Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan kebijakan baru untuk meningkatkan upaya TB/HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Keith Alcorn Tgl. laporan: 2 Maret 2012

Menurut perkiraan yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, sekitar 910.000 orang diselamatkan antara tahun 2005 dan 2010 sebagai akibat dari hubungan kerja yang lebih erat antara program HIV dan TB. Namun, kemajuan lebih lanjut masih diperlukan: sekitar 40% pasien TB di Afrika sub-Sahara Afrika tidak menerima tes HIV pada tahun 2010, sebuah indikator dasar dari seberapa baik kerja sama layanan TB dan HIV.

Organisasi Kesehatan Dunia menerbitkan pedoman baru untuk para pembuat kebijakan dan pengelola program HIV dan TB untuk mendorong peningkatan skala dari program yang terintegrasi. Pedoman ini memperbarui kebijakan sementara tahun 2004, berdasarkan pengalaman pelaksanaan kegiatan TB/HIV bersama.

TB adalah salah satu penyebab utama dari kematian pada orang dengan HIV, dan WHO memperkirakan bahwa sekitar 350,000 orang dengan infeksi HIV meninggal karena TB pada tahun 2010, sementara 1,1 juta orang yang hidup dengan HIV mengembangkan TB pada tahun yang sama, terutama di sub sahara Afrika.

Sejak upaya untuk mengintegrasikan layanan TB dan HIV mulai dipercepat pada tahun 2005, lebih dari 100 negara telah mengadaptasi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2004. Pada tahun 2005, hanya 14% dari pasien TB yang diperkirakan memiliki infeksi HIV yang menerima layanan medis terkait HIV, namun pada tahun 2010, sekitar 60% terdaftar pada klinik HIV. Selain itu, proporsi pasien dengan HIV yang menerima skrining TB meningkat dari 200,000 pada tahun 2005 menjadi 2,3 juta pada tahun 2010.

Tapi di beberapa negara dan distrik, hubungan antara program HIV dan TB tetap lemah atau kekurangan dana. Akibatnya, orang yang mengembangkan gejala TB masih tetap belum dites untuk HIV, sementara orang yang hidup dengan HIV mungkin belum diskrining secara rutin untuk TB, tidak diberikan pengobatan untuk mencegah perkembangan TB aktif.

Kebijakan baru ini menekankan kebutuhan untuk memaksimalkan pemberian berbagai intervensi medis dan intervensi pencegahan:

“Kita harus menangani TB seperti kita mengelola HIV,” kata Dr. Gottfried Hirnschall, Direktur WHO pada Departemen HIV/AIDS. “Kami telah menunjukkan selama lima tahun terakhir apa yang dapat dilakukan. Untuk melanjutkan kemajuan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa, layanan komprehensif HIV harus menyertakan Tiga I dalam strategi HIV/TB: isoniazid preventive therapy (terapi pencegahan isoniazid), intensified screening (skrining intensif), infection control for TB (pengendalian infeksi TB), dan juga harus memasukkan pengobatan HIV yang lebih dini bagi mereka yang memenuhi syarat.

Kebijakan baru mendorong program nasional dan lokal untuk mencapai integrasi yang lebih besar dan cakupan layanan yang lebih luas dengan:

“Kerangka kerja ini merupakan standar internasional untuk perawatan, pencegahan dan pengobatan TB dan pasien HIV untuk mengurangi kematian, dan kita memiliki bukti yang kuat bahwa kerangka ini bekerja,” kata Dr. Mario Raviglione, Direktur WHO Departemen Stop TB. “Sekarang adalah waktu untuk memutuskan rantai kematian terkait HIV/TB bagi banyak orang.”

Untuk informasi lebih lanjut, silakan unduh kebijakan baru di sini

Artikel asli: World Health Organization issues new policy to step up TB/HIV efforts

Edit terakhir: 31 Maret 2012