| Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa olahraga bermanfaat bagi Odha | Unduh versi PDF |
| Oleh: The Kaiser Daily HIV/AIDS Report | Tgl. laporan: 14 Mei 2008 |
Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa olahraga dapat memperbaiki kesehatan Odha dan mengurangi risiko penyakit terkait AIDS dengan meningkatkan massa otot serta meningkatkan ketahanan jantung dan paru. Banyak Odha memulai atau mulai kembali berolahraga sejak obat antiretroviral (ARV) disediakan pada 1990-an.
Archana Maniar, ahli penyakit infeksi dan lektor di Universitas California-Davis, mengatakan bahwa Odha memerlukan olahraga secara rutin sama seperti orang HIV-negatif. Sebagaimana Odha hidup lebih lama, mereka mengembangkan penyakit, misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular dan stroke, Maniar mengatakan. “Dari sudut pandang tersebut, olahraga meningkatkan kesehatan mereka secara umum dan meningkatkan kemungkinan untuk menghindari penyakit tersebut,” Maniar menambahkan.
Sebuah penelitian yang dilakukan di Massachusetts General Hospital pada 2006 menemukan bahwa olahraga membantu menatalaksanakan gejala sindrom metabolik, yang dimiliki oleh hampir 45% Odha. Sindrom metabolik meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Sebagai tambahan, penelitian yang dilakukan di Universitas Columbia pada 2005 menemukan bahwa olahraga yang dikombinasikan dengan pengobatan antiretroviral (ART) menghasilkan peningkatan fungsi sistem saraf dan aliran darah di antara Odha. Banyak Odha juga mengatakan bahwa mereka berolahraga untuk manfaat psikologis. “Bagi saya, dampaknya lebih secara psikologis daripada pengobatan,” Bob Katz, seorang anggota Positive Pedalers, kelompok bersepeda yang beranggotakan Odha di California mengatakan, menambahkan, “Merasakan diri berharga dan nyaman dengan tubuh kita adalah apa yang akan diperoleh dari olahraga.”
Artikel asli: Increased Evidence Finds Exercise Beneficial to HIV-Positive People, Sacramento Bee Reports
Edit terakhir: 3 Juni 2008