Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Odha penasun menanggapi ART lini pertama sama baiknya dengan yang bukan penasun Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Ed Susman Tgl. laporan: 27 Juli 2009

Odha pengguna narkoba suntikan (penasun) dapat diobati secara berhasil sebagaimana Odha yang bukan penasun. Hal itu dinyatakan oleh para peneliti dalam Konferensi International AIDS Society (IAS) ke-5 tentang Patogenesis, Pengobatan dan Pencegahan.

“Sudah lazim bahwa penggunaan narkoba suntikan dikaitkan dengan permulaan, bertahan dengan pengobatan dan keberhasilan ART yang lebih rendah pada pasien terinfeksi HIV, walaupun penelitian di negara barat tidak menunjukkan hal yang serupa,” kata Rudi Wisaksana MD, Departemen Penyakit Dalam, Rumah Sakit Hasan Sadikin dari Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia.

Dalam penelitian terhadap tanggapan pada ART lini pertama, Dr. Wisaksana mengatakan bahwa 53% dari 530 Odha penasun hidup dengan memakai rejimen pengobatan yang pertama setelah enam bulan pengobatan dibandingkan 55,2% 96 Odha yang bukan penasun.

Ada tambahan 14% penasun yang hidup dengan rejimen pengganti serta 7,3% bukan penasun, Dr. Wisaksana mengatakan saat mempresentasikan poster pada 20 Juli 2009.

Di antara penasun, 15,7% meninggal dibandingkan dengan 18,8% bukan penasun (p = 0,46), perbedaan yang tidak bermakna. Kurang lebih 13% pasien pada tiap kelompok mangkir.

“Pasien HIV dengan riwayat penggunaan narkoba suntikan di rangkaian ini sebagian besar adalah laki-laki muda, koinfeksi HCV, dan memiliki penekanan kekebalan yang lebih berat dibandingkan pasien HIV yang tidak memiliki riwayat penggunaan narkoba suntikan,” kata Dr. Wisaksana.

Kurang lebih 91% penasun adalah laki-laki dibandingkan dengan hanya 27,1% bukan penasun. Usia rata-rata pasien dalam penelitian adalah 28 tahun. Kurang lebih separuh penasun berstatus lajang sementara 55,8% yang bukan penasun berstatus menikah.

Kurang lebih 87,7% penasun adalah HCV-positif dibandingkan dengan nihil pada bukan penasun, dan kurang lebih 8% penasun menunjukkan pajanan HBV dibandingkan dengan 3,3% pada bukan penasun.

“Kami menemukan bahwa penggunaan narkoba suntikan tidak berdampak negatif pada mortalitas, bertahan pada pengobatan, dan tanggapan pada ART secara virologi atau imunologi,” Dr. Wisaksana mengatakan.

Ringkasan: HIV-Positive Injecting Drug Users Respond as Kamill as Non-Drug Injectors to First-Line Therapy

Sumber: Response to First Line Antiretroviral Therapy Among HIV-Infected Patients With dan Without a History of Injecting Drug Use in Indonesia. Abstract MOPEB060

Edit terakhir: 25 Agustus 2009