| Lembaran Informasi 483 | Diperbarui 1 Januari 2013 |
| Sindrom Pemulihan Kekebalan | Unduh versi PDF |
Apa Sindrom Pemulihan Kekebalan Itu?
Beberapa orang yang mulai memakai terapi antiretroviral (ART) untuk HIV mengalami masalah kesehatan walaupun HIV-nya mulai terkendali. Kadang kala infeksi yang kita miliki sebelumnya dapat kambuh. Atau kita dapat mengembangkan penyakit baru. Kejadian ini dikaitkan dengan pemulihan pada sistem kekebalan tubuh. Masalah tersebut biasanya terjadi dalam dua bulan pertama sejak mulai ART. Kondisi ini, yang disebut sebagai Immune Restoration Inflammatory Syndrome (IRIS), biasa disebut sebagai sindrom pemulihan kekebalan. Akhir ini, sindrom ini juga dikenal sebagai sindrom pulih imun (SPI) dalam kalangan medis. Sindrom ini dapat terjadi pada kurang lebih 20% orang yang mulai memakai ART.
Bagaimana Sindrom Ini Dikenal?
Beberapa pasien mengembangkan infeksi CMV (virus sitomegalo) setelahmereka mulai ART. Lihat Lembaran Informasi (LI) 501 untuk informasi lebih lanjut tentang CMV. Pada beberapa kasus, pasien tersebut belum didiagnosis CMV sebelum mulai ART.
Para dokter menyimpulkan bahwa pasien tersebut terinfeksi CMV sebelum mereka mulai ART. Namun, sistem kekebalannya terlalu lemah untuk membuat reaksi terhadap infeksi CMV itu. Waktu mereka mulai ART, sistem kekebalannya menjadi lebih kuat, dan mulai menyerang infeksi CMV-nya. Pada waktu itu, apa yang terlihat sebagai infeksi CMV baru berkembang pada pasien tersebut.
Terjadi pula kasus serupa pada pasien dengan infeksi lain. Beberapa pasien mengalami demam atau pembengkakan pada kelenjar getah bening. Yang lain mengalami radang pada beberapa bagian tubuhnya. Masalah ini menjadi jelas setelah jumlah CD4 (LI 124) pasien tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar dan viral load (LI 125) sudah merosot.
Berita Buruk – atau Berita Baik?
Tidak seorang pun ingin mengalami radang atau infeksi. Namun sebagian besar kasus sindrom pemulihan kekebalan menghilang dengan kelanjutan penggunaan ART.
Sebetulnya, nama sindrom menunjukkan hal yang lebih penting. Masalahnya diakibatkan pemulihan sistem kekebalan tubuh, yang menjadi lebih kuat. Masalah ini juga menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh mulai menyerang kembali kuman tertentu. Sebelum ART dimulai, kemungkinan tidak ada tanggapan terhadap kuman ini karena sistem kekebalan tubuh terlalu lemah.
ART sebaiknya diteruskan walau pasien mengembangkan sindrom pemulihan kekebalan.
Masalah Apa yang Dapat Terjadi?
Sindrom pemulihan kekebalan dihubungkan dengan jenis radang atau infeksi termasuk yang berikut:
CMV: Kasus awal sindrom pemulihan kekebalan terlihat sebagai radang mata. Radang ini dikaitkan dengan virus sitomegalo, seperti dicatat di atas.
Masalah kognitif (ingatan atau pikiran): Beberapa orang mengembangkan apa yang sekarang disebut sebagai gangguan motor kognitif minor saat pertama mulai ART. Lihat LI 504 untuk informasi lebih lanjut mengenai masalah susunan saraf.
Meningitis Kriptokokus: Gejala pemulihan kekebalan pertama adalah sakit kepala. Lihat LI 503.
Hepatitis B dan C: Beberapa kasus ini adalah hepatitis C yang tidak didiagnosis sebelumnya. Lihat LI 505 dan LI 506.
Jangkitan Herpes Zoster dan Herpes Simpleks: Lihat LI 514 dan LI 519.
Moluskum (semacam infeksi kulit). Lihat LI 511.
MAC (Mycobacterium Avium Complex): Infeksi oportunistik ini sejenis dengan TB. MAC dapat memburuk selama pemulihan kekebalan, dengan gejala yang tidak lazim. Lihat LI 510.
PML (Progressive Multifocal Leucoencephalopathy): Pemulihan kekebalan dapat mengakibatkan PML menjadi jauh lebih buruk. Lihat LI 513.
Pembengkakan pada kelenjar getah bening, juga disebut sebagai “limfadenopati”: Masalah ini dapat menunjukkan pemulihan sistem kekebalan secara umum. Lihat LI 526.
Tuberkulosis (TB): Lihat LI 515.
Bagaimana Sindrom Pemulihan Kekebalan Diobati?
Tidak ada pengobatan khusus untuk sindrom pemulihan kekebalan. Bila kita melanjutkan ART, terapi ini akan menguatkan sistem kekebalan. Hal ini biasanya menghadapi infeksi apa pun yang muncul.
Namun pada beberapa kasus, dokter memperlambat pemulihan sistem kekebalan. Dengan meningkatkan kekuatannya secara berangsur, beberapa tanggapan sistem kekebalan dihindari. Ini umumnya dicoba pada orang dengan jumlah CD4 yang sangat rendah waktu mulai ART.
Tanggapan kekebalan dapat dilambatkan dengan prednison, semacam obat steroid. Ini dapat meringankan radang sewaktu sistem kekebalan menjadi semakin kuat.
Garis Dasar
Sindrom pemulihan kekebalan dapat terjadi waktu orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah mulai terapi antiretroviral. Bila sistem kekebalan tubuh kita terlalu cepat pulih (jumlah CD4 menjadi lebih tinggi dan viral load menjadi lebih rendah), sistem tersebut dapat menanggapi secara kuat pada kuman yang sudah ada dalam tubuh kita. Tanggapan tersebut biasanya dilihat sebagai sejenis radang.
Beberapa jenis infeksi oportunistik pernah terkait dengan pemulihan kekebalan.
Sindrom ini adalah tanda peningkatan kesehatan kekebalan. Biasanya sindrom ini tidak harus diobati. Terapi HIV lanjutan menanggapi masalah. Pada sebagian kecil kasus, sistem kekebalan dapat ditekan dengan obat steroid untuk meringankan radang.
Diperbarui 1 Januari 2013 berdasarkan FS 483 The AIDS Infonet 20 Juni 2012