| Jika ditekan selama 12 bulan, peningkatan kembali viral load di atas 1000 berada pada risiko rendah | Unduh versi PDF |
| Oleh: Michael Carter, aidsmap.com | Tgl. laporan: 31 Maret 2010 |
Setelah ditekan, risiko viral load naik ke tingkat yang berhubungan dengan penularan sangat rendah pada pasien yang memakai terapi antiretroviral (ART) yang telah mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi dalam jangka panjang. Hal ini dilaporkan para peneliti Denmark dalam jurnal HIV Medicine versi internet.
Namun, mereka menemukan bahwa selama tahun pertama pengobatan HIV, viral load di atas ambang batas 1000 terkait dengan penularan sekitar 5% dari waktu tersebut.
“Dalam penelitian kohort nasional berbasis populasi dari pasien terinfeksi HIV di Denmark yang memakai ART dengan penekanan viral load selama lebih dari enam bulan, kami menemukan bahwa risiko untuk mengalami peningkatan viral load di atas 1000 dan dengan demikian risiko untuk menularkan HIV sangat rendah”, komentar para peneliti.
Ada perdebatan intens tentang risiko orang dengan HIV yang memakai ART dan yang memiliki viral load tidak terdeteksi untuk menularkan HIV pada pasangan seks mereka jika mereka tidak menggunakan kondom.
Perdebatan ini dimulai oleh pernyataan dari Swiss Federal Commission for HIV/AIDS yang mengatakan “orang dengan HIV yang tidak memiliki penyakit menular seksual tambahan dan menggunakan pengobatan antiretroviral dengan penekanan viral load, tidak dapat menularkan HIV secara seksual.”
Untuk dipertimbangkan sebagai tidak menular, mereka mengatakan bahwa seseorang harus memenuhi tiga kondisi:
Mereka juga mencatat bahwa rekomendasi mereka berdasarkan data yang diperoleh dari pasangan heteroseksual dalam hubungan monogami yang dilaporkan.
Meskipun tidak ada negara yang mengubah panduan resmi dalam menyarankan penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV, ada beberapa bukti bahwa orang HIV-positif dan pasangan mereka telah menerima rekomendasi Swiss tersebut.
Dokter HIV di Denmark berharap untuk menilai kemungkinan peningkatan viral load ke tingkat yang berhubungan dengan penularan pada pasien yang memakai pengobatan untuk menekan HIV.
Oleh karena itu mereka menganalisis hasil viral load dari 2.680 pasien yang diperoleh antara tahun 2000 dan 2007.
Para peneliti menetapkan plasma viral load di atas 1000 sebagai berpotensi menular, dan viral load di bawah tingkat ini sebagai tidak menular. ambang ini sebagian didasarkan pada penelitian dalam pasangan heteroseksual yang tidak menerima pengobatan di distrik Rakai Uganda. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada infeksi terjadi ketika pasangan HIV-positif mempunyai viral load di bawah 1500.
Hanya lebih dari sepertiga pasien (38%) melaporkan sedang dalam suatu hubungan, dan 78% mengatakan bahwa mereka selalu melakukan hubungan seks yang lebih aman.
Tes viral load rata-rata dilakukan setiap tiga bulan. Para pasien memberikan kontribusi 9.348 orang-tahun masa tindak lanjut, dan para peneliti menghitung bahwa untuk 0,6% dari saat ini, pasien memiliki viral load yang berpotensi menular.
Risiko penularan terutama tinggi selama enam bulan pertama terapi HIV, ketika 8% dari waktu dihabiskan dengan viral load di atas 1000. Selama enam bulan ke depan, viral load di tingkat berpotensi menular adalah selama kurang lebih 1% dari waktu tersebut.
Setelah itu, viral load di atas ambang batas yang berpotensi menular selama rata-rata 0,6% dari periode tindak lanjut.
Namun, di antara pasien yang telah menggunakan pengobatan penekan HIV selama lebih dari lima tahun, hanya 0,03% dari periode tindak lanjut dihabiskan dengan viral load di atas 1.000.
Analisis pada subkelompok tidak sangat mempengaruhi hasil ini. Tetapi para peneliti melihat bahwa pengguna narkoba suntikan yang menggunakan pengobatan penekan HIV memiliki tingkat viral load yang berpotensi menularkan 1,5% dari waktu. Hal ini disebabkan kepatuhan terhadap pengobatan yang lebih buruk pada populasi ini.
“Dengan asumsi bahwa ada ambang virus menular, hasil kami menunjukkan bahwa risiko memiliki viral load adalah sangat rendah pada pasien yang berhasil dengan penggunaan ART”, tulis para peneliti.
Dengan mencatat bahwa “walaupun demikian, pasien terinfeksi HIV berada pada peningkatan risiko peningkatan viral load yang mendadak tidak hanya pada enam bulan pertama tetapi pada 12 belas bulan pertama dari episode dengan viral load tidak terdeteksi”, para peneliti merekomendasikan “akan ada keuntungan substansial dalam mengurangi risiko menginfeksikan pasangan seksual, jika batas waktu yang disarankan oleh Swiss…diperpanjang dari enam bulan menjadi 12 bulan.”
Sebuah batasan penting dari penelitian ini adalah ketidakmampuan para peneliti untuk menilai sejauh mana plasma viral load berbeda dari viral load dalam cairan kelamin, dan sejauh mana perbedaan apapun mungkin dipengaruhi oleh waktu terapi, rejimen obat atau infeksi menular seksual.
Beberapa infeksi menular seksual telah dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan virus yang terdeteksi dalam cairan kelamin bahkan ketika plasma viral load tidak terdeteksi, sehingga beberapa ahli berpendapat bahwa pada populasi dengan tingkat tinggi infeksi menular seksual, viral load tidak terdeteksi mungkin merupakan penanda yang tidak dapat diandalkan untuk penilaian risiko individu terhadap penularan HIV.
Ringkasan: If suppressed for 12 months, low risk of viral load rebound above 1000 copies
Sumber: Engsig FN et al. Risk of high-level viraemia in HIV-infected patients on successful antiretroviral treatment for more than 6 months. HIV Med, online edition, DOI: 10. 1111/j.1468-1293.2009.00813.x, 2010.
Edit terakhir: 27 April 2010