Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Dukungan sebaya dan pesan sms hanya menghasilkan peningkatan sementara terhadap kepatuhan pada ART Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Michael Carter, aidsmap.com Tgl. laporan: 30 September 2009

Intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pada terapi antiretroviral (ART), misalnya dukungan sebaya dan pesan sms hanya efektif secara sebagian. Hal itu dilaporkan peneliti AS dalam Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes versi internet.

Dukungan sebaya meningkatkan kepatuhan dalam jangka pendek, tapi tidak dikaitkan dengan perubahan yang bermakna pada viral load atau jumlah CD4, sementara pesan sms tidak berpengaruh pada penggunaan ARV yang dilaporkan, tapi tampak memperbaiki jumlah CD4 dan viral load.

ART dapat meningkatkan secara bermakna kesehatan dan harapan hidup Odha. Namun, ART harus dipakai secara sangat ketat dan hasil terbaik tampak pada pasien yang memakai semua atau hampir semua dosis ART-nya. Banyak orang tidak mencapai tingkat kepatuhan yang tinggi tersebut.

Peneliti dari Seattle merancang uji coba prospektif, secara acak dan terkontrol untuk mengamati apakah dukungan sebaya, pesan sms, atau kombinasi keduanya meningkatkan kepatuhan dalam jangka pendek dan jangka panjang pada pasien yang menerima ART.

Penelitian itu berlangsung antara 2003 dan 2007 dan melibatkan 224 individu. Pasien yang dilibatkan tersebut baru memulai atau mengubah ART-nya.

Pasien ditunjuk secara acak ke dalam salah satu dari empat kelompok uji coba. Kelompok pertama menerima dukungan kepatuhan dari sebayanya. Dukungan kepatuhan itu disediakan oleh Odha lain saat dalam pertemuan dan melalui telepon.

Kelompok kedua melibatkan pasien yang menerima pesan sms agar memakai ARV, dan kelompok ketiga menerima dukungan sebaya dan sms.

Kelompok keempat melibatkan pasien yang menerima dukungan kepatuhan yang baku yang terdiri dari perjanjian dengan petugas kesehatan profesional dan informasi tentang pentingnya pengobatan dan kepatuhan.

Dukungan kepatuhan disediakan selama tiga bulan, dan pada awal, kemudian setelah dua minggu, tiga bulan, enam bulan dan sembilan bulan pasien diwawancarai mengenai kepatuhan mereka. Contoh darah diambil tes CD4 dan viral load. Kepatuhan juga dipantau dengan tutup botol pil yang secara otomatis merekam setiap kali tutup botol itu dibuka.

Hanya sedikit di atas 50% Odha dalam kelompok dukungan sebaya yang menghadiri sekurang-kurangnya separuh dari pertemuan dukungan dan hanya 40% dari sms kepatuhan yang diterima.

Pada awal, 70% pasien melaporkan kepatuhan 100%, tapi angka itu turun menjadi 58% setelah tiga bulan, 51% pada enam bulan dan 49% pada sembilan bulan.

Setelah tiga bulan, 67% peserta penerima dukungan sebaya melaporkan 100% kepatuhan dalam tujuh hari terakhir. Angka itu dibandingkan dengan 52% pasien yang tidak menerima dukungan dan bermakna secara statistik (p = 0,02). Namun manfaat intervensi tersebut hilang pada bulan keenam dan sembilan.

Pemantauan kepatuhan melalui sms memberi kesan penggunaan pil sedikit di atas 100% di antara peserta yang menerima dukungan sebaya pada bulan ketiga, tetapi sekali lagi perbedaan ini menghilang pada bulan keenam dan sembilan.

Tidak ada bukti bahwa pasien penerima pesan sms, lebih patuh pada setiap titik waktu.

Namun, pasien penerima pesan sms secara bermakna lebih mungkin memiliki viral load di bawah 1.000 pada semua titik waktu tindak lanjut dibandingkan pasien yang tidak menerima dukungan melalui pesan sms (p = 0,04).

Para peneliti berpendapat bahwa hasil yang lebih baik secara virologi kemungkinan karena ada sedikit peningkatan pada kepatuhan yang adalah di bawah 100% sasaran penelitian.

“Temuan itu memberi kesan bahwa menerima informasi, dukungan emosional, dan penerimaan dari rekan sebaya mungkin mendorong kepatuhan, tetapi dampak tersebut tidak bertahan apabila dukungan dihentikan. Dukungan sosial secara terus-menerus, barangkali dari seseorang yang lebih terlibat di dalam kehidupan peserta, dapat lebih bermanfaat untuk mendorong dan mempertahankan kepatuhan jangka panjang,” tulis peneliti.

Mereka menyimpulkan, “mempertahankan kepatuhan yang optimal memerlukan serangkaian perilaku yang rumit dan dinamis yang mungkin harus mendapatkan intervensi dari orang yang setara keahliannya dengan petugas yang terlatih dan dengan setia memberi dukungan secara terus-menerus.”

Ringkasan: Peer support and text reminders lead to only transient improvements in HIV treatment adherence

Sumber: Simoni JM et al. An RCT of peer support and pager messaging to promote antiretroviral therapy adherence and clinical outcomes among adults initiating or modifying therapy in Seattle, WA, United States. J Acquire Immune Defic Syndr (online edition), 2009.

Edit terakhir: 29 Oktober 2009