Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

HIV memicu ‘kebalikan dari kanker’ pada otak Logo Acrobat Unduh versi PDF
Oleh: Ewen Callaway, Nature.com Tgl. laporan: 15 Agustus 2007

Sebuah penelitian menunjukkan bagaimana HIV dapat mencegah pembuatan neuron (sel saraf) oleh otak memberi penjelasan mengapa beberapa pasien AIDS mengalami demensia – dan memberi usulan pengobatan.

Demensia akibat HIV adalah penyebab utama penurunan kognitif pada orang di bawah usia 40 tahun, dikatakan oleh Stuart Lipton, biologis dari Burnham Institute for Medical Research di La Jolla, California, AS yang memimpin penelitian Cell Stem Cell [1]. Para peneliti tidak yakin apa penyebab kondisi ini, yang menyerang 10-30% orang dengan HIV dan menyebabkan gejala termasuk menjadi pelupa dan kaki yang lemah. Bila tidak diobati dengan obat antiretroviral (ARV), penderita dapat – masuk koma.

Para ahli biologi mempunyai dua teori untuk menjelaskan demensia terkait AIDS. Mungkin karena waktu HIV menulari sejenis sel darah putih yang disebut makrofag, sel tersebut mengeluarkan zat peradang untuk melawan infeksi tersebut, tetapi sayangnya juga menghancurkan neuron.

Atau HIV dapat mengakibatkan kerusakan secara lebih langsung. Sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa protein pada permukaan virus, yang disebut gp120 – dapat menghentikan sel batang otak untuk membelah diri [2]. Sel batang baru tersebut diperlukan untuk membentuk neuron baru.

Tidak terbelah

Untuk menyelidiki, Lipton dan Shu-ichi Okamoto meneliti sejenis tikus yang secara genetik dirancang untuk membuat protein virus gp120. Di bawah mikroskop, otak tikus tampak serupa dengan otak manusia yang mengalami demensia terkait AIDS, Lipton mengatakan.

Pada waktu tim meneliti tikus secara lebih cermat, mereka menemukan banyak sel batang saraf tertahan pada gigi ‘neutral’, tidak dapat terbelah dan membentuk sel baru.

Sel batang saraf pada tikus yang sudah diubah secara genetik juga mengandung lebih banyak protein yang disebut p38 dibandingkan dengan tikus normal. Pada sel yang sehat, p38 melindungi terhadap kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel ketika untaian DNA dirusak. Apabila HIV memicu pembuatan begitu banyak p38 sehingga menghentikan proses pembelahan sel, “ini adalah kebalikan dari kanker”, dikatakan Lipton. Para peneliti juga menemukan protein lain terkait dengan p38 pada sel batang saraf tikus yang menunjukkan gp120.

“Ini adalah petunjuk pertama mengenai bagaimana HIV dapat menyerang sel batang dan menyebabkannya tidak berfungsi,” Lipton mengatakan.

Penyembuh kimia

Obat yang mampu menghambat p38 sedang dalam uji coba untuk penyakit autoimun misalnya rematik, dan tim Lipton saat ini sedang menguji obat semacam itu pada tikus sebagai pengobatan yang mungkin untuk demensia terkait AIDS.

Saat ini, ARV kadang-kadang membantu mencegah demensia, tetapi sebagian lebih efektif dibandingkan yang lain, dan lama kelamaan pasien menjadi resistan terhadap obat tersebut. Cara lain yang berbeda untuk mengobati kondisi ini akan berguna bagi pasien yang tidak menanggapi ART, dikatakan Francisco Gonzales-Scarano, ahli saraf dari Universitas Pennsylvania di Philadelphia, AS. “Pada titik ini sebetulnya belum ada [pengobatan semacam itu],” dia mengatakan.

Tetapi Gonzales-Scarano ragu apakah sungguh ada protein virus yang cukup dalam otak pasien AIDS untuk menyebabkan demensia. Bila tidak, mekanisme lain yang kurang secara langsung, mungkin penyebab masalah ini.

Ringkasan: HIV triggers the ‘opposite of cancer’ in the brain

Sumber:
1. Okamoto, S. et al. Cell Stem Cell 1, 230-236 (2007).
2. Krathwohl, M. D. & Kaiser, J. L. Infect. Dis. 190, 216-226 (2007).

Edit terakhir: 16 September 2007