Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 531 Diperbarui 4 Desember 2013
Siprofloksasin Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Siprofloksasin Itu?

Siprofloksasin (ciprofloxacin atau sipro) adalah obat antibiotik. Antibiotik melawan infeksi yang disebabkan bakteri. Sipro melawan banyak jenis bakteri. Obat ini juga dipakai untuk melawan beberapa infeksi oportunistik (IO) pada Odha.

Catatan: Pada 2004, CDC di AS mencatat peningkatan dalam jenis gonore yang resistan terhadap sipro yang ditemukan pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penggunaan sipro dapat tidak efektif untuk gonore, dan justru meningkatkan penyebaran jenis gonore yang resistan terhadap obat. Oleh karena ini, CDC di AS mengusulkan penggunaan antibiotik lain untuk mengobati gonore pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Mengapa Odha Memakai Sipro?

Sipro dipakai untuk banyak infeksi bakteri yang berbeda. Obat ini berhasil terhadap beberapa jenis bakteri yang berbeda, termasuk infeksi yang resistan terhadap obat lain, termasuk penisilin.

Banyak kuman hidup di tubuh kita atau umum dalam lingkungan kita. Sistem kekebalan yang sehat dapat menyerang atau mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh kuman tersebut. Namun, infeksi HIV dapat merusak sistem kekebalan. Infeksi yang mengambil manfaat dari kerusakan pertahanan kekebalan tubuh dikenal sebagai “infeksi oportunistik.” Orang dengan penyakit HIV tahap lanjut dapat mengalami infeksi oportunistik. Lihat Lembaran Informasi (LI) 500 untuk informasi lebih lanjut tentang IO.

Sipro sering dipakai dengan antibiotik lain untuk mengobati MAC(mycobacterium avium complex), salah satu IO pada Odha. Lihat LI 510 untuk informasi tentang MAC.

Odha dengan jumlah CD4 di bawah 50 dapat mengembangkan MAC. Jika jumlah CD4 kita di bawah 50, sebaiknya kita bicara dengan dokter tentang penggunaan sipro.

Beberapa orang beralergi pada sipro dan antibiotik sejenis. Katakan pada dokter jika kita beralergi pada antibiotik apa pun.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Jika kita memakai obat resep apa pun, kita harus menghabiskan semua pil yang diresepkan. Banyak orang berhenti memakai obat jika mereka merasa lebih baik. Ini bukan langkah yang baik. Jika sebuah obat tidak mematikan semua kuman, kuman tersebut dapat berubah (bermutasi) sehingga mereka bisa kebal (resistan). Bila kuman menjadi resistan terhadap satu atau beberapa obat, obat tersebut tidak akan berhasil lagi di tubuh kita.

Misalnya, jika kita memakai sipro untuk melawan MAC, dan kita lupakan terlalu banyak dosis, kuman MAC di tubuh kita dapat menjadi resistan pada sipro. Jika ini terjadi, kita harus memakai obat lain terhadap MAC.

Bagaimana Sipro Dipakai?

Sipro tersedia dalam tablet dengan berbagai kekuatan. Tablet mengandung antara 100mg dan 750mg Sipro. Juga ada versi dengan nama Sipro XR, dengan isinya 500mg. Sipro juga tersedia dalam bentuk sirop. Sipro bentuk biasa dipakai setiap 12 jam, sedangkan versi XR dipakai sekali sehari. Takaran sipro dan lama penggunaannya tergantung pada jenis infeksi.

Tablet sipro dapat dipakai dengan atau tanpa makan. Minum banyak air waktu memakainya, agar menentukan bahwa obat ini tidak berkumpul dalam ginjal.

Jangan pakai sipro sekaligus dengan obat antiasam yang mengandung aluminium atau magnesium. Ini akan mengurangi jumlah sipro dalam aliran darah.

Apa Efek Samping Sipro?

Efek samping sipro yang paling umum adalah mual, diare, muntah, sakit perut, sakit kepala, ruam pada kulit, dan keresahan. Obat ini juga bisa menyebabkan pusing dan kantuk. Hanya sangat sedikit orang yang memakai sipro mengalami efek samping ini. Namun, sebagian besar obat antiretroviral (ARV) juga menyebabkan masalah pada sistem pencernaan. Sipro dapat memburukkan masalah ini. Sipro dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Bila kita mengalami mati rasa atau kesemutan pada tangan atau kaki, langsung hubungi dokter.

Sipro meningkatkan kepekaan beberapa orang terhadap sinar matahari. Obat ini juga dapat meningkatkan efek kafein, dan membuat kita cemas dan gelisah. Pada kasus yang jarang, sipro dapat menyebabkan reaksi alergi yang dapat menjadi gawat.

Antibiotik membunuh bakteri ‘baik’ yang diperlukan dalam pencernaan makanan. Kita dapat makan yoghurt atau suplemen (makan tambahan) asidofilus untuk mengganti bakteri tersebut.

Bagaimana Sipro Berinteraksi dengan Obat Lain?

Sipro tidak diuraikan oleh hati. Jadi obat ini tidak banyak berinteraksi dengan ARV yang dipakai untuk menyerang HIV – lihat LI 407 untuk informasi lebih lanjut mengenai interaksi. Namun, pastikan dokter mengetahui SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Obat antiasam dengan aluminium dan magnesium dapat mengurangi tingkat sipro dalam aliran darah. Jangan memakai antiasam sekaligus dengan sipro.

Suplemen yang mengandung zat kalsium, besi, atau zink juga dapat mengurangi kadar sipro. Jangan memakainya sekaligus dengan sipro. Tanya pada dokter apakah sebaiknya kita tetap memakai multivitamin yang mengandung zat besi, kalsium, atau zink sekaligus dengan sipro.

Probenesid adalah obat untuk mengurangi tingkat asam urat. Ini pengobatan untuk pirai. Probenesid menyebabkan peningkatan tinggi pada kadar sipro dalam aliran darah.

Sipro dapat meningkatkan kadar metadon, mungkin menyebabkan overdosis yang berat.

Diperbarui 4 Desember 2013 berdasarkan FS 531 The AIDS InfoNet 26 Agustus 2013