Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 802 Diperbarui 1 Juli 2012
Olahraga dan HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF

Mengapa Olahraga Penting?

Olahraga tidak dapat mengendalikan atau melawan penyakit HIV, tetapi dapat membantu kita merasa lebih sehat dan melawan berbagai dampak dari HIV dan efek samping obat yang dipakai oleh Odha.

Apa Manfaat Olahraga?

Olahraga yang tidak terlalu berat dan dilakukan secara berkala memberi manfaat yang sama pada Odha seperti pada orang lain. Olahraga dapat:

Apa Risiko Olahraga?

Pedoman Olahraga untuk Odha

Jangan berlebihan

Program olahraga yang sedang akan membantu tubuh kita mengubah makanan menjadi otot. Santai saja, dan padukan olahraga ke dalam kegiatan sehari-hari.

Meningkatkan program olahraga menjadi jadwal sedikitnya 20 menit paling tidak tiga kali seminggu. Jadwal ini dapat memberi perbaikan yang bermakna dalam kesehatan jasmani dan kita kemungkinan akan merasa lebih baik. Sebagaimana kekuatan dan energi kita meningkat, kita sebaiknya mengusahakan melakukan olahraga 45 menit sampai satu jam tiga atau empat kali seminggu.

Odha dapat meningkatkan kesehatan jasmani melalui olahraga sama seperti orang yang tidak terinfeksi HIV. Namun Odha mungkin mengalami kesulitan yang lebih besar untuk melanjutkan program olahraga akibat kelelahan (lihat LI 551) atau karena rasa nyeri pada kaki akibat neuropati – lihat LI 555.

Mulai program olahraga saat masih sehat. Hal ini dapat membantu kita menjauhkan gejala HIV yang akan mengakibatkan kita merasa kurang sehat. Upayakan untuk sering memperbarui program olahraga agar tidak menjadi bosan. Cari cara baru untuk tetap termotivasi agar menahan program olahraga. Cari teman untuk berolahraga bersama.

Tingkat kesehatan jasmani kita mungkin lebih rendah daripada dahulu. Sangat penting kita meningkatkan program olahraga kita secara bertahap agar kita tidak mengalami cedera. Cukup mulai dengan sesi sepuluh menit, dan berangsur meningkatkan waktu menjadi satu jam.

Makan dan minum secara benar

Minum cairan secukupnya sangat penting saat kita berolahraga. Tambahan air dapat membantu mengganti cairan yang hilang. Ingatlah bahwa meminum teh, kopi, cola, cokelat atau alkohol justru dapat menghilangkan cairan tubuh.

Jangan makan saat berolahraga. Sebetulnya setelah makan besar, sebaiknya kita menunggu sampai dua jam sebelum berolahraga. Dan setelah berolahraga, sebaiknya kita menunggu satu jam sebelum makan besar berikut. Makan camilan, misalnya apel atau roti gandum sebelum berolahraga dapat meningkatkan energi.

Gizi yang tepat juga penting. Dengan badan lebih bergerak, kita mungkin membutuhkan lebih banyak kalori untuk menghindari kehilangan berat badan.

Pilih olahraga yang nyaman

Pilih kegiatan olahraga yang nyaman. Apakah yoga, berlari, bersepeda, atau olahraga lain, melakukan sesuatu yang disenangi akan membantu kita tetap mengikuti program. Jangan membiarkannya menjadi suatu kebiasaan. Mengganti kegiatan bila dibutuhkan untuk tetap bermotivasi.

Jika tingkat kesehatan jasmani tinggi, kita dapat mengikuti olahraga bertanding. Keterlibatan dalam olahraga bertanding tidak berisiko menularkan HIV pada atlet lain atau pelatih.

Bila kita terluka dan berdarah, risiko menularkan HIV pada orang lain sangat kecil. Namun bila kita berdarah waktu olahraga, kita sebaiknya berhenti bermain sehingga luka dapat ditutupi.

Olahraga angkat besi

Olahraga angkat besi atau beban adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan massa tubuh tidak berlemak yang mungkin hilang akibat penyakit HIV dan penuaan. Angkat beban tiga kali seminggu untuk satu jam mungkin cukup bila dilakukan dengan baik. Menggabungkan angkat beban dengan olahraga kardiovaskular (jantung/sistem aliran darah) selama 30 menit mungkin cara terbaik untuk memperbaiki susunan tubuh dan mengurangi lemak (lipid) dan gula dalam darah. Olahraga kardiovaskular berarti melatih kelompok otot yang besar secara terus-menerus untuk sedikitnya 30 menit. Kegiatan seperti berjalan kaki cepat, jogging (berlari), bersepeda atau berenang dapat menjadi olahraga kardiovaskular.

Garis Dasar

Olahraga dapat meningkatkan tenaga, melawan kelelahan dan depresi, meningkatkan daya tahan dan kesehatan kardiovaskular, membantu mengurangi stres dan mendorong kekuatan otot. Ada kesan juga bahwa olahraga dapat meningkatkan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Ditinjau 1 Juli 2012 berdasarkan FS 802 The AIDS Infonet 22 Februari 2012