Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Hubungan antara penggunaan alkohol dan kelanjutan HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Universitas Boston Tgl. laporan: 20 Agustus 2007

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston (BUSM) menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan pengembangan penyakit HIV pada Odha. Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes versi internet edisi Agustus 2007.

Penggunaan alkohol adalah umum pada Odha, dan dampaknya terhadap pengembangan penyakit HIV sudah dinilai dalam penelitian in-vitro, pada hewan dan manusia. Alkohol dapat berdampak buruk terhadap fungsi kekebalan pada Odha dengan berbagai mekanisme, termasuk peningkatan replikasi HIV dalam limfosit.

Para peneliti menilai jumlah CD4, viral load HIV, dan asupan alkohol pada 595 Odha yang bermasalah dengan alkohol. Hubungan antara pengembangan penyakit HIV dengan asupan alkohol diteliti dengan menekan model regresi longitudinal terhadap faktor prognostik yang diketahui, termasuk kepatuhan dan gejala depresi, dan dikelompokkan berdasarkan penggunaan terapi antiretroviral (ART). Pada peserta yang tidak memakai ART, asupan alkohol berat dikaitkan dengan jumlah CD4 yang lebih rendah. Pada peserta yang memakai ART, asupan alkohol berat tidak dikaitkan dengan jumlah CD4 yang lebih rendah atau viral load HIV yang lebih tinggi. “Penggunaan alkohol pada pasien dengan penyakit semacam HIV dapat berdampak penting terhadap kesehatan masyarakat,” dikatakan pemimpin penulis Jeffrey Samet, MD, MPH, profesor fakultas kedokteran di BUSM dan ketua General Internal Medicine di Boston Medical Center. “Odha yang minum alkohol secara berlebihan dan tidak memakai ART mungkin dapat mengurangi risiko terhadap pengembangan penyakit apabila mereka berhenti minum alkohol.”

Selanjutnya para peneliti mencatat bahwa ada bukti besar tentang kemanjuran intervensi secara singkat pada penggunaan alkohol secara tidak sehat pada orang yang bukan pecandu alkohol dalam sarana medis dan kemanjuran pengobatan psikososial dan farmakologi untuk kecanduan alkohol. “Walaupun bukti kemanjuran intervensi untuk masalah alkohol terutama pada Odha terbatas, penerapannya pada populasi Odha tampaknya merupakan tujuan yang layak,” menurut penulis senior, Richard Saitz MD, MPH, profesor fakultas kedokteran di BUSM, direktur Clinical Addiction Research and Education Unit di Boston Medical Center, dan anggota direktur Boston University School of Public Health Youth Alcohol Prevention Center.

Artikel asli: Study shows link between alcohol consumption and HIV disease progression

Edit terakhir: 26 September 2007