Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Disfungsi kognitif minor umum walaupun dengan pengobatan HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: poz.com Tgl. laporan: 10 Desember 2009

Orang dengan HIV yang merespon baik terhadap terapi antiretroviral (ARV) umum mengalami setidaknya sedikit masalah berpikir dan mengingat. Hal ini ditunjukkan dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal online AIDS edisi 7 Desember. Sebagian besar masalah sangat kecil sehingga orang-orang dengan HIV tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah. Studi tidak memprediksi seberapa cepat masalah-masalah ini mungkin akan memburuk.

Para peneliti yang mempelajari gangguan neurokognitif pada orang yang hidup dengan HIV hanya berfokus pada gangguan neurokognitif yang paling ekstrem yaitu kompleks demensia AIDS. Padahal gangguan neurokognitif mencakup gangguan pikiran, penalaran, ingatan, emosi, dan gerakan. Karena kelangsungan hidup dan risiko penyakit terkait AIDS telah berubah secara dramatis pada beberapa tahun terakhir, peneliti sekarang berfokus pada gangguan neurokognitif terkait AIDS (HIV-associated neurocognitive disorder/HAND): sekelompok kecil masalah sistem saraf pusat yang semakin meningkat pada orang dengan HIV.

Dalam dua tahun terakhir khususnya, penelitian yang diterbitkan telah menunjukkan bahwa HAND mungkin paling umum pada orang yang tidak sedang dalam terapi ARV dan yang memiliki replikasi HIV yang tidak terkendali. Untuk menentukan prevalensi HAND antara orang-orang menanggapi ART dengan baik, Samanta Simioni, MD, dari Pusat Hospitalier Universitaire Vaudois, di Lausanne, Swiss, dan rekan-rekannya menilai fungsi kognitif dari 100 orang dengan HIV yang telah berhasil menekan jumlah virus, rata-rata, setidaknya tiga tahun. Sebagian besar peserta adalah laki-laki, dan usia rata-rata adalah 46.

HAND sangat umum terjadi. Secara keseluruhan, 74 persen didiagnosis dengan beberapa derajat gangguan. Namun, mayoritas orang didiagnosis dengan HAND tidak memiliki gejala yang cukup parah yang mampu dilihat oleh peserta lain-meski tanda-tanda gangguan ini bisa terlihat dengan menggunakan penilaian yang canggih.

Walaupun semua memiliki penekanan virus untuk durasi yang panjang, lamanya waktu dengan virus yang tidak terdeteksi berbeda antara mereka yang melaporkan gejala dan tidak melaporkan gejala. Setelah mempertimbangkan usia dan penggunaan antidepresan, analisis menemukan bahwa orang-orang yang mengeluhkan gejala memang memiliki durasi penekanan virus yang lebih singkat.

Penulis menekankan bahwa studi ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ketidakberhasilan terapi ARV. Hal ini justru menunjukkan yang sebaliknya. Hasil-hasil ini, tambah penulis, mengindikasikan bahwa semakin lama seseorang berada dalam pengobatan ARV, semakin rendah tingkat keparahan HAND. Simioni dan rekan juga menyimpulkan bahwa meskipun ARV tidak menghilangkan HAND sepenuhnya, ARV dapat mengurangi kemungkinan pengembangan gejala HAND secara signifikan. Juga harus dicatat bahwa penelitian ini kecil dan tidak dapat secara luas diterapkan untuk semua orang dengan HIV.

Para penulis menyimpulkan, “Data ini menunjukkan pentingnya diagnosis awal dari HAND dan tindak lanjut rutin dari pasien HIV-positif, terutama ketika mereka mengeluhkan gangguan kognitif.”

Artikel asli: Minor Cognitive Dysfunction Common Despite HIV Treatment

Edit terakhir: 7 Januari 2010