuh yang lain, atau kepada orang lain. Infeksi ini juga dapat disebarkan oleh barang atau pakaian yang pernah berhubungan dengan lesi (luka). Laki-laki dengan HIV sering mengalami moluskum pada wajah. Moluskum dapat disebarkan akibat mencukur janggut dengan pisau silet.

 

 Bagaimana Kita Mengetahui Kita Mengalami Moluskum?

Dokter dapat mendiagnosis lesi moluskum dengan mudah. Lesi tersebut adalah bintil seperti lilin berwarna sama dengan kulit, yang tidak sakit atau gatal. Hanya ada satu atau dua infeksi lain dengan gejala mirip dengan moluskum.

 

Bagaimana Moluskum Diobati?

Pada pasien sehat, moluskum kontagiosum umumnya bersifat self-limited dan sembuh secara spontan setelah beberapa bulan. Lesi (luka) jarang muncul lebih dari 2 bulan. Meskipun pengobatan tidak diperlukan, hal ini dapat membantu mengurangi penularan ke kontak dekat dan memperbaiki gambaran klinis.

Intervensi juga dapat dilakukan jika lesi menetap. Modalitas terapeutik mencakup penggunaan berbagai obat topikal, terapi radiasi, dan/atau pembedahan. Setiap teknik dapat menyebabkan jaringan parut atau perubahan pigmentasi pasca inflamasi. Seringkali, beberapa sesi pengobatan diperlukan karena kekambuhan lesi yang diobati dan/atau munculnya lesi baru.

 

Pendekatan terapeutik yang paling tepat sangat bergantung pada situasi klinis. Pada anak-anak yang sehat, tujuan utamanya adalah untuk membatasi ketidaknyamanan. Pada orang dewasa yang lebih termotivasi untuk mengobati lesinya, cryotherapy atau kuretase pada lesi efektif dan dapat ditoleransi dengan baik.

Pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, moluskum kontagiosum mungkin sangat meluas dan sulit diobati. Tujuannya mungkin untuk mengobati lesi yang paling menyusahkan saja. Dalam kasus yang parah, pasien ini mungkin memerlukan terapi yang lebih agresif dengan laser, terapi antivirus, atau kombinasi keduanya. Tentu saja, terapi antiretroviral yang efektif pada orang dengan AIDS membuat terapi moluskum kontagiosum jauh lebih efektif.

Pada tahun 2023, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui bahan topikal pertama, cantharidin, untuk pengobatan moluskum kontagiosum. Agen topikal lainnya, berdazimer, disetujui pada awal tahun 2024.

 

Apakah Moluskum Dapat Dicegah?

Karena virus yang menyebabkan moluskum begitu umum, mustahil infeksi virus tersebut dapat dihindari. Namun, jika kita mengalami moluskum, kita harus memastikan bahwa lesinya tidak tersentuh orang lain. Kita juga harus hati-hati agar tidak menyebarkan moluskum pada bagian tubuh yang lain. Jangan menggaruk lesi atau melukainya waktu mencukur janggut. Beberapa dokter berpendapat menggunakan alat cukur listrik membantu mencegah penyebaran moluskum. 

 

Diperbarui: 31 Januari 2024