Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Prevalensi HIV mulai turun pada anak-anak di Afrika Selatan Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Carole Leach Tgl. laporan: 29 Mei 2012

Prevalensi HIV menurun tajam pada anak-anak yang dirawat di salah satu rumah sakit terbesar di Afrika Selatan pada tahun 2009 dan 2010, namun tetap pada angka yang tinggi yaitu sekitar 19,3%. Para peneliti dari Rumah Sakit Chris Hani Baragwanath (CHB) di Soweto melaporkan dalam jurnal AIDS edisi online.

Pada 15 tahun sebelum 2009, prevalensi HIV di antara anak-anak dirawat di rumah sakit tetap konstan dan memuncak pada 31,7% pada tahun 2005. Hal ini menunjukkan tingkat penularan vertikal yang sangat tinggi di Afrika Selatan sebelum pelaksanaan intervensi yang termutakhir untuk mengurangi penularannya.

Namun, masih tingginya prevalensi menunjukkan bahwa meskipun terjadi peningkatan efektivitas intervensi untuk mencegah penularan dari ibu ke anak, sejumlah besar perempuan hamil dengan HIV di Afrika Selatan masih gagal untuk menerima pengobatan yang efektif dan perawatan yang dapat mencegah anak mereka dari penularan HIV.

Dalam tambahan, keempat studi independen yang dilakukan pada tahun 1996, 2005, 2007 dan 2011 di bangsal pediatrik rumah sakit CHB menunjukkan tingkat kematian terkait HIV menurun di tiga periode terakhir dari 24% (2005) menjadi 12% (2007) dan 12,3% (2010/2011).

Sementara pneumonia adalah penyebab kematian paling umum, kematian akibat tuberkulosis (TB) terus meningkat dari 18% pada tahun 1005, menjadi 26,3% pada tahun 2007, menjadi 44% pada tahun 2010-2011. TB tetap menjadi koinfeksi yang penting di antara anak yang terinfeksi HIV.

Hasil ini menunjukkan kecenderungan yang menggembirakan, tetapi dengan hampir seperlima dari rawat inap pada tahun 2010/2011 di bangsal anak rumah sakit CHB adalah terkait dengan HIV. Oleh karena itu, meningkatkan cakupan layanan dan pencegahan penyakit TB tetap penting.

Pada tahun 2009, Afrika Selatan memiliki sekitar 330,000 anak yang terinfeksi HIV (lebih dari 13% dari seluruh anak yang terinfeksi di seluruh dunia) dan sebanyak satu dari tiga kematian anak balita diperkirakan terkait dengan HIV.

Melacak prevalensi HIV pada anak yang dirawat inap di rumah sakit telah digunakan sebagai indikasi dari dampak HIV terhadap layanan kesehatan untuk anak. Di rumah sakit CHB, hal ini telah dievaluasi terus menerus selama 20 tahun. 23 anak didiagnosis dengan HIV antara bulan Mei 1989 dan April 2990. Dari 1990 sampai 1996, rawat inap anak yang terkait dengan HIV meningkat dari 1% menjadi hampir 30%. Hal ini mencerminkan peningkatan yang cepat dari infeksi HIV di antara perempuan hamil. Pada periode yang sama, tingkat kematian anak yang terkait dengan HIV meningkat sebesar 42%.

Pemberian ART untuk orang dewasa dan anak diperkenalkan pada tahun 2004 oleh Kementerian Kesehatan Afrika Selatan. Walaupun serapannya lambat, Afrika Selatan sekarang memiliki program ART terbesar di dunia, dengan sekitar 54% cakupan ART pada anak di tahun 2010. Evaluasi keefektivitasan pada tahun 2010 dari program PMTCT nasional menunjukkan bahwa 31,4% dari bayi terpajan dengan HIV, sementara tingkat penularan dari ibu ke bayi adalah 3,5% di antara bayi ini pada usia 4 sampai 8 minggu.

Menyoroti perbaikan pada program ini, para peneliti memilih untuk menjelaskan dampak dari prevalensi HIV dan tingkat kematian rawat inap di antara anak yang dirawat di rumah sakit CHB.

Rumah sakit ini melayani populasi sebesar 1,4 juta di Soweto, Johannesburg, di provinsi Gauteng Afrika Selatan. Dekat dengan 6000 anak-anak, berusia maksimal 15 tahun, yang dirawat inap setiap tahunnya.

Metode yang digunakan di antara surveilans berbeda. Yang terbaru – dari 1 Agustus 2010 sampai 31 Januari 2011 – anak-anak ini didaftarkan secara prospektif dari salah satu dari empat bangsal anak.

Mulai 1 Oktober sampai 31 Desember 2007, dilakukan tinjauan retrospektif cross sectional dari semua anak yang dirawat inap.

Penelitian pada tahun 2005 adalah bagian dari studi surveilans sentinel yang memantau dampak dari HIV pada layanan kesehatan di provinsi Gauteng. Informasi didapatkan untuk semua pasien yang dirawat inap di empat rumah sakit selama 4 sampai 6 minggu antara April dan Mei 2005. Rumah sakit CHB adalah salah satu situs dan anak-anak didaftarkan dari semua empat bangsal.

