Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 517 Diperbarui 9 Desember 2014

Toksoplasmosis

Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Toksoplasmosis Itu?

Toksoplasmosis (tokso) adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit sel tunggal toxoplasma gondii. Parasit adalah makhluk yang hidup dalam organisme hidup lain (induknya) dan mengambil semua gizi dari induknya.

Penyakit yang paling umum diakibatkan tokso adalah infeksi pada otak (ensefalitis). Tokso juga dapat menginfeksikan bagian tubuh lain. Tokso dapat menyebabkan koma dan kematian. Risiko tokso paling tinggi waktu jumlah CD4 kita di bawah 100.

Berapa Tingkat Tokso pada Umum?

Parasit tokso sangat umum pada tinja kucing, sayuran mentah dan tanah. Kuman ini juga umumnya ditemukan dalam daging mentah, terutama daging babi, kambing dan rusa. Parasit tersebut dapat masuk ke tubuh waktu kita menghirup debu. Hingga 50% penduduk terinfeksi tokso. Sistem kekebalan tubuh yang sehat dapat mencegah agar parasit tokso tidak mengakibatkan penyakit. Tokso tampaknya tidak menular dari orang-ke-orang.

Pada awal epidemi HIV, tokso adalah penyakit yang lazim. Dengan pengobatan yang lebih baik, penyakit tokso agak jarang terjadi. Pada 1995, 10.000 orang dirawat inap di AS akibat tokso. Pada 2008, jumlah tersebut menurun menjadi di bawah 3.000. Angka untuk Indonesia tidak diketahui. Namun tokso masih dialami oleh Odha, terutama pada orang yang tidak tahu dirinya terinfeksi HIV, dan tidak didiagnosis secara dini.

Bagaimana Tokso Didiagnosis?

Gejala pertama tokso termasuk demam, kekacauan, kepala nyeri, disorientasi, perubahan pada kepribadian, gemetaran dan kejang. Tokso biasanya didiagnosis dengan tes antibodi terhadap toxoplasma gondii. Perempuan hamil dengan infeksi tokso juga dapat menularkannya pada bayinya.

Tes antibodi tokso menunjukkan apakah kita terinfeksi tokso. Hasil positif bukan berarti kita menderita penyakit ensefalitis tokso. Namun, hasil tes negatif berarti kita tidak terinfeksi tokso.

Pengamatan otak (brain scan) dengan computerized tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI scan) juga dipakai untuk mendiagnosis tokso. CT scan untuk tokso dapat mirip dengan pengamatan untuk infeksi oportunistik (IO) yang lain. MRI scan lebih peka dan memudahkan diagnosis tokso.

Bagaimana Tokso Diobati?

Tokso diobati dengan kombinasi pirimetamin dan sulfadiazin. Kedua obat ini dapat melalui sawar-darah otak.

Parasit toxoplasma gondii membutuhkan vitamin B untuk hidup. Pirimetamin menghambat pemerolehan vitamin B oleh tokso. Sulfadiazin menghambat penggunaannya. Dosis normal obat ini adalah 50-75mg pirimetamin dan 2-4g sulfadiazin per hari.

Kedua obat ini mengganggu ketersediaan vitamin B dan dapat mengakibatkan anemia. Orang dengan tokso biasanya memakai kalsium folinat (semacam vitamin B) untuk mencegah anemia.

Kombinasi obat ini sangat efektif terhadap tokso. Lebih dari 80% orang menunjukkan perbaikan dalam 2-3 minggu.

Tokso biasanya kambuh setelah peristiwa pertama. Orang yang pulih dari tokso seharusnya terus memakai obat antitokso dengan dosis rumatan yang lebih rendah. Jelas bahwa orang yang mengalami tokso sebaiknya mulai terapi antiretroviral (ART) secepatnya. Bila CD4 naik menjadi di atas 200 selama lebih dari tiga bulan, terapi rumatan tokso dapat dihentikan.

Bagaimana Kita Memilih Pengobatan Tokso?

Jika kita didiagnosis tokso, dokter kita kemungkinan akan meresepkan pirimetamin dan sulfadiazin. Kombinasi ini dapat menyebabkan penurunan pada jumlah sel darah putih (lihat Lembaran Informasi (LI) 552), dan masalah ginjal (lihat LI 651).

Sulfadiazin adalah obat sulfa. Hampir separuh orang yang memakainya mengalami reaksi alergi. Ini biasanya ruam kulit, kadang-kadang demam.

Reaksi alergi dapat ditangani dengan proses desensitisasi. Pasien mulai dengan dosis obat yang sangat rendah, dan takaran ditingkatkan secara berangsur sehingga takaran penuh dapat ditahan.

Orang yang tidak tahan terhadap obat sulfa dapat memakai klindamisin untuk mengganti sulfadiazin dalam kombinasi.

Apakah Tokso Dapat Dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah tokso adalah memakai ART. Kita dapat dites untuk mengetahui apakah kita terinfeksi tokso. Jika belum terinfeksi, kita dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari memakan daging atau ikan mentah, dan memakai sarung tangan dan masker jika kita membersihkan kandang kucing, dan cuci tangan dengan sempurna setelah ini (walau seharusnya kita selalu cuci tangan dengan sempurna – lihat LI 851).

Jika jumlah CD4 kita di bawah 100, kita sebaiknya memakai obat untuk mencegah penyakit tokso aktif. Orang dengan jumlah CD4 di bawah 200 biasanya memakai kotrimoksazol (lihat LI 535) untuk mencegah PCP (lihat LI 512). Obat ini juga melindungi kita dari tokso. Jika kita tidak tahan memakai kotrimoksazol, dokter kita dapat meresepkan obat lain.

Garis Dasar

Toksoplasmosis adalah infeksi oportunistik yang berat. Jika kita belum terinfeksi tokso, kita dapat menghindari risiko terpajan infeksi dengan tidak memakan daging atau ikan mentah, dan ambil kewaspadaan lebih lanjut jika kita membersihkan kandang kucing.

Kita dapat memakai ART untuk menahan jumlah CD4. Ini seharusnya mencegah masalah kesehatan diakibatkan tokso. Jika jumlah CD4 kita turun di bawah 100, kita sebaiknya bicara dengan dokter tentang penggunaan obat untuk mencegah penyakit tokso.

Jika kita mengalami kepala nyeri, disorientasi, kejang, atau gejala lain terkait tokso, kita harus langsung hubungi dokter. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, tokso dapat diobati secara efektif.

Jika kita mengalami penyakit tokso, sebaiknya kita terus memakai obat antitokso untuk mencegah penyakitnya kambuh. Obat ini boleh dihentikan bila jumlah CD4 kita naik di atas 200 selama tiga bulan atau lebih berkat ART.

Ditinjau 9 Desember 2014 berdasarkan FS 517 The AIDS InfoNet 16 April 2014