Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Satu dosis gel raltegravir tiga jam setelah berhubungan seks dapat mencegah infeksi HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: aidsmap.com Tgl. laporan: 1 Maret 2011

Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 18th Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections (CROI) di Boston telah menemukan bahwa satu dosis tunggal gel mikrobisida berisi integrase inhibitor raltegravir (Isentress), diberikan tiga jam setelah pajanan HIV di vagina, melindungi lima dari enam kera terhadap infeksi HIV.

Charles Dobard dari Centers for Disease Control (CDC) mengatakan dalam konferensi bahwa, setelah melakukan sejumlah studi hewan untuk profilaksis prapajanan dengan oral dan gel mikrobisida dengan obat tenofovir dan lainnya, yang menyebabkan percobaan sedang dilakukan pada manusia, mereka ingin untuk melihat jika menggunakan gel mikrobisida setelah pajanan seksual mungkin juga dapat mencegah infeksi. Hal ini, kata Dobard, berpotensi menjadi strategi bahkan lebih ramah terhadap perempuan dari mikrobisida yang digunakan sebelum melakukan hubungan seks.

Tim CDC pertama melakukan uji-tabung percobaan untuk mengetahui berapa lama setelah pajanan HIV obat dapat dioleskan dan masih berpengaruh. Mereka menemukan bahwa reverse transcriptase inhibitors seperti tenofovir mulai kehilangan kemanjuran (kurang dari 90% penghambatan virus) jika diterapkan lebih dari dua jam setelah paparan. Sebaliknya integrase inhibitor dapat diterapkan sampai sepuluh jam setelah terpapar sebelum kehilangan keampuhan.

Oleh karena itu, tim peneliti membuat sebuah gel mikrobisida menggunakan raltegravir 1% dan gel hydroxyethylcellulose pembawa (HEC), zat netral digunakan sebagai plasebo dalam uji mikrobisida.

Sepuluh kera ditantang dua kali seminggu selama sepuluh minggu (20 pajanan) dengan pajanan kombinasi virus kera/HIV (SHIV) yang dirancang untuk meniru perjalanan infeksi HIV pada kera. Enam dari sepuluh kera kemudian diberi dosis 3ml gel raltegravir, tiga jam setelah pajanan sementara empat lainnya menerima gel HEC saja.

Keempat binatang yang tidak diberikan raltegravir menjadi terinfeksi, tiga dari mereka setelah sepuluh pajanan. Sebaliknya hanya satu dari enam kera yang diberikan raltegravir menjadi terinfeksi.

Tidak ada resistansi obat yang terlihat pada kera yang tidak terinfeksi, dan viral load-nya adalah sama dengan hewan kontrol. Namun tingkat SHIV ditemukan dalam cairan vagina adalah 30 sampai 100 kali lebih rendah pada kera yang terinfeksi yang menggunakan gel raltegravir dibandingkan dengan hewan kontrol, setidaknya selama periode akut saat viral load tinggi.

“Ini adalah bukti pertama yang menemukan kemanjuran setelah pajanan dari gel topikal,” kata Charles Dobard.

Ringkasan: One dose of raltegravir gel three hours after sex might prevent HIV infection

Sumber: Dobard C et al. High protection against vaginal infection in macaques by PEP with gel containing RAL. 18th Conference on Retroviruses and Opportunistic Infections, Boston, abstract 30, 2011.

Edit terakhir: 5 April 2011