Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Orang yang tidak diobati menunjukkan peningkatan HIV di dalam sel walaupun memiliki viral load dalam darah yang stabil Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Liz Highleyman, hivandhepatitis.com Tgl. laporan: 3 September 2010

Orang dengan HIV sering memiliki tahap tanpa gejala yang panjang dari infeksi sebelum mengembangkan penyakit terkait AIDS atau kekurangan kekebalan yang diindikasikan oleh rendahnya jumlah CD4. Sementara tingkat HIV di dalam darah tetap stabil dalam tahap ini – ketika produksi dan penghapusan virion diseimbangkan – bukti yang berkembang menunjukkan bahwa virus tetap menyebabkan kerusakan selama periode ini.

Alexander Pasternak dari Pusat Infeksi dan Imunitas di Amsterdam dan rekan melakukan penelitian untuk membandingkan dinamika penanda molekuler HIV-1 dalam sel mononuklear darah perifer (PBMC) dan dalam plasma darah selama masa tanpa gejala pada orang yang tidak menggunakan ART.

Peneliti memakai tes PCR untuk mengukur tingkat DNA HIV provirus (bahan genetik yang terintegrasi ke dalam genom sel induk), RNA HIV yang tidak tersambung, dan mengembangbiakkan RNA yang tersambung di PBMC dari 10 pria yang tidak diobati dengan HIV subtipe B pada beberapa titik waktu sementara masa tanpa gejala. Secara total, ada 53 penilaian yang dilakukan selama rata-rata 4,6 tahun (kisaran 1,5 tahun sampai 10,6 tahun), yang dicocokkan dengan jumlah viral load dalam darah dan jumlah CD4.

Hasil

Berdasarkan hasil tersebut, penulis penelitian menyimpulkan, “Selama fase masa tanpa gejala dari infeksi HIV-1 yang tidak diobati, ketika produksi virion dan pembersihan menjadi seimbang, yang mengakibatkan jumlah virus dalam darah tetap stabil, viral load dalam PBMC terus meningkat dan merupakan penanda yang sensitif dan longitudinal virologi langsung dari perkembangan infeksi. “

Untuk menjelaskan temuan ini, mereka menyarankan bahwa “penurunan progresif dari tanggapan kekebalan tubuh selama masa tanpa gejala mungkin merupakan salah satu faktor yang mendefinisikan peningkatan temporal dari jumlah relatif sel yang memproduksi HIV, dan oleh karena itu meningkatkan replikasi HIV-1 di PBMC…” Faktor selular dan/atau virus dapat mempengaruhi tingkat replikasi HIV pada PBMC.”

Tingkat HIV dalam PBMC adalah penanda yang lebih langsung dan sensitif terhadap pengembangan penyakit selama fase tanpa gejala dan mungkin lebih berguna daripada standar tes viral load HIV, para penulis menambahkan.

Afiliasi peneliti: Laboratory of Experimental Virology, Department of Medical Microbiology, Center for Infection and Immunity, Amsterdam, Netherlands; Laboratory of Clinical Virology, Department of Medical Microbiology, Academic Medical Center, University of Amsterdam, Amsterdam, Netherlands.

Ringkasan: Untreated Individuals Show Increased HIV in Cells despite Stable Plasma Viral Load

Sumber: AO Pasternak, S Jurriaans, M Bakker, and others. Steady increase in cellular HIV-1 load during the asymptomatic phase of untreated infection despite stable plasma viremia. AIDS 24(11): 1641-1649 (Abstract). July 17, 2010.

Edit terakhir: 8 Oktober 2010