Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Di AS, kematian akibat hepatitis C melampaui kematian akibat HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Michael Carter Tgl. laporan: 21 Februari 2012

Kematian karena hepatitis C sekarang melampaui kematian yang disebabkan oleh HIV. Hal ini sesuai dengan penelitian yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine. Studi ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan penurunan kematian terkait HIV, tetapi kejadian kematian akibat hepatitis C meningkat.

“Analisis ini menunjukkan jumlah kematian yang meningkat di antara orang yang terinfeksi virus hepatitis C (HCV), sekarang melampaui kematian di antara orang-orang dengan HIV,” para penulis mencatat.

Angka kematian terkonsentrasi di antara generasi “baby boomer”, yang orang-orang yang berusia 45 sampai 64 tahun. Para peneliti percaya bahwa pola ini “menandakan beban perawatan kesehatan yang besar dan terus meningkat.”

Sebagian besar infeksi HCV di AS tidak terdiagnosis dan studi yang terpisah yang dipublikasikan dalam jurnal tersebut menunjukkan bahwa skrining HCV dari orang-orang dalam kelompok usia ini akan menjadi efektif secara biaya dan dapat mencegah sampai 121,000 kematian dibandingkan dengan skrining berbasis risiko yang digunakan saat ini.

Infeksi dengan hepatitis B dan hepatitis C merupakan penyebab utama dari penyakit terkait hati dan kanker hati di AAS. Pada tahun 2007, mereka terdaftar sebagai 15 penyebab kematian utama.

Peneliti menggunakan informasi yang tercatat pada sertifikat kematian untuk mengetahui kecenderungan penyebab kematian akibat hepatitis B dan hepatitis C antara tahun 1999 dan 2007. Kecenderungan ini dibandingkan dengan kejadian kematian terkait HIV pada periode yang sama. Analisis juga dilakukan untuk menentukan faktor yang terkait dengan kematian terkait hepatitis pada tahun 2007.

Sekitar 21,8 juta sertifikat kematian dilibatkan dalam analisis para peneliti.

Ada penurunan yang tidak bermakna pada kematian terkait hepatitis B yaitu sebesar 0,02 kematian per 100.000 orang-tahun. Namun, kejadian kematian terkait hepatitis C meningkat dengan signifikan sebesar 0,18 per 100.000 orang-tahun (p = 0,002). Ini dibandingkan dengan penurunan kematian terkait HIV sebesar 0,21 per 100.000 orang-tahun (p = 0,001). Memang, pada tahun 2007 kematian terkait dengan infeksi hepatitis C melampaui kematian terkait infeksi HIV.

Hepatitis B telah didokumentasikan sebagai penyebab dari 724 (0,03%) kematian dan sebagai penyebab utama dari 1815 kematian (0,07%; tingkat kematian yang disesuaikan, 0,56 kematian per 100.000 orang-tahun).

Infeksi HCV didokumentasikan sebagai penyebab dari 6605 kematian (0,27%) dan sebagai penyebab yang mendasari atau memberikan kontribusi dari 15.106 kematian (0,62%; tingkat kematian yang disesuaikan, 4,58 kematian per 100.000 orang-tahun).

Kematian terkait hepatitis C ini melampaui kematian yang disebabkan oleh HIV. Infeksi dengan HIV tercatat sebagai penyebab kematian dari 11,332 (0,47%) kematian dan penyebab yang mendasari atau menyumbang pada 12,734 kematian (0,52%; tingkat kematian yang disesuaikan, 4,16 kematian per 100.000 orang-tahun).

Para peneliti percaya bahwa data ini sebagian besar meremehkan beban yang sesungguhnya dari kematian terkait HCV. “Infeksi HCV dan penyakit kronis terkait HCV tetap sering tidak terlaporkan pada sertifikat kematian.”

Sejumlah penyakit penyerta yang sangat terkait dengan kematian dikaitkan dengan hepatitis B. Ini termasuk penyakit hati kronis (AOR = 34,4, 95% CI, 31,0-38,1), koinfeksi dengan hepatitis C (AOR = 31,5, 95% CI , 28,0-35,4), infeksi HIV (AOR = 4.0, 95% CI, 3,2-5,1) dan penyakit yang berhubungan dengan alkohol (AOR = 3,7, 95% CI, 3,2-4,2).

