| Asiklovir untuk mencegah infeksi HIV? | Unduh versi PDF |
| Oleh: Charles B. Hicks, MD, AIDS Clinical Care | Tgl. laporan: 10 September 2007 |
Uji coba di Tanzania yang dipresentasikan dalam konferensi IAS keempat, asiklovir tidak berdampak pada kejadian penularan HIV pada perempuan yang terinfeksi HSV; tetapi kepatuhan terhadap obat kurang baik.
Karena tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV, strategi lain untuk menghilangkan tingkat infeksi sangat dibutuhkan, terutama di Afrika. Satu cara adalah melibatkan penekanan infeksi virus herpes (HSV), yang dianggap berperan terhadap sebagian besar infeksi HIV di Afrika sub-Sahara. Dalam uji coba sebelumnya terhadap perempuan koinfeksi di Burkina Faso, menekan infeksi HSV mengurangi viral load HIV dalam darah dan pengeluaran di kelamin. Apakah penekanan semacam ini dapat mengurangi kejadian infeksi HIV pada perempuan yang hanya terinfeksi HSV masih belum diketahui. Para peneliti berdalil bahwa HSV yang kambuh mungkin memfasilitasi penularan HIV dengan cara merusak penghambat epitelial terhadap infeksi dan menciptakan lingkungan CD4 yang memungkinkan pada ulkus kelamin HSV.
Pada konferensi IAS keempat, Watson-Jones dan rekan menjelaskan tentang uji coba secara acak, double-blind yang dilakukan di antara 821 perempuan HIV-negatif di Tanzania yang mempunyai bukti serologi infeksi HSV-2 dan relatif berisiko tinggi terhadap infeksi HIV karena mereka bekerja di bar, losmen dan tempat yang serupa [Abstract MOAC104]. Peserta menerima asiklovir oral (400mg) atau plasebo dua kali sehari hingga 30 bulan dan ditindaklanjuti setiap selang tiga bulan.
Analisis keluar berarti gagal (intent-to-treat/ITT), asiklovir tidak menunjukkan dampak terhadap kejadian infeksi HIV (4,25% dengan plasebo dan 4,29% dengan asiklovir). Hasil nihil serupa terlihat dalam analisis ITT yang diubah, dengan hasilnya dikurangi untuk 216 perempuan yang keluar dari penelitian (kebanyakan karena hamil). Walaupun asiklovir tampaknya mempunyai manfaat dalam analisis ITT di antara perempuan yang paling patuh, temuan ini tidak bermakna secara statistik.
Hal yang mengecewakan ini paling tidak sebagian karena ketidakpatuhan. Selama enam bulan penelitian, hanya kurang lebih 80% perempuan yang memakai sedikitnya sepertiga tablet yang diresepkan, dan kepatuhan menurun pada masa tindak lanjut yang lebih lama. Walaupun terapi asiklovir tetap menjadi strategi yang mungkin bernilai untuk mengurangi penularan HIV pada perempuan yang terinfeksi HSV, masalah praktis yang berhubungan dengan strategi harus ditangani sebelum peran utama asiklovir dapat ditentukan.
Artikel asli: Acyclovir to Prevent HIV Infection?
Edit terakhir: 5 Oktober 2007