Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 700 Diperbarui 1 November 2013
Terapi Penunjang Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Terapi Penunjang Itu?

Semacam terapi yang dianggap bukan praktik medis baku ‘barat’ disebut sebagai terapi penunjang atau terapi alternatif. Istilah ‘penunjang’ lebih disukai, sebab terapi ini lebih cocok dipakai untuk melengkapi terapi ‘medis’, bukan sebagai alternatif pada terapi tersebut.

Terapi penunjang termasuk:

Beberapa dokter siap mendukung penggunaan terapi penunjang sebagai pelengkap. Mereka merasa bahwa terapi penunjang dapat mengurangi stres, meringankan beberapa efek samping obat antiretroviral (ARV), dan mempunyai manfaat lain.

Dokter lain tidak setuju dengan terapi penunjang. Mereka menganggap bahwa terapi ini tidak berdasarkan bukti uji coba yang resmi (evidence-based). Mereka yakin bahwa pasien selalu lebih mendapat manfaat dengan terapi medis.

Apakah Terapi Penunjang Aman?

Terapi penunjang dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Istilah ‘alam’ atau ‘jamu tradisional’ tidak menjamin keamanan. Walaupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendaftarkan beberapa jamu, pendaftaran itu tidak menjamin bahwa jamu tersebut aman untuk semua keadaan. Lagi pula, beberapa jamu diketahui merangsang sistem kekebalan tubuh, yang dapat berdampak buruk pada Odha, terutama dengan jumlah CD4 yang rendah. Lagi pula, beberapa ramuan dapat menurunkan tingkat ARV dalam darah.Pastikan dokter tahu SEMUA jamu/terapi yang kita pakai.

Kita juga sering ditawarkan berbagai macam jamu yang tidak didaftarkan oleh BPOM, dan dalam kemasan yang tidak menunjukkan nama produsen atau kandungan. Jamu ini tidak terjamin bersih, dan mungkin juga mengandung jamur atau kuman dan kotoran lain, yang dapat menimbulkan risiko yang lebih besar untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Daripada kita mengambil risiko dengan memakai jamu dalam kemasan yang tidak jelas, sebaiknya kita cari resep dan membuatnya sendiri dengan membeli bahan yang segar di pasar.

Walaupun kita semua menantikan obat yang mampu memberantas virus dari tubuh kita, kita harus sadar bahwa hingga saat ini, obat penyembuh belum ditemukan. Jelas bila obat macam ini ditemukan, hal ini akan menjadi berita yang heboh di seluruh dunia. Jadi, kita harus mengambil sikap sangat berhati-hati bila ditawarkan jamu atau terapi lain yang dikatakan dapat menyembuhkan AIDS agar kita tidak tertipu. Walaupun mungkin jamu tersebut tidak menimbulkan efek fisik yang berbahaya, dampak psikologis dapat sangat berat waktu dibuktikan tidak berhasil, apa lagi bila kita mengeluarkan banyak biaya untuk memakainya.

Sementara banyak orang mendapatkan manfaat dari dukungan spiritual/agama, kita harus sangat berhati-hati dengan terapi yang ditawarkan oleh orang pintar atau dukun. Ada cukup banyak cerita mengenai orang yang berhenti penggunaan terapi ARV (ART) setelah dinyatakan ‘sembuh’ oleh dukun, dengan dampak yang sangat negatif pada kelanjutan hidupnya.

Apakah Terapi Penunjang Efektif?

Berbeda dengan obat medis, sebagian besar terapi penunjang belum pernah diuji coba dengan cara yang teliti dan dapat dipercaya. Jadi adalah sulit mencari informasi yang baik mengenai efektivitas terapi penunjang. Namun sebaiknya kita coba. Cari informasi dari praktisi pengobatan tradisional yang dapat dipercaya, dari internet, atau dari kemasan. Tetapi kita selalu harus mengambil sikap ‘curiga’ terhadap semua informasi ini. Usulan dari teman yang pernah memakai terapi tersebut mungkin dapat membantu, tetapi kita harus sadar bahwa semua orang berbeda: yang efektif untuk satu orang mungkin tidak cocok untuk orang lain. Lagi pula, masalah kesehatan sering membaik secara alam tanpa tindakan; perbaikan yang terjadi setelah mulai memakai jamu mungkin adalah kebetulan.

Kadang kita ditawarkan jamu untuk meningkatkan jumlah CD4 kita. Sampai saat ini, satu-satunya tindakan yang terbukti efektif untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan jumlah CD4 adalah ART.

Ada beberapa tantangan yang lain dalam pencarian informasi yang dapat membantu kita mengambil keputusan:

Lembaran Informasi Spiritia hanya membahas berbagai macam jamu yang sering dipakai di Indonesia, dan mencoba memberi informasi untuk membantu mengambil keputusan apakah terapi patut dicoba, dan efek samping yang dilaporkan akibat penggunaan jamu tersebut. Namun, keberadaan lembaran informasi mengenai macam jamu tidak berarti bahwa penggunaan jamu tersebut disokong atau didukung oleh Spiritia.

Kerja Sama dengan Dokter

Kita sebaiknya membahas penggunaan semua terapi penunjang yang kita pakai dengan dokter. Ini sangat penting agar dokter tidak bingung bila ada reaksi buruk pada jamu yang dipakai. Lagi pula, mungkin ada jamu yang tidak boleh dipakai bersama dengan ARV yang kita pakai. Misalnya, ada jamu yang mengurangi tingkat berbagai jenis ARV dalam darah.

Mudah-mudahan dokter akan terbuka terhadap penggunaan terapi penunjang, dan akan membantu kita dalam penilaian pilihan terapi penunjang kita.

Garis Dasar

Sebagian besar Odha memakai sedikitnya satu macam terapi penunjang. Penting kita sadar bahwa ada terapi penunjang yang berbahaya, apa lagi bila kita memakai terapi antiretroviral. Yang lain adalah aman, tetapi mungkin juga tidak memberi manfaat, atau terlalu membebani kantong kita. Ada juga yang tampaknya sangat bermanfaat.

Sebaiknya kita memberi tahu dokter kita mengenai semua terapi penunjang yang kita pakai.

Ditinjau 1 November 2013 berdasarkan FS 700 AIDS InfoNet 27 Maret 2013 dan sumber lain