| Walau patuh, pengguna narkoba suntikan memiliki risiko resistansi yang lebih tinggi | Unduh versi PDF |
| Oleh: Mark Mascolini, NATAP | Tgl. laporan: 11 Juni 2008 |
Para pengguna narkoba suntikan (penasun) di British Columbia memiliki risiko resistansi yang lebih tinggi terhadap antiretroviral (ARV) dibandingkan yang bukan pengguna narkoba, terlepas dari variabel sebelum pengobatan atau tingkat pengobatan berdasarkan dua metode1. Temuan penelitian mengkonfirmasi dan memperluas pekerjaan tim ini sebelumnya yang menunjukkan risiko resistansi yang lebih tinggi selama 30 bulan masa tindak lanjut pada penasun yang memulai ARV dibandingkan pada yang lain2.
Vikram Gill dan rekan menganalisis 6.066 genotipe dari 2.350 orang yang baru pertama kali memulai rejimen kombinasi tiga jenis ARV antara 1 Agustus 1996 dan 30 November 2004; pemantauan berlanjut hingga 30 November 2005. Setiap orang berusia paling sedikit 18 tahun dan belum ada yang berpengalaman dengan ARV waktu pertama kali memulai rejimen kombinasi tiga jenis. Para peneliti mengukur kepatuhan berdasarkan persentase pemberian resep isi ulang obat pada tahun pertama memakai ART, dan pada 751 orang pada sub kelompok yang memulai terapi antara Agustus 1996 dan September 1999, berdasarkan tingkat kepekatan obat dalam darah yang dilakukan tanpa berdasarkan jadwal yang tetap.
Sebagian besar anggota kohort adalah laki-laki (82%), 51% memiliki jumlah CD4 sebelum pengobatan di bawah 200, dan 58% memulai pengobatan dengan viral load di bawah 10.000. Sementara 42% memulai dengan PI yang tidak diboost, 20% memulai dengan PI yang diboost, dan 38% memulai dengan memulai dengan NNRTI. Sedikit lebih dari separuh kohort (54%) memiliki tingkat kepatuhan paling sedikit 95%, sementara 18% memiliki tingkat kepatuhan kurang dari 80% dan 13% memiliki tingkat kepatuhan memiliki tingkat kepatuhan 40%.
Penasun memiliki risiko resistansi 70% lebih tinggi dibandingkan dengan bukan penasun (rasio odds yang disesuaikan [OR] 1,71, confidence interval [CI] 95%; 1,39-2,11) dalam sebuah analisis yang memakai berbagai variabel faktor sebelum dan waktu memakai pengobatan: viral load, jumlah CD4, usia, jenis kelamin, riwayat penggunaan narkoba suntikan, kepatuhan, tahun memulai ART dan jenis rejimen yang pertama kali dipakai. Penasun juga memiliki risiko resistansi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bukan penasun waktu para peneliti membandingkan tingkat kepatuhan yang serupa atau jenis rejimen yang dipakai pertama kali di antara penasun dan bukan penasun. Risiko resistansi yang lebih tinggi pada penasun terbukti pada laki-laki dan perempuan. Kepatuhan diukur baik berdasarkan resep isi ulang obat maupun tingkat kepekatan obat dalam darah yang dilakukan tanpa berdasarkan jadwal yang tetap, tidak diperhitungkan terhadap perbedaan resistansi di antara penasun dan yang lainnya.
Risiko resistansi terhadap tiga golongan ARV – 3TC/emtricitabine, NNRTI, dan PI adalah 50% hingga 60% lebih tinggi. Satu-satunya pengecualian adalah resistansi terhadap nukleosida selain 3TC dan emtricitabine, yang risiko resistansinya hanya 11% lebih tinggi pada penasun, perbedaan yang tidak bermakna (CI 95%; 0,82-1,50). Risiko resistansi terhadap lebih dari satu kelompok obat hampir 50% lebih tinggi bagi penasun dibandingkan bukan penasun (OR 1,47, CI 95%; 1,15-1,89), dan risiko resistansi terhadap lebih dari dua kelompok obat adalah sepertiga lebih tinggi pada penasun walaupun perbedaan tersebut hanya sedikit di bawah angka yang bermakna secara statistik (OR 1,36, CI 95%; 0,94-1,97).
Tim peneliti British Columbia tidak mengambil kesimpulan tentang mengapa penasun mempunyai risiko resistansi yang lebih tinggi terlepas dari tingkat kepatuhan dan variabel yang yang berdampak pada resistansi.
Ringkasan: Resistance Risk Higher in Injecting Drug Users, Regardless of Adherence
Sumber:
1. Gill VS, Lima VD, Fernandes KA, Harrigan PR. Injection drug users have a higher probability of developing resistance than non-injection drug users regardless of adherence or initial treatment regimen. XVII International HIV Drug Resistance Workshop. June 10-14, 2008, Sitges, Spain. Abstract 143.
2. Harrigan PR, Hogg RS, Dong WWY, et al. Predictors of HIV drug-resistance mutations in a large antiretroviral-naive cohort initiating triple antiretroviral therapy. J Infect Dis. 2005;191:339-347.
Edit terakhir: 3 Juli 2008