| Penularan HCV dari ibu-ke-bayi lebih mungkin bila ibu koinfeksi | Unduh versi PDF |
| Oleh: Derek Thaczuk, aidsmap.com | Tgl. laporan: 29 Maret 2007 |
Sebuah meta-analisis baru telah membuktikan bahwa risiko penularan virus hepatitis C (HCV) dari ibu-ke-bayi (PMTCT) hampir dua kali lipat pada ibu yang koinfeksi HCV/HIV. Pada ibu yang koinfeksi dengan viral load HCV terdeteksi, risikonya hampir tiga kali lipat. Hasil meta-analisis ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Infectious Diseases edisi 15 April 2007, menguatkan hasil meta-analisis 2003 yang dilakukan oleh peneliti lain.
Tingkat PMTCT HCV berkisar dari 4 sampai 10 persen; ibu dengan koinfeksi HIV lebih cenderung untuk menularkan HCV ke anak mereka. Meta-analisis sebelumnya (Pappalardo, 2003) menentukan odds ratio untuk ibu yang koinfeksi HIV dibandingkan dengan ibu HIV-negatif sebagai 2,82 (95% CI, 1,78 sampai 4,45, p=0,00001) untuk perempuan antibodi HCV-positif, dan 1,97 (95% CI, 1,04 sampai 3,74, p=0,04) untuk perempuan dengan HCV terdeteksi dalam darah.
Para peneliti dari fakultas kedokteran Universitas Johns Hopkins melakukan penelitian meta-analisis serupa termasuk dua penelitian besar yang tidak diterbitkan pada saat meta-analisis Pappalardo. Salah satunya – penelitian European Pediatric Hepatitis C Virus Network (EPHN) – adalah kelompok sejenis yang terbesar hingga saat ini dengan melibatkan 1.479 bayi.
Kesimpulan tim peneliti diambil dari analisis terbatas yang diyakini menyediakan penilaian yang paling dapat diandalkan. Berdasarkan analisis ini, PMTCT 1,9 kali lebih mungkin pada ibu dengan koinfeksi HIV/HCV dibandingkan ibu dengan infeksi HCV tanpa HIV (95% CI, 1,36 sampai 2,67). Ibu koinfeksi dengan viral load HCV terdeteksi, risikonya adalah 2,82 kali lipat lebih besar (95% CI, 1,17 sampai 6,81) dibandingkan ibu yang HIV-negatif dengan HCV tidak terdeteksi.
Sebagian besar laporan Johns Hopkins merincikan metodologi tentang bagaimana penelitian dipilih meta-analisis. Peninjauan kembali kepustakaan pada awal menemukan 243 artikel yang pernah diterbitkan “mungkin berkaitan” (abstrak dari konferensi tidak dipertimbangkan). Dari artikel tersebut, tim hanya memilih hasil yang diterbitkan dalam bahasa Inggris (selain beberapa kriteria lain) yang mengkajikan data asli, membandingkan perempuan koinfeksi HCV dengan perempuan hanya terinfeksi HCV, dan melibatkan sedikitnya 20 perempuan koinfeksi. Hal ini menyisakan hanya sepuluh penelitian (kebanyakan di Eropa), yang diterbitkan antara 1993 dan 2005 (Lam, 1993; Zanetti, 1995; Paccagnini, 1995; Zuccotti, 1995; Tovo, 1997; Zanetti, 1998; Granovsky, 1998; Resti, 2002; Rerrero, 2003; EPHN, 2005). Semuanya kecuali hanya satu yang adalah kelompok prospektif, secara keseluruhan menghasilkan sejumlah 4.424 pasangan ibu dan bayi, 19,4 persennya adalah ibu yang koinfeksi.
Tetapi, para peneliti merasa bahwa “estimasi yang paling tepat” didapat dari kelompok yang bahkan lebih terbatas – lima penelitian dengan jumlah sampel sedikitnya 50. Odds ratio pada ibu yang koinfeksi, dihitung dari sepuluh penelitian yang mula-mula dipilih adalah 2,75 (95% CI, 1,51 sampai 4,99). Tetapi, analisis tersebut menunjukkan bahwa estimatsi dalam kelompok ini adalah “beraneka-ragam dan idealnya tidak digabungkan”. Kesulitan untuk membandingkan dianggap diakibatkan karena “tidak ada kriteria diagnosis HCV yang dibakukan dan ketidakmampuan untuk mengendalikan pengacau yang dikenal,” misalnya ketidakjelasan seleksi, mangkir, dan cara kelahiran (bedah sesar banding lahir vagina). Oleh karena itu para peneliti menganalisis berbagai subkelompok di antara ke-sepuluh penelitian, menuju pada odds ratio 1,9 kali lipat dari lima penelitian (Paccagnini, Tovo, Granovsky, Resti, dan EPHN) yang “menunjukkan keragaman yang rendah, dan secara keseluruhan mutunya lebih baik.”
Meski ada kesamaan dengan penemuan 2003, laporan ini menyimpulkan bahwa masih diperlukan lebih banyak penelitian, terutama “penelitian besar yang dapat mengendalikan pengacau yang dikenal, memakai kriteria seleksi yang jelas ... dan menerapkan tes HCV yang sudah dibakukan.”
Ringkasan: Meta-analysis confirms hepatitis C vertical transmission more likely with coinfected mothers
Sumber:
Polis CB et al. Impact of maternal HIV coinfection on the vertical transmission of hepatitis C virus: a meta-analysis. Clin Inf Dis 44:1123-1131, 2007.
Pappalardo BL. Influence of maternal human immunodeficiency virus (HIV) co-infection on vertical transmission of hepatitis C virus (HCV): a meta-analysis. Int J Epidemiol 32:727-734, 2003.
Edit terakhir: 26 April 2007