Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Prevalensi tinggi kanker rahim terkait tipe HPV pada perempuan HIV-positif di Uganda Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Michael Carter, aidsmap.com Tgl. laporan: 1 Mei 2008

Hampir 50% perempuan HIV-positif di Rakai, Uganda terinfeksi tipe virus papiloma manusia (human papilloma virus/HPV) yang terkait dengan risiko kanker rahim. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sexually Transmitted Infections versi internet. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perempuan yang dilaporkan memiliki gejala TB, ruam atau kandiasis mulut, yang semuanya dikaitkan dengan HIV, lebih berisiko terhadap infeksi tipe HPV yang berpotensi sebagai penyebab kanker.

Lima belas tipe HPV dikaitkan dengan risiko kanker rahim. Program skrining tes PAP (PAP smear) dan pengobatan lesi prakanker mengakibatkan penurunan kejadian kanker rahim secara bermakna di negara maju, misalnya Inggris. Kurang lebih 80% kasus kanker rahim sekarang muncul di rangkaian terbatas sumber daya.

Sejumlah faktor di negara tersebut menyokong prevalensi kanker rahim yang lebih tinggi, termasuk keterbatasan akses skrining dan terapi lesi prakanker serta pemeriksaan vagina yang kurang dapat diterima.  Infeksi HIV prevalensi tinggi di negara terbatas sumber daya, khususnya di wilayah selatan  Afrika juga mungkin sebagai faktor. 

Para peneliti melibatkan kohort penelitian besar pada komunitas Rakai, sebelumnya menunjukkan bahwa menyeka vagina sendiri untuk analisis HPV adalah dimungkinkan dan bahwa ada penyesuaian yang tinggi antara penentuan tipe HPV dari sekaan ini dan yang diambil oleh dokter.  Para peneliti sekarang ingin menentukan faktor yang terkait dengan kehadiran tipe HPV yang berpotensi sebagai penyebab kanker pada sekaan vagina yang diambil sendiri.

Contoh penelitian melibatkan 926 perempuan yang menyediakan sekaan tiga kali berturut-turut. Analisis ketiga sekaan ini menunjukkan bahwa 19% perempuan mempunyai tipe HPV yang berpotensi sebagai penyebab kanker di vagina mereka. Tetapi prevalensi HPV tipe ini lebih tinggi secara bermakna pada perempuan HIV-positif (47%) dibandingkan perempuan HIV-negatif (15%, p < 0,001).

Analisis multivariate menunjukkan bahwa HIV tidak terkait dengan tipe HPV yang berpotensi sebagai penyebab kanker (rasio odds yang disesuaikan [AOR] = 4,91; CI, 95% 3,14-7,66). Usia yang lebih muda juga adalah faktor risiko yang bermakna, sebagaimana juga memiliki dua pasangan seksual atau lebih selama dua belas bulan terakhir (AOR = 2,51; CI 95%, 1,26-4,99).  Peserta yang melaporkan TB, ruam atau kandiasis mulut juga secara bermakna lebih mungkin tertular tipe HPV risiko tinggi (AOR = 4,52; CI 95%, 1,01-20,21).

“Temuan ini berdampak penting terhadap penelitian di masa mendatang di rangkaian terbatas sumber daya dan yang terpenting di tempat di mana perempuan enggan terlibat dalam penelitian yang mengandalkan pemeriksaan vagina untuk pengumpulan data”, para peneliti menulis. 

“Status HIV, herpes zoster, kandidiasis mulut atau infeksi TB dikaitkan dengan HPV karsinogenik, sesuai dengan penelitian lain yang menemukan HIV, dan penekanan kekebalan terkait HIV tidak terkait dengan status HPV-positif”, para peneliti melanjutkan. Mereka berpendapat “di antara Odha, kemungkinan penekanan kekebalan mengakibatkan reaktivasi infeksi yang tertidur (laten) tersebut serta juga mengurangi pemberantasan HPV.”

Ringkasan: High prevalence of cervical cancer-associated HPV strains in HIV-positive women in Uganda

Sumber: Safaeian M et al. Prevalence and risk factors for carcinogenic human papillomavirus infection in rural Rakai, Uganda. Sex Transm Infect (online edition), published April 2nd, 2008.

Edit terakhir: 20 Mei 2008