Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 520 Diperbarui 31 Juli 2014
Kanker dan HIV Logo Acrobat Unduh versi PDF

Kanker yang Mana Berpengaruh pada Odha?

Kanker adalah pertumbuhan yang tidak terkendali oleh sel abnormal dalam tubuh. Sel kanker disebut sebagai sel ganas (malignant cell). Dalam hal kanker, ganas berarti cenderung menyerang jaringan normal dan kambuh setelah penghapusan.

Kanker telah dikaitkan dengan AIDS dari awal epidemi. Di antara kasus AIDS pertama, yang ditemukan di  Los Angeles, AS pada 1981, ada yang diketahui akibat gejala sarkoma Kaposi (KS) – lihat Lembaran Informasi (LI) 508. Kanker kulit ini biasanya hanya timbul pada laki-laki usia lanjut, tetapi pada waktu itu secara luar biasa ditemukan pada beberapa laki-laki muda.

Banyak jenis kanker dialami oleh Odha. Beberapa kanker, yang disebut kanker terdefinisi AIDS, adalah bagian dari definisi resmi AIDS. Kanker ini termasuk KS, Limfoma Non-Hodgkin (LI 509), dan kanker leher rahim (LI 507) yang lanjut.

Setelah terapi antiretroviral (ART) mulai dipakai secara luas, angka timbulnya kanker terkait AIDS telah menurun secara bermakna. Namun Odha lebih berisiko mengalami kanker lain dibandingkan rata-rata pada masyarakat umum. Kanker tersebut termasuk limfoma Hodgkin, dan kanker pada anus (dubur), paru, hati, dan kulit. Jumlah kasus kanker ini meningkat pada Odha.

Apakah HIV Meningkatkan Risiko Kanker?

Beberapa penelitian menemukan angka kejadian kanker yang lebih tinggi pada Odha dibandingkan dengan masyarakat umum.

Banyak faktor dapat menjelaskan hal ini:

Kanker Virus
Sarkoma Kaposi (KS) HHV8
Limfoma Non-Hodgkin (NHL) HHV8, EBV
Kanker leher rahim dan dubur HPV
Beberapa kanker kulit HPV
Kanker hati HBV, HCV

Odha mengalami angka kejadian infeksi ini yang lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.

Apakah Kanker adalah Tanda Penuaan Dini pada Odha?

Beberapa kanker timbul pada Odha dengan usia lebih muda dibandingkan masyarakat umum. Beberapa pakar beranggap bahwa HIV mempercepat penuaan, dan bahwa kanker adalah salah satu tanda proses kecepatan ini.

Sebuah penelitian yang cermat menunjukkan bahwa ini tidak benar untuk kebanyakan kanker. Penelitian ini menemukan bahwa kebanyakan Odha diteliti pada usia lebih muda dibandingkan masyarakat umum. Kebanyakan Odha masih berusia antara 30 dan 55 tahun, sehingga kanker tampaknya terjadi di usia yang lebih muda. Untuk masyarakat umum, usia yang lebih tinggi dikaitkan dengan angka kejadian kanker yang lebih tinggi. Sebagaimana populasi Odha menjadi semakin tua, usianya waktu timbul kasus kanker akan semakin tinggi.

Namun, Odha tampaknya mengembangkan kanker dubur dan paru, dan limfoma Hodgkin pada usia yang lebih muda. Hal ini mungkin karena dampak HIV pada kanker ini, tetapi juga dapat disebabkan oleh pajanan lebih dini pada faktor risiko untuk jenis kanker ini, seperti mulai merokok atau melakukan hubungan seksual (yang meningkatkan risiko infeksi HPV) pada usia lebih dini. Lagi pula, Odha cenderung dipantau secara lebih cermat dari usia yang lebih muda, sehingga mungkin kanker terdeteksi lebih dini.

Bagaimana Odha Dapat Mengurangi Risiko Kanker?

  1. Berhenti merokok. Merokok berhubungan bukan hanya dengan kanker paru, tetapi juga dengan kanker kepala, leher, ginjal dan usus besar. Merokok juga mungkin meningkatkan risiko kanker leher rahim.
  2. Kurangi konsumsi alkohol, yang dapat meningkatkan risiko kanker hati.
  3. Jika sesuai, lakukan vaksinasi terhadap HPV dan hepatitis A dan B.
  4. Sebaiknya dites untuk hepatitis B dan C, yang meningkatkan risiko kanker hati. Jika kita terinfeksi, pastikan dokter memantau infeksi ini.
  5. Lakukan tes Pap pada leher rahim dan dubur setiap tahun. Tes Pap pada dubur harus dilakukan baik untuk laki-laki dan perempuan. Sayangnya, tes ini umumnya tidak tersedia. Bicarakan dengan dokter.
  6. Mengikuti pedoman baku untuk pemeriksaan payudara, usus besar, dan prostat.
  7. Pakai krim anticahaya matahari dan menghindari pajanan berlebihan pada matahari.

Diperbarui 31 Juli 2014 berdasarkan FS 520 The AIDS InfoNet 12 Januari 2014