Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Arah penelitian HIV/AIDS baru memberi harapan Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report Tgl. laporan: 12 Februari 2009

Beberapa penelitian HIV/AIDS baru yang meneliti peran gen tertentu yang menghambat pengembangan HIV memberi harapan untuk pengembangan tindakan pengobatan. Hal itu ditulis oleh Jay Levy dari Universitas California-San Francisco, AS dalam tajuk rencana yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine. Menurut Levy, penelitian telah menemukan Odha tertentu yang tidak memakai obat antiretroviral (ARV) dan tetap tidak mengembangkan AIDS selama lebih dari sepuluh tahun. Selain itu, beberapa orang tetap HIV-negatif walau telah beberapa kali terpajan pada HIV, dia menulis. Menurut Levy, “orang yang bertahan hidup dalam jangka panjang dan orang yang telah terpajan pada HIV tetapi tetap seronegatif memberi kesempatan besar untuk meneliti mekanisme resistansi terhadap infeksi dan penyakit HIV.”

Levy menulis bahwa HIV masuk ke dalam tubuh melalui sel CD4 dan kemudian mengikat pada reseptor kemokin CCR5 dan CXCR4. Sementara “HIV jenis X4 memakai CXCR4,” HIV R5, “jenis virus paling utama yang terdeteksi setelah penularan,” memakai CCR5. Dia melanjutkan bahwa penelitian itu telah menemukan bahwa orang dengan sel yang tidak menunjukkan gen CCR5 pada umumnya menunjukkan resistansi terhadap HIV, walau setelah beberapa kali terpajan pada HIV R5. Menurut Levy, kurang lebih 1-3% populasi di negara Barat memiliki mutasi CCR5. Selain itu, di antara orang dengan satu gen CCR5, HIV tampak berkembang lebih lamban, dia menulis. Levy menambahkan bahwa “informasi tersebut bermanfaat dalam upaya mengembangkan pendekatan baru pada terapi.”

Levy menjelaskan tentang sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NEJM edisi yang sama oleh Gero Hutter dan rekan. Penelitian itu menggambarkan “pendekatan inovatif yang dapat membuktikan manfaat pengendalian HIV dalam jangka panjang tanpa terapi antiretroviral (ART).” Untuk penelitian itu, para peneliti memeriksa kasus pasien HIV-positif dengan leukemia mielogenus yang menerima pencangkokan sumsum tulang dari orang yang tidak menunjukkan gen CCR5. Setelah dua kali pencangkokan, para peneliti menentukan bahwa leukemia pasien tidak kambuh dan tingkat HIV-nya tidak terdeteksi dalam darah. Selain itu, tingkat sel-T pasien setelah dua tahun kembali ke tingkat normal, dan sel pasien membawa mutasi CCR5 dari pendonor. Levy menulis, “Walaupun beberapa pengamat mungkin menganggap bahwa pasien tersebut sembuh dari HIV, kesimpulan tersebut masih terlalu dini.” Dia menjelaskan bahwa HIV dapat bertahan dalam kelenjar getah bening dan bagian tubuh lainnya. Namun, “hasil penelitian ini dan penelitian lain kian memberi semangat bagi peneliti yang menyelidiki pendekatan terhadap pengobatan yang mengurangi CCR5 pada Odha.”

Walau hasil penelitian Hutter memberi harapan, tetap ada beberapa tantangan untuk mengembangkan ART yang efektif berdasarkan penelitian itu, Levy menulis, menambahkan bahwa, “HIV jenis X4 … pada akhirnya dapat muncul” karena “virus itu tumbuh pada sel yang tidak menunjukkan CCR5.” Selain itu, “orang yang tidak memiliki gen CCR5 dapat lebih rentan terhadap dampak berat dari infeksi tertentu,” menurut Levy. Dia melanjutkan bahwa “banyak pasien meninggal” akibat pencangkokan sumsum tulang dan menangani sel punca rekayasa “membawa risiko yang serupa.” Oleh karena itu, “sebuah pendekatan dirancang untuk mengubah sel sasaran HIV tanpa menghilangkan sumsum tulang induk mungkin membantu,” dia menulis. Menurut Levy, satu contoh adalah dengan menyuntik orang HIV-positif dengan senyawa biokimia atau vektor genetik yang mematikan gen CCR5. Dia menulis, “Walaupun teknik tersebut perlu disempurnakan, cara itu menunjukkan kemungkinan untuk dipakai sebagai pemicu terapi gen lain yang inovatif” untuk mengobati orang HIV-positif. Levy menulis bahwa kasus yang dijelaskan dalam penelitian Hutter “lebih menekankan tentang terapi gen dan pengobatan yang diarahkan untuk menghambat reseptor CCR5,” menyimpulkan bahwa penelitian itu “dapat membuka jalan bagi pendekatan inovatif yang menyediakan pengendalian virus yang bertahan lama dengan sedikit toksisitas untuk Odha.”

Artikel asli: New HIV/AIDS Research Directions Show Promise, NEJM Editorial Says

Edit terakhir: 13 Maret 2009