Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 504 Diperbarui 15 Mei 2013
Masalah Saraf & Demensia Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Masalah Susunan Saraf Itu?

Susunan saraf mempunyai dua bagian. Otak dan urat saraf tulang belakang yang disebut susunan saraf pusat (SSP). Saraf dan otot disebut susunan saraf perifer (perifer berarti jauh dari pusat).

Orang dengan penyakit HIV mungkin mengalami beberapa masalah pada susunan saraf. Masalah yang lazim adalah neuropati perifer. Ini kerusakan pada saraf yang mengendalikan perasaan. Gejala dapat termasuk perubahan pada perasaan, mati rasa, kesemutan, nyeri, atau kelemahan, terutama pada kaki. Lihat Lembaran Informasi (LI) 555 untuk informasi lebih lanjut. Masalah SSP mencakup depresi dan masalah tidur, keseimbangan, jalan kaki, pikiran dan ingatan.

Pada awal sejarah AIDS, semua masalah ini disebut “demensia terkait HIV”. Namun sekarang masalah yang lebih luas mulai muncul. Hal ini disebut sebagai “gangguan neurologis terkait HIV (HIV-associated neurological disturbance/HAND). Masalah ini termasuk gejala yang kurang berat yang disebut sebagai gangguan motor kognitif yang minor.

Sebelum ada terapi antiretroviral (ART), kurang lebih 20% Odha di AS mengalami demensia berat. ART sudah mengurangi kejadian demensia berat. Namun dengan Odha bertahan hidup lebih lama, lebih banyak orang mengalami masalah neurologis yang lebih ringan. Masalah ini diperkirakan berpengaruh pada 40-70% Odha. Hal ini tetap terjadi, walau mereka memakai ART. Namun jarang ada laporan mengenai demensia pada Odha di Indonesia.

Tubuh kita mempunyai mekanisme untuk melindungi otak dari benda asing, yang disebut sebagai sawar darah-otak. Sawar ini menghambat pemasukan sebagian besar obat antiretroviral (ARV) pada otak. Walau begitu, bila viral load HIV dalam darah menurun akibat penggunaan ARV tersebut, viral load dalam otak juga menurun. Tidak diketahui apakah penggunaan ARV yang mampu menembus sawar darah-otak membantu mengurangi gejala masalah neurologis yang lebih ringan. Hasil penelitian bertentangan.

Apa Tanda Masalah SSP?

Beberapa masalah neurologis membutuhkan tanggapan medis yang mendesak. Bila kita mengalami sakit kepala yang berat, terutama bersamaan dengan demam, leher kaku, muntah, atau masalah penglihatan, atau bila kita mengembangkan kelemahan baru atau kehilangan perasaan, kita sebaiknya langsung periksa ke dokter.

Gejala utama masalah SSP adalah dengan pikiran, perilaku dan penggerakan:

Pemeriksaan fisik dapat menunjukkan kekurangan refleks di pergelangan kaki, terutama bila dibandingkan dengan refleks di lutut.

MRI (semacam pengamatan) dapat menunjukkan kelainan pada jaringan otak.

Apa yang Memburukkan Masalah SSP?

Banyak faktor dapat memburukkan masalah SSP, termasuk depresi berat, penggunaan narkoba atau alkohol, infeksi hepatitis C (lihat LI 506), peradangan (lihat LI 484), dan penuaan normal.

Tambahan, masalah SSP tampaknya lebih lazim pada orang yang pernah mempunyai jumlah CD4 di bawah 200.

Sebagaimana Odha bertahan hidup lebih lama, penuaan juga menambah masalah SSP. Beberapa masalah terkait penuaan mungkin terjadi lebih cepat pada Odha.

Bagaimana Masalah SSP Diobati?

Jika efek samping obat termasuk masalah SSP, masalah tersebut biasanya hilang jika penggunaan obat penyebabnya dihentikan. Namun mungkin dibutuhkan beberapa bulan sebelum hilang.

Orang dengan masalah SSP mungkin mengalami kesulitan dalam kepatuhan terhadap ART-nya. Mungkin mereka memerlukan bantuan tambahan untuk mengingatkan agar memakai obatnya.

Beberapa masalah neurologis lain mulai muncul pada Odha walau memakai ART. Masalah ini termasuk yang dikaitkan dengan sindrom pemulihan kekebalan (lihat LI 483).

Garis Dasar

Penyakit HIV dapat menyebabkan beberapa masalah pada sistem saraf, dari sulit ingatan dan masalah keseimbangan hingga demensia berat. Masalah ini biasanya baru dilihat pada tahap lanjut penyakit HIV. Namun, masalah ingatan dapat dialami, bahkan pada pasien yang tidak mengalami gejala lain.

ART tampaknya melindungi susunan saraf pusat dari kerusakan berat oleh HIV. Namun karena semakin banyak Odha bertahan hidup lebih lama berkat ART, dan menjadi semakin tua, semakin banyak masalah SSP mulai muncul.

Mengasuh seseorang dengan masalah SSP yang berat adalah sangat sulit. Pengasuh harus memperhatikan dirinya sendiri untuk menghindari kejenuhan dan depresi.

Diperbarui 15 Mei 2013 berdasarkan FS 505 The AIDS InfoNet 19 Desember 2012