Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 803 Diperbarui 1 Oktober 2014
Merokok dan HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF

Mengapa Merokok Lebih Berbahaya untuk Odha?

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan HIV di AS lebih mungkin merokok dibandingkan orang HIV-negatif. Walaupun keadaan di Indonesia belum diketahui, ada kesan bahwa sebagian besar Odha masih merokok. Merokok dapat mengganggu fungsi paru pada orang yang sehat. Pada Odha, merokok membuatnya lebih sulit melawan infeksi yang berat.

Saat ini, berkat terapi antiretroviral (ART), Odha bertahan hidup semakin lama. Namun mutu hidup jangka panjang ini dapat terganggu oleh merokok dan masalah terkait. Penelitian baru ini menunjukkan bahwa perokok dengan HIV kehilangan lebih banyak tahun kehidupan akibat rokok dibandingkan akibat HIV.

Apa Risiko Merokok?

Merokok melemahkan sistem kekebalan tubuh, dengan akibat sistem tersebut lebih sulit melindungi kita dari infeksi oportunistik. Hal ini terutama benar untuk infeksi yang dikaitkan dengan paru. Risiko ini juga meliputi merokok mariyuana (ganja), bukan hanya tembakau. HIV meningkatkan risiko penyakit paru kronis.

Merokok dapat berpengaruh pada penguraian obat oleh hati. Merokok juga dapat memburukkan masalah hati, misalnya hepatitis.

Merokok dan efek samping

Odha yang merokok lebih mungkin mengalami efek samping dari obat HIV. Misalnya, perokok lebih mungkin mengalami mual dan muntah sebagai efek samping dari obat antiretroviral (ARV).

Merokok meningkatkan risiko efek samping jangka panjang obat dan dampak lain dari infeksi HIV. Ini termasuk osteoporosis (tulang lemah yang lebih rentan patah – lihat Lembaran Informasi (LI) 557) dan osteonekrosis (kematian tulang – lihat LI 559). ART sendiri memang sedikit meningkatkan risiko penyakit jantung, tetapi di antara risiko serangan jantung dan stroke akibat kegiatan hidup yang kita dapat kendalikan, merokok adalah yang terbesar. Penelitian baru menemukan bahwa berhenti merokok lebih efektif mengurangi risiko serangan jantung pada Odha dibandingkan faktor lain misalnya perubahan pada pengobatan.

Merokok dan infeksi oportunistik

Odha yang merokok lebih mungkin mengembangkan beberapa infeksi oportunistik (lihat LI 500), termasuk:

Untuk perempuan, merokok dapat meningkatkan risiko dan beratnya infeksi dengan human papilloma virus (HPVLI 507). Infeksi ini meningkatkan risiko penyakit pada leher rahim.

Baru-baru ini, bakteri yang menyebabkan Mycobacterium avium complex (MAC – LI 510) dikaitkan dengan merokok. Bakteri ini ditemukan pada tembakau, kertas rokok dan saringan rokok walaupun benda tersebut sudah terbakar.

Merokok dan risiko kematian

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa merokok di antara Odha berhubungan dengan angka kematian yang lebih tinggi. Hal ini berlaku untuk perokok dan mantan perokok. Peningkatan tertinggi pada risiko kematian – 60% – adalah untuk penyakit kardiovaskular (jantung) dan beberapa jenis kanker.

Bagaimana Kita Dapat Berhenti Merokok?

Merokok, atau sebetulnya menghirup nikotin, sangat menimbulkan ketagihan atau adiksi. Sangat sulit berhenti merokok. Tidak ada satu cara yang terbaik buat kita semua. Cara terbaik tergantung pada orang. Dokter dapat membantu memilihkan cara yang terbaik untuk kita.

Beberapa orang berhenti merokok mendadak (“cold turkey”). Orang lain membutuhkan suatu macam dukungan. Dukungan ini dapat bersifat obat yang membantu menangani gejala fisik lepas zat. Ada juga macam terapi yang menangani masalah ketagihan psikologis.

Gejala lepas nikotin dapat diobati. Beberapa obat dapat dibeli tanpa resep, sementara yang lain mungkin membutuhkan resep. Permen karet atau lozenge yang mengurangi ketagihan sering dijual tanpa resep. Obat resep termasuk inhaler dan semprot hidung, serta juga pil. Obat ini semua mengobati gejala fisik dan kimia lepas zat. Namun penggunaan dua jenis obat penghentian merokok, yaitu vareniklin dan bupropion menimbulkan risiko perubahan perilaku, suasana hati yang depresi, permusuhan, dan rasa ingin bunuh diri.

Beberapa orang juga mendapat bantuan berhenti merokok dengan:

Beberapa orang berhasil dengan terapi tradisional, misalnya akupunktur atau hipnosis.

Garis Dasar

Merokok meningkatkan risiko timbulnya masalah lebih berat akibat HIV. Merokok dapat mengurangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Merokok berdampak lebih buruk pada ketahanan hidup dan kesehatan secara keseluruhan dibandingkan HIV.

Ada berbagai macam cara untuk berhenti merokok. Bicaralah dengan dokter untuk mencari cara terbaik.

Diperbarui 1 Oktober 2014 berdasarkan FS 803 The AIDS InfoNet 26 Agustus 2014