| Lembaran Informasi 518 | Diperbarui 1 Juni 2010 |
| Wasting AIDS | Unduh versi PDF |
Apa Wasting AIDS Itu?
Wasting AIDS adalah kehilangan berat badan lebih dari 10% pada Odha secara tidak sengaja, ditambah diare, atau rasa lemah dan demam, hingga lebih dari 30 hari. Wasting dihubungkan dengan perkembangan penyakit dan kematian. Kehilangan 5% berat badan pun dapat menimbulkan dampak negatif yang serupa. Wasting tetap merupakan masalah untuk Odha walau HIV-nya dikendalikan oleh terapi antiretroviral (ART).
Sebagian dari berat badan yang hilang adalah lemak. Lebih penting adalah kehilangan massa otot. Ini juga disebut “massa badan tidak berlemak (lean body mass)” atau “massa sel badan (body cell mass)”. Massa badan tidak berlemak diukur dengan analisis impedansi biolistrik (bioelectrical impedance analysis/BIA) atau dengan pengamatan rontgen seluruh tubuh (DEXA). Tes ini sederhana dan tidak menyakitkan, dan seharusnya dapat dilaksanakan di praktek ahli gizi.
Wasting AIDS dan lipodistrofi (perpindahan lemak dalam tubuh) keduanya dapat menyebabkan perubahan pada bentuk tubuh. Lihat Lembaran Informasi (LI) 551 untuk informasi lanjut mengenai lipodistrofi. Wasting adalah kehilangan otot. Lipodistrofi dapat menyebabkan kehilangan lemak di bawah kulit. Wasting tidak sama dengan kehilangan lemak akibat lipodistrofi. Namun wasting pada perempuan bisa diawali oleh kehilangan lemak.
Apa Penyebab Wasting AIDS?
Beberapa faktor menyokong pada wasting AIDS:
Tingkat hormon dapat mempengaruhi metabolisme. HIV tampaknya mengubah tingkat hormon. Juga sitokin memainkan peranan dalam wasting. Sitokin adalah protein yang membuat peradangan untuk membantu tubuh memerangi infeksi. Odha membuat sangat banyak sitokin. Ini mengakibatkan tubuh membuat lebih banyak lemak dan gula, tetapi lebih sedikit protein.
Sayangnya, faktor ini dapat bekerja sama untuk merancang ‘spiral ke bawah’. Misalnya, infeksi dapat meningkatkan kebutuhan tenaga tubuh. Infeksi ini sekaligus dapat mengganggu penyerapan gizi dan menyebabkan kelelahan. Ini dapat mengurangi nafsu makan dan mengurangi kemampuan kita berbelanja atau memasak makanan. Kita mengurangi makanan, yang mempercepat proses ini.
Bagaimana Wasting Diobati?
Tidak ada pengobatan baku untuk wasting AIDS. Namun terapi antiretroviral (ART) yang berhasil umumnya mengarah pada penambahan berat badan yang sehat. Pengobatan wasting menangani masing-masing penyebab tersebut di atas.
Pendekatan lain adalah suplemen gizi seperti Ensure dan Advera. Produk ini khusus dirancang untuk memberi gizi yang mudah diserap. Namun suplemen ini belum diteliti dengan hati-hati dan mengandung banyak gula. Suplemen gizi seperti Juven atau protein air dadih juga dapat membantu peningkatan berat badan. Membahas dengan dokter sebelum memakai suplemen gizi. Suplemen hanya boleh dipakai untuk melengkapi diet yang seimbang.
Testosteron dan steroid anabolik (yang membangun otot) seperti oksandrolon atau nandrolon mungkin membantu mengobati wasting. Obat ini diteliti sendiri dan sebagai kombinasi dengan olahraga.
Progressive resistance training (PRT) adalah semacam olahraga dengan beban rendah. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa PRT memberi hasil serupa dengan oksandrolon (sebuah steroid anabolik) dalam meningkatkan massa badan yang tidak lemak. PRT lebih efektif daripada oksandrolon dalam meningkatkan fungsi fisik, serta lebih murah. Lihat LI 602 untuk informasi lebih lanjut mengenai olahraga.
Garis Dasar
Wasting AIDS belum dipahami dengan baik. Namun jelas orang dengan penyakit HIV harus menghindari kehilangan massa badan tidak berlemak. Beberapa pengobatan untuk wasting sedang diteliti.
Kita sebaiknya memantau berat badan kita. Kita sebaiknya mempertahankan penggunaan makanan bergizi walaupun nafsu makan kita rendah. Kita harus mencari pengobatan secepatnya jika kita mengalami diare yang berat atau infeksi apa pun pada sistem pencernaan kita. Ini dapat menyebabkan masalah dengan penyerapan gizi.
Diperbarui 1 Juni 2010 berdasarkan FS 519 The AIDS Infonet 31 Mei 2010