Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Tingkat ketahanan hidup pasien HIV-positif penerima pencangkokan ginjal adalah tinggi Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: aidsmeds.com Tgl. laporan: 21 Januari 2009

Odha yang menjalani pencangkokan ginjal akan hidup dan bertahan dengan organ barunya sama seperti orang HIV-negatif yang menerima ginjal baru, asalkan faktor risiko tertentu terhadap kegagalan pencangkokan ginjal dikenali dan ditatalaksanakan secara ketat. Laporan yang memberi harapan tersebut, berdasarkan sebuah analisis terhadap data yang dikumpulkan oleh United Organ Sharing Network (UNOS), diterbitkan dalam jurnal Archives of Surgery edisi Januari 2009.

Dahulu, Odha tidak dipertimbangkan sebagai calon pencangkokan ginjal karena tingkat ketahanan hidup setelah pencangkokan dianggap sangat diburukkan akibat penyakit tersebut. Hal itu berubah setelah terapi antiretroviral (ART) ditemukan, yang secara bermakna meningkatkan ketahanan hidup Odha. Selain itu ART memungkinkan penggunaan pengobatan yang diperlukan untuk menekan sistem kekebalan agar mencegah penolakan organ.

Walaupun banyak rumah sakit mulai menawarkan operasi pencangkokan ginjal pada Odha, sedikit yang diketahui tentang tingkat ketahanan hidup pascapencangkokan ginjal di antara Odha. Penyakit ginjal menyokong lebih dari 10% kematian terkait HIV, dan banyak Odha memerlukan cuci darah seumur hidup atau pencangkokan ginjal untuk bertahan hidup.

Jayme Lock. MD. MPH, dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins di Baltimore dan rekan mengkaji tingkat ketahanan ginjal satu tahun dan tingkat ketahanan hidup pasien satu tahun pada 36.492 penerima pencangkokan ginjal yang HIV-negatif dan 100 yang HIV-positif, dari daftar UNOS untuk penerima pencangkokan ginjal antara Januari 2004 dan Juni 2006.

Tim Lock melaporkan, kesempatan pasien untuk bertahan hidup adalah sama pada kedua kelompok. Namun, tingkat ketahanan ginjal pada kedua kelompok menunjukkan bahwa penerima HIV-negatif memiliki 94,6% tingkat ketahanan hidup dibandingkan dengan 87,9% pada Odha.

Apabila para peneliti memisahkan hasil menjadi subkelompok, mereka mendapatkan bahwa beberapa ginjal yang dicangkokkan kepada penerima yang HIV-positif agak lambat mencapai fungsinya secara penuh. Hal itu disebut penundaan fungsi pencangkokan (delayed graft function/DGF) mengurangi ketahanan ginjal sebanyak 30%. Apabila kelompok itu dikeluarkan dari tingkat perbandingan, kelompok HIV-positif dan HIV-negatif keduanya memiliki tingkat ketahanan ginjal dan ketahanan hidup pasien yang sama.

Menurut para penulis, hal itu bermakna karena DGF dapat dihindari dengan mengendalikan faktor risiko buruk tertentu misalnya usia pendonor organ yang tua, pendonor organ yang sudah meninggal (dibandingkan pendonor organ yang masih hidup) dan jangka waktu iskemik dingin (waktu ginjal tidak menerima aliran darah sebelum pencangkokan ginjal).

Ringkasan: Kidney and Patient Survival Rates High in Positive Transplant Recipients

Sumber: Arch Surg. 2009;144(1):83-86.

Edit terakhir: 17 Februari 2009