Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 950 Diperbarui 1 Juli 2010
Profilaksis untuk Bayi & Anak Logo Acrobat Unduh versi PDF

Berikut adalah terjemahan bagian dari Co-trimoxazole Prophylaxis for HIV-exposed and HIV-infected Infants and Children; Practical approaches to implementation and scale up, yang diterbitkan oleh WHO dan UNICEF 6 Desember 2009. Hubungi Spiritia untuk mendapatkan dokumen yang lengkap.

Dasar Pemikiran

Kotrimoksazol (kotri) adalah gabungan dua antibiotik: sulfametoksazol dan trimetoprim – lihat Lembaran Informasi (LI) 535. Obat ini paling sering dipakai sebagai penanganan lini pertama untuk infeksi saluran pernapasan secara akut (acute respiratory infection/ARI) pada anak, tetapi juga dipakai untuk mengobati diare dan PCP (lihat LI 512), serta infeksi saluran kencing dan kuping tengah.

Untuk mencegah PCP di antara Odha, kotri menjadi standar perawatan selama bertahun-tahun, berdasarkan sejumlah penelitian yang menunjukkan manfaat, terutama pada orang dewasa terinfeksi HIV. Pada awal ada ketakutan antara pembuat kebijakan bahwa penggunaan profilaksis kotri secara luas akan mengurangi kemanjurannya dalam penanganan ARI, dan akan mengakibatkan resistansi terhadap antibiotik di beberapa patogen yang umum. Penelitian yang lebih baru tidak mendukung ketakutan ini, dan sudah menunjukkan manfaat pada tingkat populasi.

Sudah ditunjukkan bahwa profilaksis kotri memberi manfaat yang lebih luas daripada sekadar pencegahan PCP. Sebuah penelitian di antara anak terinfeksi HIV di Zambia menunjukkan bahwa, antara yang memakai kotri, mortalitas dikurangi 50% dan jumlah anak yang dirawat inap menurun secara bermakna.

Kotri juga melindungi terhadap peristiwa malaria (diperkirakan perlindungan 99,5%), dan juga mengurangi mortalitas dari malaria pada anak terinfeksi HIV.

Selain manfaat klinis profilaksis kotri untuk mencegah infeksi oportunistik (IO) terkait HIV, manfaat lain termasuk:

Usulan WHO

Bayi dan anak terpajan HIV (anak dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV atau disusui oleh ibu terinfeksi HIV sampai pajanan berhenti, enam minggu setelah penyusuan dihentikan):

Di rangkaian dengan prevalensi HIV yang tinggi, mortalitas bayi yang tinggi akibat infeksi menular dan prasarana layanan kesehatan yang terbatas, WHO mengusulkan profilaksis kotri untuk semua bayi dan anak terpajan HIV, mulai empat sampai enam minggu setelah lahir, dan diteruskan sampai paling cepat enam minggu setelah pemberhentian risiko penularan HIV dan anak dipastikan tidak terinfeksi HIV secara tuntas.

Bayi dan anak terinfeksi HIV:

Anak dengan riwayat pengobatan PCP harus diberi rejimen yang sama yang diusulkan untuk profilaksis primer.

Kepatuhan

Kepatuhan mungkin menjadi tantangan bila kotri harus diberi pada bayi yang sangat kecil, atau harus memakainya untuk jangka waktu yang lama. Memastikan kepatuhan yang baik adalah proses yang dilakukan terus-menerus, yang mulai dengan pemeriksaan klinis pertama dan diteruskan pada setiap pertemuan dengan pengasuh.

Namun kepatuhan yang tidak sempurna terhadap profilaksis kotri tidak boleh dianggap alasan untuk menghentikannya, karena manfaat pada pencegahan ditahan dengan dosis tiga kali seminggu. Walau manfaat mungkin dikurangi dengan kepatuhan yang tidak sempurna, kemungkinan tetap ada manfaat.

Pemberhentian profilaksis kotri pada bayi dan anak

Mungkin profilaksis kotri harus dihentikan akibat efek samping yang berat. Walau jarang terjadi, efek samping yang gawat terhadap kotri seperti ruam kulit yang berat, sindrom Stevens-Johnson (LI 562), atau anemia atau pansitopenia yang berat dapat dialami.

Orang tua/wali atau pengasuh lain harus diberi informasi secara tulis atau lisan mengenai efek samping yang dapat terjadi, dan dianjurkan untuk berhenti penggunaan kotri, dan lapor pada layanan kesehatan terdekat bila efek samping terkait kotri dicurigai.

Bukti saat ini belum cukup untuk mengusulkan pemberhentian profilaksis kotri setelah anak mulai ART.

Tabel: Takaran kotrimoksazol pada bayi dan anak

Takaran harian yang diusulana Sirop (200 + 40mg/5ml) Tablet anak (100 + 20mg) Tablet dewasa (400 + 80mg)
<6 bulan atau <5kg 100 + 20mg 2,5mlb 1 tablet ¼ tabletc
6 bulan-5 tahun atau 5-15kg 200 + 40mg 5mld 2 tablet ½ tablet
6-14 tahun atau 15-30kg 400 + 80mg 10ml 4 tablet 1 tablet
>14 tahun atau >30kg 800 + 160mg 2 tablet
Diberikan sekali sehari
a. Beberapa negara memilih untuk memakai takaran berdasarkan berat badan.
b. Dicampur dengan makanan atau dengan sejumlah kecil susu atau air.
c. Membelah tablet menjadi seperempat tidak dianggap praktek yang baik. Hal ini hanya dapat dilakukan bila sirop tidak tersedia, dan mungkin harus dipuyer dan dicampur pada makanan.
d. Anak berusia ini (6 bulan-14 tahun) mungkin dapat menelan tablet yang dipuyer.

Diperbarui 1 Juli 2010