Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

CROI: Tinjauan konferensi menyoroti pencegahan biomedis Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Liz Highleyman Tgl. laporan: 6 Maret 2012

Pencegahan HIV adalah tema utama dari pembukaan Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI 2012) di Seattle, AS.

Pimpinan Konferensi, John Coffin dari Tufts University mencatat bahwa pertemuan tahun ini akan dihadiri oleh lebih dari 4000 pendaftar dari 80 negara, sekitar setengahnya berasal dari luar AS. Lebih dari 1000 abstrak diterima, sekitar 10% sebagai presentasi oral dan sisanya sebagai presentasi poster.

Coffin menyoroti sejumlah topik yang menarik: terapi gen, neuropatologi HIV, kelatenan dan pemberantasan HIV, hepatitis C, dan TB. Namun, siaran pers pada pembukaan Konferensi difokuskan pada pencegahan biomedis.

Dennis Burton dari Scripps Research Institute and the Ragon Institute dari MGH, MIT, dan Harvard, yang mempresentasikan Bernard Fields Lecture tahunan, membahas bagaimana penemuan terbaru tentang antibodi penetralisir secara luas dapat membantu memajukan pengembangan vaksin HIV.

Presentasi Quarraisha dan Salim Abdool Karim dari studi CAPRISA 004 untuk mikrobisida tenofovir menyentuh pada temuan terbaru dari uji coba tersebut dan bagaimana kemitraan internasional dan lintas disiplin membuat penelitian seperti ini dapat dilakukan.

Jared Baeten dan Deborah Donnell meringkas data akhir dari studi Partners PrEP, menindaklanjuti temuan awal yang disajikan tahun lalu. Profilaksis pra pajanan harian yang menggunakan tenofovir atau kombinasi tenofovir/emtricitabine mengurangi risiko infeksi HIV sebesar 75% di antara pasangan heteroseksual, namun intinya adalah bahwa efek perlindungan ini tergantung pada kepatuhan yang baik.

Lut Van Damme menyajikan data tindak lanjut dari Fem-PrPP, salah satu uji coba yang tidak melihat efek perlindungan yang signifikan dari profilaksis pra pajanan di antara perempuan heteroseksual di Afrika. Mendukung kesimpulan yang sama, penelitian ini menemukan bahwa secara keseluruhan, tingkat kepatuhan adalah rendah karena hanya 40% perempuan memiliki tingkat darah obat yang memadai meskipun 95% yang melaporkan kepatuhan sendiri dan 85% kepatuhan berdasarkan jumlah pil yang dikembalikan.

Topik pencegahan lain yang akan dibahas selama Konferensi ini termasuk sunat laki-laki dan mikrobisida. Salah satu penelitian terakhir menunjukkan bahwa formulasi baru dari gel tenofovir dubur 1% menyebabkan efek samping yang lebih sedikit dan ditoleransi dengan lebih baik dibandingkan dengan produk yang disajikan di CROI pada tahun lalu. Studi lain menemukan bahwa NNRTI rilpivirine dapat mencapai tingkat perlindungan terhadap infeksi di daerah vagina dan dubur.

Ringkasan: CROI: Conference Overview Highlights Biomedical HIV Prevention

Sumber: Press conference. 19th Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI 2012). Seattle, WA. March 5-8, 2012.

Edit terakhir: 31 Maret 2012