Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 444 Diperbarui 1 Juni 2014
Nelfinavir Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Nelfinavir Itu?

Nelfinavir, juga disebut Viracept (nama merek), adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini pertama kali dibuat oleh Agouron Pharmaceuticals, tetapi akhir ini dibuat oleh ViiV Healthcare. Sekarang nelfinavir tersedia dari beberapa produsen, terutama di India. Nelfinavir adalah protease inhibitor. Obat golongan ini mencegah pekerjaan enzim protease. Protease HIV bertindak seperti gunting kimia. Enzim ini memotong bahan baku HIV menjadi potongan khusus yang dibutuhkan untuk membangun virus baru. Protease inhibitor merusak gunting ini.

Walaupun dulu nelfinavir cukup sering dipakai di Indonesia, sekarang obat ini jarang dipakai, karena efek samping agak berat, dan kemanjurannya kurang.

Nelfinavir juga menyerang beberapa jenis kanker. Obat ini diteliti terhadap kanker payudara dan kanker dubur.

Siapa Sebaiknya Memakai Nelfinavir?

Nelfinavir disetujui di AS pada 1997 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang dan anak dengan infeksi HIV.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai nelfinavir dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Nelfinavir Dipakai?

Nelfinavir disediakan sebagai tablet, dan harus dipakai dengan makan/makanan ringan. Dosis nelfinavir yang dianjurkan adalah 750mg tiga kali sehari. Dengan tablet nelfinavir berisi 250mg, kita harus meminum tiga tablet setiap kali dipakai.

Dosis baru yang disetujui di AS adalah 1250mg dua kali sehari. Ini berarti setiap kali dipakai, harus meminum lima tablet. Pada April 2003, tablet berisi 625mg disetujui di AS. Dengan versi ini, kita hanya harus minum dua tablet dua kali sehari. Namun versi ini hanya tersedia di AS.

Jika kita ingin mengubah dosis baru tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, sebaiknya kita bicara dengan dokter dahulu. Dosis berbeda dipakai dalam beberapa kombinasi. Pastikan kita mengetahui beberapa banyak nelfinavir yang diresepkan, kapan dan bagaimana kita harus memakai setiap dosis.

Nelfinavir harus disimpan pada suhu ruang dan dilindungi dari kelembaban, dan suhu terlalu dingin atau panas.

Apa Efek Samping Nelfinavir?

Efek samping paling umum dari nelfinavir adalah diare, kelelahan, sakit kepala, mual dan sakit perut, semuanya tampaknya tidak begitu berat. Dalam sebagian besar kasus, diare dapat dikendalikan dengan obat tanpa resep.

Bagaimana Nelfinavir Berinteraksi dengan Obat Lain?

Nelfinavir dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui.

Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515), obat untuk disfungsi ereksi (mis. Viagra), obat yang mengendalikan denyut jantung (antiaritmia), dan obat sakit kepala migran. Interaksi juga dapat terjadi dengan beberapa antihistamin (obat antialergi), sedatif, obat untuk mengurangi kolesterol, dan obat antijamur. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Jika kita memakai nelfinavir dan ddI, memakai ddI satu jam sebelum atau dua jam setelah memakai nelfinavir.

Nelfinavir mengurangi tingkatKaletra/Aluvia dalam darah, dan dapat berpengaruh pada tingkat warfarin, obat untuk menyesuaikan penggumpalan darah.

Bila nelfinavir dipakai bersama dengan delavirdine, tingkat kedua obat dalam darah meningkat. Hindari kombinasi ini.

Nelfinavir mengurangi tingkat metadon dalam darah. Perhatikan gejala sedasi (penenang) berlebihan bila obat ini dipakai bersama dengan buprenorfin.

Beberapa pil KB mungkin tidak bekerja jika kita memakai nelfinavir. Bicara dengan dokter tentang bagaimana mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Jamu St. John’s Wort (lihat FS 729) menurunkan tingkat beberapa protease inhibitor dalam darah. Jangan memakai jamu ini bersamaan dengan nelfinavir.

Ditinjau 1 Juni 2014 berdasarkan FS 444 The AIDS InfoNet 16 April 2014