Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 502 Diperbarui 1 September 2014

Kriptosporidiosis

Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Kriptosporidiosis Itu?

Kriptosporidiosis (kripto) adalah infeksi yang disebabkan parasit Cryptosporidium parvum. Parasit mengambil nutrisinya dari organisme hidup lain, yang disebut induk. Tubuh kita adalah induk tersebut bila kita terinfeksi kripto. Kripto sebagian besar berpengaruh pada usus dan menyebabkan diare.

Kripto menular secara mudah melalui makanan atau air yang tercemar, atau hubungan langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi. Di AS, kurang lebih 15-20% Odha terinfeksi kripto; angka untuk Indonesia belum diketahui. Hanya sebagian infeksi ini mengembangkan penyakit berat.

Kripto menyebabkan diare berat, serta mual, muntah, dan kram perut. Pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya sehat, gejala ini tidak bertahan lebih dari sekitar satu minggu. Lihat Lembaran Informasi (LI) 554 untuk informasi lebih lanjut mengenai diare.

Namun gejala kripto dapat berlangsung lama jika sistem kekebalan sudah rusak. Ini biasa terjadi pada jumlah CD4 di bawah 200. Pada orang terinfeksi HIV, bila kripto berlangsung empat minggu atau lebih, orang tersebut dianggap AIDS, berdasarkan definisi yang berlaku di AS.

Diare dapat mengganggu penyerapan gizi. Jika berlangsung lama, hal ini dapat menyebabkan penurunan yang luar biasa pada berat badan, yang disebut wasting – lihat LI 518.

Beberapa penyakit menyebabkan masalah serupa. Untuk konfirmasi diagnosis, dokter biasanya memeriksa kotoran (tinja) untuk parasit dan telurnya. Ini disebut ‘tes O dan P’, atau ‘ova (telur) dan parasit’.

Dapatkah Kripto Dicegah?

Belum ada obat untuk mencegah kripto.

Perlindungan terbaik adalah kebersihan. Hindari kontak dengan kotoran manusia atau hewan. Cuci tangan setelah ke kamar mandi, bekerja di kebun, menangani cucian kotor atau hewan, atau mengganti popok – lihat LI 851. Kripto dapat menular melalui hubungan seks oral-anal (mulut ke dubur). Hindari menelan air waktu berenang karena air dapat tercemar kotoran manusia atau hewan yang mengandung kripto. Kerang atau tiram mentah dapat membawa kripto.

Air ledeng atau air sumur dapat tercemar kripto. Jika jumlah CD4 kita di bawah 300, kita sebaiknya mempertimbangkan langkah ini:

Air mineral mungkin tidak aman kalau tidak direbus atau disaring secara benar.

Bagaimana Kripto Diobati?

Belum ada pengobatan yang menyembuhkan kripto; namun terapi antiretroviral (ART) dapat mengurangi atau memulihkan gejala kripto.

Nitazoksanid disetujui di AS untuk mengobati kripto pada orang dewasa dan anak. Beberapa obat yang disetujui untuk mengobati penyakit lain dapat dipakai terhadap kripto, termasuk paromomisin.

Kita tidak dapat memberantas infeksi kripto. Namun ada obat untuk menangani diare yang disebabkannya. Ini termasuk loperamid (Imodium), bismut subsalisilat dan obat serupa. Diare berat yang berlangsung terus-menerus kadang kala diobati dengan oktreotid.

Bila kita diare, penting kita minum banyak agar tidak dehidrasi (kekurangan cairan). Kita mungkin juga harus mengganti elektrolit yang hilang dengan memakai oralit.

Garis Dasar

Kriptosporidium adalah parasit yang agak lazim. Kuman ini ditemukan pada hewan, manusia, tanah, dan air. Kripto mudah menular.

Pada orang dengan sistem kekebalan sehat, kripto menyebabkan diare dan masalah perut lain untuk kurang lebih satu minggu. Pada Odha dengan jumlah CD4 di bawah 200, diare dapat berlangsung lama.

Cara terbaik mencegah infeksi kripto adalah dengan sering cuci tangan. Hindari air yang tercemar, atau es yang dibuat dari air yang tercemar. Karena kemungkinan air ledeng/air sumur tercemar kripto, hanya memakai air yang direbus atau disaring, atau air mineral (botol) untuk minum dan masak.

Pengobatan terbaik untuk kripto adalah ART. Nitazoksanid dapat dipakai untuk memerangi kripto.

Diare terus-menerus akibat kripto harus ditangani dengan baik untuk menghindari dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan masalah yang lebih berat seperti wasting.

Ditinjau 1 September 2014 berdasarkan FS 502 The AIDS InfoNet 4 Juni 2014