Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Beban penyakit ginjal kronis pada pasien HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: hivandhepatitis.com Tgl. laporan: 13 Januari 2009

Sebagaimana terapi antiretroviral (ART) telah berhasil mengurangi kejadian infeksi oportunistik dan kematian pada Odha, hal itu telah menambah perhatian terhadap komorbiditas infeksi, termasuk penyakit ginjal.

Peninjauan ini ditulis oleh para penulis Inggris dan diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Infectious Diseases edisi Februari 2009, berfokus pada kemajuan baru-baru ini tentang pemahaman epidemiologi klinis penyakit ginjal terkait HIV.

Temuan terbaru

Gagal ginjal akut di era ART dikaitkan dengan penundaan diagnosis HIV, menurut penulis penelitian. Kejadian gagal ginjal akut menurun secara cepat pada pasien yang menerima perawatan HIV secara tepat waktu, yang termasuk penggunaan ART pada pasien dengan infeksi HIV lanjut.

Prevalensi penyakit ginjal kronis pada pasien yang terinfeksi HIV kurang lebih 17%. Para penulis mencatat bahwa penyakit ginjal kronis dikaitkan dengan usia yang lebih tua, infeksi HIV lanjut, penyakit metabolis dan vaskular serta penggunaan PI indinavir dan NRTI tenofovir.

Pasien berkulit hitam lebih berisiko terhadap pengembangan penyakit ginjal stadium akhir, mereka menulis, “khususnya apabila mereka tidak memakai ART.”

Walaupun ketahanan hidup pasien yang membutuhkan dialisis ginjal adalah buruk, “pencangkokan ginjal merupakan pilihan pengobatan yang kian memberi harapan pada penyakit ginjal terkait HIV stadium akhir,” menurut penulis penelitian.

Dalam kesimpulan, penulis penelitian menulis, “Saat ini, berbagai jenis kerusakan ginjal terkait HIV telah didefinisikan secara lebih baik.” Namun, mereka mengingatkan, “Beban penyakit ginjal kronis kemungkinan meningkat akibat peningkatan harapan hidup dan penuaan pasien yang terinfeksi HIV.”

Ringkasan: The Burden of Chronic Kidney Disease in HIV Patients

Sumber: FA Post and SG Holt. Recent developments in HIV and the kidney. Current Opinion in Infectious Diseases 22(1): 43-48. February 2009. (Abstract).

Edit terakhir: 10 Februari 2009