Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 930 Diperbarui 7 Juli 2006

Pemulasaraan Jenazah

Logo Acrobat Unduh versi PDF

Perawatan jenazah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan kewaspadaan universal tanpa mengakibatkan tradisi budaya dan agama yang dianut keluarganya. Setiap petugas kesehatan terutama perawat harus dapat menasehati keluarga jenazah dan mengambil tindakan yang sesuai agar penanganan jenazah tidak menambah risiko penularan penyakit seperti halnya hepatitis-B, AIDS, kolera dsb. Tradisi yang berkaitan dengan perlakuan terhadap jenazah tersebut dapat diizinkan dengan memperhatikan hal yang telah disebut di atas, seperti misalnya mencium jenazah sebagai bagian dari upacara penguburan. Perlu diingat bahwa virus HIV hanya dapat hidup dan berkembang dalam tubuh manusia hidup, maka beberapa waktu setelah penderita infeksi-HIV meninggal, virus pun akan mati.

Beberapa pedoman perawatan jenazah adalah seperti berikut:

A. Tindakan di Luar Kamar Jenazah

1.   Mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan

2.   Memakai pelindung wajah dan jubah

3.   Luruskan tubuh jenazah dan letakkan dalam posisi terlentang dengan tangan di sisi atau terplipat di dada

4.   Tutup kelopak mata dan/atau ditutup dengan kapas atau kasa; begitu pula mulut, hidung dan telinga

5.   Beri alas kepala dengan kain handuk untuk menampung bila ada rembesan darah atau cairan tubuh lainnya

6.   Tutup anus dengan kasa dan plester kedap air

7.   Lepaskan semua alat kesehatan dan letakkan alat bekas tersebut dalam wadah yang aman sesuai dengan kaidah kewaspadaan universal

8.   Tutup setiap luka yang ada dengan plester kedap air

9.   Bersihkan tubuh jenazah dan tutup dengan kain bersih untuk disaksikan oleh keluarga

10.Pasang label identitias pada kaki

11. Bertahu petugas kamar jenazah bahwa jenazah adalah penderita penyakit menular

12. Cuci tangan setelah melepas sarung tangan

B. Tindakan di Kamar Jenazah

1.   Lakukan prosedur baku kewaspadaan universal yaitu cuci tangan sebelum memakai sarung tangan

2.   Petugas memakai alat pelindung:

3.   Jenazah dimandikan oleh petugas kamar jenazah yang telah memahami cara membersihkan/memandikan jenazah penderita penyakit menular

4.   Bungkus jenazah dengan kain kaifan atau kain pembungkus lain sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut

5.   Cuci tangan dengan sabun sebelum memakai sarung tangan dan sesudah melepas sarung tangan

6.   Jenazah yang telah dibungkus tidak boleh dibuka lagi

7.   Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik untuk pengawetan kecuali oleh petugas khusus yang telah mahir dalam hal tersebut

8.   Jenazah tidak boleh diotopsi. Dalam hal tertentu otopsi dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pimpinan rumah sakit dan dilaksanakan oleh petugas yang telah mahir dalam hal tersebut

9.   Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah:

Dibuat 7 Juli 2006 berdasarkan ‘Pedoman Tatalaksanaan Klinis Infeksi HIV di Sarana Pelayanan Kesehatan’ halaman 198-199, terbitan PPM & PL Depkes 2001