Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Infeksi HIV yang tidak diobati dikaitkan dengan tingkat alkohol dalam darah yang lebih tinggi Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Michael Carter Tgl. laporan: 25 April 2012

Memulai pengobatan HIV terkait dengan pengurangan tingkat alkohol dalam darah, hasil dari sebuah studi ini diterbitkan secara online di Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. Para peneliti percaya bahwa hal ini mungkin terkait dengan “tanggapan inflamasi terhadap infeksi HIV yang tidak diobati” di jaringan usus, yang dapat menghasilkan “kemungkinan yang lebih besar dari toksisitas terkait alkohol.”

Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa penyalahgunaan alkohol terkait dengan kelanjutan penyakit HIV yang lebih cepat. Namun, hanya ada sedikit perhatian yang diberikan mengenai dampak dari HIV pada metabolisme dan tanggapan alkohol. Selain itu, masih belum jelas apakah tanggapan tubuh terhadap alkohol dipengaruhi oleh terapi antiretroviral.

Para peneliti di San Francisco merancang sebuah percobaan kecil yang melibatkan 15 pasien HIV positif. Para pasien diacak untuk menggunakan dosis alkohol oral sebesar 1g/kg.

Tingkat alkohol dalam darah dan tanggapan subyektif terhadap alkohol dinilai pada kunjungan awal dan pada dua sampai tiga minggu setelah memulai terapi antiretroviral. Studi ini adalah bagian dari penilaian yang lebih besar dari interaksi antara alkohol dan obat antiretroviral yang diproses menggunakan jalur sitokrom P450.

Tidak ada seorang pun dari para pasien memiliki masalah penyalahgunaan zat pada saat ini. Tiga orang memiliki koinfeksi dengan virus hepatitis C (HCV), namun fungsi hati mereka normal dan tidak ada yang memiliki fibrosis yang signifikan.

Tingkat puncak alkohol dalam darah sebelum memulai terapi antiretroviral adalah 131 (60) mg/dl. Angka puncak ini menurun sampai 116 (6,2) mg/dl setelah pengobatan dengan obat anti HIV dimulai. Perbedaan yang diamati untuk tingkat alkohol dalam darah berkisar antara 10-15% lebih rendah segera setelah para pasien menggunakan terapi HIV. Perbedaan ini signifikan secara statistik (p = 0,015).

Selain itu, juga ada perbedaan yang signifikan dari farmakokinetik dari alkohol sebelum dan sesudah memulai terapi HIV. Wilayah di bawah kurva (jumlah keseluruhan dari alkohol di dalam darah) dan Cmin (konsentrasi minimum) menurun secara signifikan pada sebelum memulai terapi HIV (p = 0,011) dan sesudah memulai terapi (p = 0,05).

Namun, memulai terapi antiretroviral tidak memiliki dampak pada waktu penghapusan alkohol. Memulai terapi antiretroviral juga tidak memiliki dampak yang signifikan pada tanggapan terhadap alkohol, seperti perasaan mabuk. Tanggapan kardiovaskular terhadap alkohol juga tidak terdampak oleh memulai pengobatan HIV.

“Menurut pengetahuan kami, studi ini adalah studi pertama yang menunjukkan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi tingkat alkohol dalam darah pada orang dengan HIV sebelum dan sesudah memulai terapi antiretroviral,” para penulis berkomentar. “Dampak ini adalah hasil dari mengobati infeksi HIV, dan bukan interaksi langsung dari farmakokinetik obat.”

Mereka percaya bahwa temuan ini “mendukung penelitian lain yang menunjukkan bahwa infeksi HIV terkait dengan kerusakan pada epitel usus.” Para peneliti berhipotesis bahwa replikasi HIV di lapisan usus dapat menyebabkan penurunan metabolisme alkohol di usus dan oleh karena itu menyebabkan penyerapan yang lebih tinggi dari alkohol.

Jika didukung dengan penelitian yang lebih besar, temuan dari studi yang ada saat ini dapat memiliki dampak pada strategi pengobatan dan perawatan HIV. Para peneliti menyimpulkan: “hasil ini mendukung ide untuk deteksi dan pengobatan dini dari penggunaan dan penyalahgunaan alkohol, serta terapi ART dini untuk pasien dengan HIV yang belum diobati.”

Ringkasan: Untreated HIV infection is associated with higher blood alcohol levels

Sumber: McCance-Katz EF et al. Untreated HIV infection is associated with higher blood alcohol levels. J Acquir Immune Defic Syndr, online edition. DOI: 10.1097/QAI.0b013e318256625f, 2012.

Edit terakhir: 19 Mei 2012