Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Antibiotik hidung bisa mengurangi infeksi Staphylococcus Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: poz.com Tgl. laporan: 12 Agustus 2010

Infeksi Staph telah muncul sebagai masalah yang serius bagi orang dengan HIV. Orang dengan HIV jauh lebih mungkin untuk terinfeksi dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang HIV negatif, dan terutama dengan methycilin-resistance Staphylococcus aureus (MRSA).

Staphylococcus menyebar melalui kontak dari manusia ke manusia dan terjadi di lingkungan kelembagaan, seperti rumah sakit, panti jompo, pusat-pusat perawatan narkoba, penjara dan sekolah. Bakteri dapat tinggal dalam sekitar 20% orang HIV-negatif dan persentase lebih tinggi dari orang yang hidup dengan HIV, atau berkoloni di dalam hidung. Tidak hanya Staph yang berkoloni dapat ditularkan ke orang lain, hal tersebut juga dapat menyebabkan masalah untuk orang dengan bakteri ini, termasuk infeksi kulit dan penyakit yang mengancam hidup.

Beberapa studi, yang melibatkan orang HIV-negatif, telah menyarankan bahwa aplikasi rutin dari salep hidung termasuk obat antibakteri mupirocin bisa mengurangi kolonisasi Staph di dalam hidung, dan karena itu berpotensi mengurangi risiko infeksi Staph.

Untuk menguji teori ini, Rachel Gordon, MD, MPH, dari departemen kedokteran di Universitas Columbia di New York City, dan rekan-rekannya, mengacak 100 laki-laki HIV-positif untuk menerima program lima hari setiap bulan untuk menggunakan salep mupirocin hidung atau plasebo untuk delapan bulan. Semua orang tinggal di fasilitas perawatan obat di Bronx. Pada akhir studi, hanya 39 orang menyelesaikan studi dan mendapatkan hasil dari tes kolonisasi hidung.

Tim Gordon menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan antibiotik memiliki 8% lebih rendah kemungkinan untuk memiliki kolonisasi Staph di hidung. Kekambuhan narkoba atau alkohol dan penggunaan antibiotik jenis lain meningkatkan kemungkinan memiliki Staph di hidung.

Ada kecenderungan yang kuat terhadap perlindungan dari infeksi Staph pada mereka yang menerima antibiotik hidung: hanya 6,5% yang menerima salep memiliki infeksi Staph dibandingkan dengan 19% dari mereka yang menerima plasebo. Sayangnya, terlalu sedikit orang menyelesaikan studi untuk akhirnya menentukan apakah aplikasi bulanan dari mupirocin mengurangi risiko infeksi Staph.

“Meskipun studi ini menunjukkan bahwa mupirocin dapat mengurangi risiko infeksi Staph, penelitian tambahan diperlukan dalam populasi pilihan,” penulis menyimpulkan. “Dengan menekan kolonisasi, menggunakan mupirocin bulanan mungkin memiliki peran dalam fasilitas keperawatan, orang yang terinfeksi HIV, pengguna narkoba, dan populasi lain dengan tingkat infeksi Staph yang tinggi.”

Artikel asli: Nasal Antibiotic Might Reduce Staph Infections

Edit terakhir: 1 September 2010