Penyakit penyerta yang berkaitan dengan kematian hepatitis C adalah penyakit hati kronis (AOR = 32,1, 95% CI, 31,0-33,3), koinfeksi dengan hepatitis B (AOR = 29,9, 95% CI, 26,5-33,6), penyakit terkait alkohol (AOR = 4,6, 95% CI, 4,4-4,8) dan koinfeksi dengan HIV (AOR = 1,8, 95% CI, 1,6-2,0).

Kematian yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis terkumpul di generasi “baby boomer”, orang yang lahir di antara tahun 1945 dan 1964. Secara keseluruhan, 59% dari kematian terkait hepatitis B dan 73% dari kematian terkait hepatitis C melibatkan orang yang berusia antara 45 tahun dan 64 tahun.

“Tidak seperti hepatitis C kronis, hanya sedikit dari kematian dan penyakit di AS yang telah menerima perhatian dan pendanaan publik,” para peneliti berkomentar.

Strategi skrining saat ini adalah berdasarkan risiko, dengan menargetkan orang dengan sejarah penggunaan narkoba suntikan. Para peneliti menyarankan bahwa hal ini “tidak berhasil karena hanya sedikit yang diskrining untuk risiko dan lebih sedikit yang dites ketika mereka memiliki gejala…hanya sedikit dokter bertanya mengenai faktor risiko utama untuk HCV, penggunaan narkoba suntikan dan hanya sedikit yang diwawancarai mengakui perilaku ini.”

Karena hampir 75% dari kematian terkait hepatitis C melibatkan orang yang berusia antara 45 dan 64 tahun, para peneliti menyarankan “upaya skrining yang menargetkan orang-orang setengah baya mungkin akan menguntungkan.”

Studi kedua yang dipublikasikan dalam jurnal Annals edisi yang sama menunjukkan bahwa strategi tersebut dapat mempengaruhi biaya dan menyelamatkan puluhan ribu nyawa.

Peneliti ingin memastikan efektivitas, manfaat dan biaya dari tiga pendekatan untuk skrining dan pengobatan hepatitis C. Ini adalah:

Para penulis menghitung bahwa 2,4 juta orang dengan HCV pernah melakukan konsultasi ke layanan kesehatan primer pada tahun 2006 dan 50% dari infeksi ini tidak terdiagnosis.

Skrining berbasis risiko akan mengakibatkan 135,000 pasien menerima terapi HCV, yang akan berhasil bagi sekitar 53,000 pasien. Sebanyak 592,000 pasien akan meninggal dari penyakit terkait hati.

Skrining berdasarkan usia akan mengidentifikasi sekitar 1,070,840 infeksi. Sekitar 552,000 pasien akan menerima pengobatan dengan interferon pegilasi dan ribavirin dan 229,000 akan sembuh dari infeksi mereka. Dibandingkan dengan strategi berbasis risiko, 82,000 kematian akan dicegah dibandingkan dengan tes berbasis risiko. Biaya dari skrining berbasis usia dengan pengobatan standar dua obat ini adalah $15,700 per QALY dibandingkan dengan skrining berbasis risiko.

Penambahan protease inhibitor akan meningkatkan jumlah pasien yang mencapai penyembuhan sehingga mencapai 311,000 orang, dengan mencegah 121,000 kematian dibandingkan dengan risiko berbasis skrining. Biaya estimasi adalah $35,700 per QALY yang diperoleh. Biaya dari strategi ini adalah setara untuk “skrining kanker serviks atau skrining kolesterol.”

Oleh karena itu penulis menyimpulkan, “skrining berbasis kohort usia tampaknya menjadi strategi yang wajar untuk mengidentifikasi kasus HCV tanpa gejala.”

Ringkasan: Hepatitis C surpasses HIV as a cause of death in the US

Sumber: Ly KN et al. The increasing burden of mortality from viral hepatitis in the United States between 1999 and 2007. Ann Intern Med 156: 271-78, 2012.
Rein DB et al. The cost-effectiveness of birth-cohort screening for hepatitis C antibody in U.S. primary care settingds. Ann Intern Med 156: 263-60, 2012.

Edit terakhir: 20 Maret 2012