Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 434 Diperbarui 8 Mei 2014
Etravirine Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Etravirine Itu?

Etravirine adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini dibuat oleh Tibotec Pharmaceuticals, dan dipasarkan dengan nama merek Intelence.

Etravirine termasuk golongan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Obat golongan ini menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadikannya bentuk DNA. Perubahan ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.

Siapa Sebaiknya Memakai Etravirine?

Etravirine disetujui di AS pada 2008 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang terinfeksi HIV. Etravirine dimaksudkan untuk dipakai oleh orang yang pernah memakai beberapa kombinasi obat untuk melawan HIV-nya. Pada 2012, FDA-AS menyetujui etravirine untuk dipakai oleh orang berusia 6-18 tahun yang sudah pernah memakai ART dan berberat badan 16kg ke atas.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai etravirine dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Resistansi silang di antara efavirenz, delavirdine dan nevirapine (semunya NNRTI) berkembang sangat cepat. Jika kita mengembangkan resistansi terhadap salah satu obat tersebut, kemungkinan kita tidak lagi dapat memakai obat lain dari golongan ini dalam ART kita. Namun etravirine mampu mengendalikan HIV yang sudah mengembangkan resistansi pada tingkat tertentu terhadap NNRTI lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Etravirine Dipakai?

Etravirine dipakai sebagai tablet. Dosis harian untuk dewasa adalah 400mg. Etravirine pada awal tersedia dengan tablet 100mg. Pada 2010, versi tablet 200mg disetujui. Jadi, kita akan memakai satu atau dua tablet, dua kali sehari. Takaran untuk anak dan remaja tergantung pada berat badan. Tablet 25mg sekarang tersedia.

Dianjurkan kita memakai etravirine setelah makan. Jangan pakai dengan perut kosong. Bila mengalami kesulitan menelan etravirine, kita dapat melarutkan tablet dalam air.

Tidak dibutuhkan penyesuaian takaran untuk pasien dengan masalah hati yang ringan atau masalah ginjal.

Apa Efek Samping Etravirine?

Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan merasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping yang paling umum akibat etravirine adalah ruam pada kulit dan mual. Ruam biasanya terjadi pada minggu kedua penggunaan etravirine. Dalam kasus yang jarang, ruam tersebut dapat berat, bahkan gawat. Reaksi ini disebut sebagai sindrom Stevens-Johnson (lihat LI 562). Kita seharusnya langsung berhenti penggunaan etravirine bila kita mengalami ruam berat. Beberapa pasien juga mengalami sakit perut dan muntah.

Bagaimana Etravirine Berinteraksi dengan Obat Lain?

Etravirine dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui.

Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515), obat untuk disfungsi ereksi (mis. Viagra), obat yang mengendalikan denyut jantung (antiaritmia), dan obat sakit kepala migran. Interaksi juga dapat terjadi dengan beberapa antihistamin (obat antialergi), sedatif, obat untuk mengurangi kolesterol, dan obat antijamur. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Etravirine tampaknya tidak berpengaruh pada tingkat obat KB oral, antiasam, atau metadon. Etravirine sedikit mengurangi tingkat buprenorfin. Walau penyesuaian dosis tidak dibutuhkan, pengguna etravirine bersamaan dengan buprenorfin sebaiknya dipantau secara ketat.

Ramuan St. John’s Wort (lihat FS 729) mengurangi tingkat beberapa NNRTI dalam darah. Jangan memakai ramuan ini bersamaan dengan etravirine.

Diperbarui 8 Mei 2014 berdasarkan FS 434 The AIDS InfoNet 24 April 2014