| Risiko banding manfaat nevirapine selama enam minggu pada bayi untuk mencegah infeksi HIV melalui menyusui | Unduh versi PDF |
| Oleh: Ronald Baker, PhD, hivandhepatitis.com | Tgl. laporan: 27 Januari 2009 |
Penggunaan obat antiretroviral (ARV) nevirapine yang diperpanjang mungkin membantu mencegah bayi dari ibu yang HIV-positif menjadi terinfeksi HIV melalui menyusui, tetapi juga meningkatkan risiko bayi mengembangkan HIV yang resistan terhadap obat apabila mereka terinfeksi selama tahun pertama kehidupan. Hal itu berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science One (PLoS One) edisi 1 Januari 2009 versi internet yang dapat diakses secara bebas.
Terlepas dari temuan tersebut, sampai dengan intervensi lain menjadi tersedia, “rejimen nevirapine yang diperpanjang tetap merupakan cara yang masuk akal untuk mencegah infeksi melalui menyusui,” menurut Dr. Deborah Persaud, ahli HIV pediatrik dari John Hopkins Children’s Center di Baltimore, AS dan penulis senior penelitian ini. Walaupun ibu dengan HIV di negara maju disarankan agar tidak menyusui, pemberian susu formula sering bukan pilihan yang dimungkinkan di negara berkembang karena masalah keamanan, biaya atau ketersediaan.
Dalam uji coba nevirapine yang diperpanjang selama enam minggu (SWEN/six-week extended-dose nevirapine), para peneliti menilai resistansi terhadap nevirapine di antara bayi di India yang menerima nevirapine dosis tunggal atau rejimen nevirapine selama enam minggu untuk mencegah penularan melalui menyusui, tetapi yang tetap juga terinfeksi dengan HIV subtipe C selama tahun pertama kehidupannya.
Standard population sequencing dan kloning untuk subpopulasi virus yang terjadi dengan frekuensi 5% atau lebih dipakai untuk menentukan genotipe HIV pada 94% dari 79 bayi terinfeksi yang diteliti. Waktu terinfeksi HIV didefinisikan berdasarkan pertama kalinya contoh darah bayi dites positif terhadap DNA HIV.
Hasil
Berdasarkan hasil tersebut, penulis penelitian menulis bahwa penggunaan rejimen SWEN untuk mencegah penularan HIV selama menyusui “membawa kemungkinan besar terhadap resistansi apabila infeksi terjadi dalam enam minggu pertama kehidupan.”
Lebih lanjut, mereka menambahkan, “tetap ada risiko penularan HIV yang resistan terhadap nevirapine melalui menyusui selama satu tahun pertama kehidupan, tetapi hal itu tidak berbeda di antara kelompok nevirapine dosis tunggal dan kelompok SWEN.”
Lebih lanjut, para penulis menyatakan, “Sebagaimana dengan nevirapine dosis tunggal, manfaat mencegah infeksi HIV pada sejumlah besar bayi harus dipertimbangkan bersamaan dengan risiko tinggi terhadap resistansi yang dikaitkan dengan profilaksis nevirapine yang diperpanjang.”
Karena bayi yang memakai nevirapine lebih berisiko untuk mendapatkan HIV yang resistan terhadap obat, mereka menyarankan, apabila tersedia, bayi dari ibu HIV-positif juga harus menerima PI yang dapat menghambat jenis HIV yang resistan terhadap nevirapine.
Sumber: A Moorthy, A Gupta, R Bhosale, and others. Nevirapine resistance and breast-milk HIV transmission: effects of single and extended-dose nevirapine prophylaxis in subtype C HIV-infected infants. PLoS ONE. 4(1): e4096. January 1, 2009 epub. (Abstract and full text).
Edit terakhir: 23 Februari 2009