Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 613 Diperbarui 12 Juni 2013
Pasangan Status HIV Berbeda Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Maksud dengan Status HIV Berbeda?

Pasangan dengan satu orang terinfeksi HIV dan yang lain HIV-negatif kadang-kadang disebut “serodiskordan” atau “serostatus berbeda”. ‘Sero-’ mengacu pada serum darah. “Status HIV” mengacu pada apakah seseorang memiliki infeksi HIV atau tidak.

HIV bukanlah topik pertama yang muncul ketika sebagian besar pasangan mulai berkencan. Kita mungkin tidak tahu status HIV pasangan kita. Kita sendiri mungkin belum pernah melakukan tes HIV. Untuk berbicara tentang status HIV pun dapat sangat sulit.

Apa Masalah Khusus untuk Pasangan Serodiskordan

Orang dalam hubungan diskordan menghadapi semua hal yang sama seperti pasangan lain. Tapi ada beberapa masalah tambahan:

Cobalah membahas secara terbuka tentang keinginan kita, ketakutan kita, dan batasan kita. Ambil kesepakatan tentang tingkat risiko yang cocok dan nyaman buat kita. Mungkin ada manfaat melibatkan seorang konselor dalam diskusi.

Mengurangi Risiko

Terapi antiretroviral (ART – lihat LI 403) mampu mengendalikan infeksi HIV secara sangat baik. Kabar baik tentang penggunaan ART adalah seberapa baik keberhasilannya. Belum ada obat penyembuhan untuk infeksi HIV, jadi ART tidak akan memberantas HIV dari tubuh, tetapi dapat membantu kita menjalani kehidupan yang sehat dan penuh.

ART juga dapat mengurangi kemungkinan kita menularkan infeksi HIV pada pasangan. Jika viral load kita tetap tidak terdeteksi (lihat LI 125), risiko kita akan menularkan infeksi HIV pada pasangan menjadi sangat amat kecil.

Namun, ada beberapa hal penting untuk diingat:

Walau begitu, sangat jarang pasangan menjadi terinfeksi HIV dari pengguna ART dengan viral load tidak terdeteksi.

Penggunaan Kondom

Walau risiko bisa tertekan menjadi rendah, masih masuk akal untuk mengambil langkah tambahan, yaitu untuk memakai kondom saat berhubungan seks dengan pasangan terinfeksi HIV. Kondom sangat efektif untuk mencegah penularan HIV serta berbagai infeksi menular seksual lain. Kondom sebaiknya dipakai dengan cara benar setiap kali kita berhubungan seks. Jika kita membiasakan penggunaan kondom, kita dapat bersantai dan lebih menikmati diri sendiri selama kegiatan seksual.

Bila Kita Terpajan HIV...

Jika kondom pecah, atau jika kita lupa untuk memakainya, penggunaan ARV oleh pasangan HIV-negatif mungkin mencegah penularan. Bicaralah dengan dokter tentang Profilaksis Pascapajanan (PPP, lihat LI 156). Jangan hanya memakai beberapa dosis ARV dari pasangannya! ARV yang dia pakai mungkin bukan obat yang tepat. Agar PPP paling mungkin berhasil, penggunaan ARV harus dimulai segera setelah terpajan HIV. Sebelum terjadi, bahas PPP dengan dokter sehingga kita tahu pilihan jika terjadi kecelakaan yang memajankan pasangan negatif  terhadap HIV. Minta agar disediakan ‘starter kit’ dengan isi beberapa dosis pertama PPP, agar profilaksis dapat langsung dimulai kalau ada kejadian yang tidak diinginkan.

Memperoleh Keturunan

Jelas walau penggunaan kondom akan mencegah agar pasangan negatif tidak terinfeksi HIV, kondom juga mencegah kehamilan. Jadi kondom harus dilepas bila kita ingin punya anak. Adanya infeksi HIV tidak mengurangi hak kita untuk mendapat keturunan. Namun jelas harus dilakukan tindakan agar mengurangi kemungkinan pasangan yang negatif menjadi terinfeksi dan agar anak tidak terinfeksi HIV waktu lahir. Masalah ini dibahas secara dalam di LI 617.

Kalau ibu yang negatif terlanjur terinfeksi HIV selama kehamilan, risiko bayi akan terinfeksi semakin besar. Jadi upaya pencegahan semakin penting selama kehamilan.

Garis Dasar

Pasangan diskordan (satu terinfeksi HIV, yang lain tidak) menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan pasangan lain. Mereka membutuhkan informasi yang lengkap dan benar mengenai cara melangsungkan kehidupan bersama, dan bagaimana pasangan negatif dilindungi agar tetap tidak terinfeksi. Namun mereka tetap mempunyai hak untuk mendapatkan anak, jadi juga harus diberi informasi mengenai cara memperoleh keturunan dengan cara yang paling aman.

Penyediaan beberapa dosis pertama obat ARV sebagai awal PPP akan meningkatkan kenyamanan waktu berhubungan seks, dengan memastikan dapat dilakukan tindakan pencegahan bila kondom pecah atau kecelakaan lain terjadi.

Dibuat 12 Juni 2013 berdasarkan FS 613 The AIDS InfoNet 25 Januari 2013 dan sumber lain