| Latihan beban meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lemak tubuh pada Odha dengan lipodistrofi | Unduh versi PDF |
| Oleh: Liz Highleyman, hivandhepatitis.com | Tgl. laporan: 17 Oktober 2008 |
Komplikasi metabolisme termasuk resistansi insulin dan perubahan lemak tubuh (lipodistrofi) adalah masalah pada Odha yang memakai terapi antiretroviral (ART), tetapi cara terbaik untuk menatalaksanakan masalah ini tetap belum jelas.
Sebagaimana dilaporkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism edisi Oktober 2008, para peneliti Denmark melakukan penelitian untuk menilai dampak latihan beban dan latihan ketahanan terhadap sensitivitas insulin dan penyebaran lemak pada pasien terinfeksi HIV dengan lipodistrofi.
Sejumlah 20 laki-laki HIV-positif dengan lipodistrofi yang selalu duduk saat bekerja, secara acak ditunjuk untuk mengikuti olahraga beban yang diawasi (difokuskan pada angkat besi) atau latihan ketahanan (olahraga jantung misalnya berjalan atau bersepeda) tiga kali seminggu selama 16 minggu. Peserta memiliki lipoatrofi perifer (kehilangan lemak di wajah, tungkai, atau bokong) ditambah gejala lipodistrofi lain termasuk penumpukan lemak di perut, peningkatan kolesterol dalam darah atau penurunan sensitivitas insulin. Namun indeks massa tubuh dalam kisaran normal.
Titik akhir primer adalah peningkatan sensitivitas insulin (memakai metode euglycemic-hyperinsulinemic clamp dikombinasikan dengan isotope-tracer infusion) dan komposisi lemak tubuh (ditentukan oleh pemetaan DEXA). Titik akhir sekunder termasuk tingkat lipid puasa dan tanda peradangan.
Hasil
Dalam kesimpulan, para peneliti menulis, “Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan beban dan latihan ketahanan keduanya meningkatkan sensitivitas insulin perifer, sementara hanya latihan beban yang mengurangi lemak tubuh secara keseluruhan pada pasien terinfeksi HIV dengan lipodistrofi.”
Para peneliti berpendapat bahwa Odha dengan lipodistrofi akan memperoleh manfaat dari kedua jenis latihan tersebut. Namun kehilangan lemak tungkai lebih lanjut pada orang dengan lipoatrofi pada awal yang memulai latihan tetap menjadi masalah.
Sumber: B Lindegaard, T Hansen, T Hvid, and others. The effect of strength and endurance training on insulin sensitivity and fat distribution in HIV-infected patients with lipodystrophy. Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism 93(10): 3860-3869. October 2008. (Abstract).
Edit terakhir: 17 November 2008