Dari 1 Juli sampai 31 Desember 1996, anak-anak balita yang dirawat inap di satu bangsal di rumah sakit CHB didaftarkan.

Hasilnya menunjukkan kecenderungan yang menggembirakan: tingkat rawat inap anak dan tingkat kematian secara keseluruhan menurun. Para penulis mencatat, kemajuan tersebut adalah cerminan dari perbaikan program PMTCT dan cakupan ART.

Selain itu, dari waktu ke waktu, vaksin yang baru diperkenalkan dalam program imunisasi Afrika Selatan. Vaksin termasuk flu, pneumonia dan diare. Walaupun kurang efektif pada anak yang terinfeksi HIV, mereka telah menunjukkan kemanjuran dalam mengurangi beban penyakit ini.

Para penulis menyarankan bahwa peningkatan kematian dan penyakit yang disebabkan oleh TB dapat mencerminkan peningkatan dalam prevalensi TB, yang disebabkan oleh pajanan TB di rumah atau peningkatan risiko sindrom pemulihan kekebalan tubuh di antara anak yang menggunakan terapi antiretroviral belakangan ini. Sementara ada peningkatan terhadap alat diagnosis TB, metode diagnosis TB untuk anak masih belum berubah, dan hal ini tidak dapat menjelaskan peningkatan kematian terkait TB pada periode waktu selanjutnya.

Para penulis menekankan bahwa “usaha untuk mencegah penyakit dan kematian terkait TB harus berfokus pada penggunaan terapi pencegahan isoniazid, diagnosis dini dan pengobatan TB.”

Tingkat kematian menurun di antara anak yang terinfeksi HIV. Sementara tidak ada perubahan yang signifikan pada tingkat kematian di antara anak yang HIV negatif, tingkat ini selalu lebih rendah dibandingkan dengan rekan mereka yang HIV positif: 11,2 (65/565) dan 24% (43/179) pada tahun 2005; 6 (91/1510) dan 12% (53/440) pada tahun 2007; dan 4.2 (18/429) dan 12/3% pada tahun 2010-2011.

Anak-anak yang berusia di bawah enam bulan terutama rentan terhadap kematian terkait HIV. Studi ini menunjukkan penurunan pada tingkat kematian dan jumlah anak yang dirawat inap pada kelompok usia ini pada 2010-2011: 66,7% (18/27) pada tahun 2005, 70% (28/40) pada tahun 2007 dan 44,4% (4/9) pada 2010-2011. Temuan ini memimpin para peneliti untuk “mengantisipasi secara hati-hati penurunan pada tingkat kematian di antara anak dan balita…untuk mencapai MDG4 untuk pengurangan dua pertiga pada kematian balita pada 2012.”

Usia rata-rata dari anak dengan HIV yang dirawat inap di rumah sakit meningkat pada 2010-2011: dari 9,13 bulan (IQR 3,6-28,8) pada 2005 dan 10 bulan (IQR: 3,0-44,5, p>0,10) pada 2007 menjadi 18 bulan (6,2-69,8, p=0,048) pada tahun 2010-2011. Para peneliti mencatat, peningkatan median usia dijelaskan oleh peningkatan perluasan program PMTCT yang berdampak berkurangnya anak yang menjadi terinfeksi.

Keterbatasan termasuk tidak adanya sistem pengawasan yang seragam di rumah sakit sehingga semua survei menggunakan metodologi yang berbeda, membuat perbandingan langsung menjadi sulit.

Keterbatasan anggaran berarti lebih sedikit staf yang tersedia untuk mendapatkan persetujuan dari pemberi layanan di 2010-2011, menghasilkan ukuran sampel yang kecil dari studi. Para penulis tidak percaya ini mengakibatkan bias.

Rumah sakit CHB adalah rumah sakit akademis yang besar dan berada di daerah kota yang berada di provinsi yang kaya sumber daya. Oleh karena itu, temuan ini tidak dapat digeneralisasi ke pengaturan sumber daya yang kurang.

Para penulis menyimpulkan bahwa “meskipun hasil dari program PMTCT ini membesarkan hati, HIV adalah kondisi yang dapat dicegah pada anak-anak, dan kebanyakan kasus harusnya dapat dicegah…Indeks yang tinggi dari kecurigaan untuk infeksi HIV harus dipertahankan dan skrining HIV rutin untuk semua anak yang datang ke tempat layanan kesehatan harus ditingkatkan untuk mendiagnosis semua bayi dan anak yang lebih tua. Dengan usaha yang dilakukan terus menerus, Afrika Selatan dapat mencapai target MDG4 dan mengurangi infeksi HIV baru dan kematian terkait HIV di antara anak-anak.”

Ringkasan: HIV prevalence beginning to fall in South African children

Sumber: Meyers T et al. Changes in paediatric HIV-related hospital admissions and mortality in Soweto, South Africa 1996-2011: light at the end of the tunnel? J Acquir Immune Defic SynDr. doi: 10.1097/QAI.0b013e318256b4f8, 2012.

Edit terakhir: 6 Juli 2012