| Kemungkinan bayi HIV-positif mengembangkan TB lebih tinggi | Unduh versi PDF |
| Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report | Tgl. laporan: 5 Januari 2009 |
Kemungkinan bayi HIV-positif mengembangkan TB adalah 20 kali lebih tinggi dibandingkan bayi tanpa HIV. Hal itu berdasarkan penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases. Para peneliti dari Desmond Tutu TB Center di Universitas Stellenbosch, Afrika Selatan yang dipimpin oleh Anneke Hesseling menganalisis prevalensi HIV dan TB pada bayi yang datang ke rumah sakit antara 2004 dan 2006. Para peneliti menemukan bahwa 245 bayi dikonfirmasi memiliki TB, dan mereka memperkirakan bahwa kejadian TB adalah 1.596 kasus per 100.000 populasi bayi HIV-positif dan 65,9 kasus per 100.000 populasi bayi HIV-negatif. Laporan menyatakan, “bayi yang terinfeksi HIV 24,1 kali lebih berisiko terhadap TB paru dan 17,1 kali lebih berisiko terhadap TB yang menyebar.”
Hesseling berpendapat bahwa kejadian TB yang lebih tinggi di antara bayi yang HIV-positif dapat dijelaskan dengan peningkatan pajanan terhadap TB pada bayi, penurunan kekebalan terkait HIV dan penurunan kemanjuran vaksin BCG. Dia menambahkan bahwa satu cara untuk mengurangi kejadian TB pada bayi yang lahir dari ibu yang HIV-positif adalah dengan menerapkan tes TB pada ibu hamil. Hesseling juga menyarankan tes HIV secara rutin pada bayi dengan TB, pengobatan TB dengan profilaksis, akses yang lebih baik pada ARV dan vaksin yang lebih baru sebagai cara untuk mencegah penyebaran TB.
Ringkasan: HIV-Positive Infants More Likely To Develop TB, Study Finds
Sumber: Clinical Infectious Diseases 2009;48:108–114
Edit terakhir: 28 Januari 2009