Nama Spiritia

Baru saja tahu terinfeksi HIV? Klik di sini...

Versi telepon genggam

Lembaran Informasi 432 Diperbarui 7 April 2014
Efavirenz Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa Efavirenz Itu?

Efavirenz adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini pertama kali dibuat oleh Bristol-Myers Squibb (BMS), dan dipasarkan di AS dengan nama Sustiva. Di luar AS, efavirenz dipasarkan oleh Merck dengan nama Stocrin. Sekarang tersedia dari beberapa produsen, terutama dari India. Versi Cipla diberi nama Efavir.

Efavirenz termasuk golongan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Obat golongan ini menghambat enzim reverse transcriptase. Enzim ini mengubah bahan genetik (RNA) HIV menjadi bentuk DNA. Perubahan ini harus terjadi sebelum kode genetik HIV dapat dimasukkan ke kode genetik sel yang terinfeksi HIV.

Siapa Sebaiknya Memakai Efavirenz?

Efavirenz disetujui di AS pada 1998 sebagai obat antiretroviral (ARV) untuk orang terinfeksi HIV. Obat ini tidak disarankan untuk dipakai oleh anak berusia di bawah tiga bulan.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Jika kita memakai efavirenz dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita pada tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Efavirenz tampaknya masuk ke dalam susunan saraf pusat (cairan tulang belakang). Karena itu, efavirenz mungkin dapat membantu masalah otak seperti demensia (lihat LI 504).

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengembangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Kadang kala, jika virus kita mengembangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain.

Resistansi dapat segera berkembang. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melewati atau mengurangi dosis.

Bagaimana Efavirenz Dipakai?

Efavirenz diminum sebagai kapsul atau kaplet. Dosis umum untuk dewasa adalah 600mg sekali sehari pada waktu tidur. Efavirenz tersedia dengan kapsul 50mg, 100mg, 200mg dan dengan kaplet 600mg. Jika kaplet 600mg tidak tersedia, kita dapat meminum tiga kapsul 200mg sekaligus.

Efavirenz sebaiknya dipakai dengan perut kosong, pada waktu tidur. Cara ini kita akan mengurangi efek samping yang kita alami. Makanan yang mengandung banyak lemak, atau susu, meningkatkan tingkat efavirenz dalam darah, dan sebaiknya dihindari saat memakai efavirenz.

Saat ini, sudah mulai tersedia kombinasi takaran tetap (dalam satu tablet) yang mengandung efavirenz 600mg, tenofovir 300mg dan 3TC 300mg. Tablet ini juga dapat dipakai sekali sehari pada waktu tidur.

Apa Efek Samping Efavirenz?

Jika kita mulai memakai ART, kita mungkin mengalami efek samping sementara, misalnya sakit kepala, darah tinggi, atau seluruh badan merasa tidak enak. Efek samping ini biasanya lambat laun membaik atau hilang.

Efek samping yang paling umum akibat efavirenz adalah kelelahan, ruam pada kulit, mual, pusing, diare, sakit kepala, dan insomnia (sulit tidur). Memakai efavirenz waktu makan makanan berlemak atau minum susu dapat meningkatkan tingkat obat dalam darah, sehingga efek samping mungkin lebih berat.

Untuk menghindari rasa pusing setelah memakai efavirenz, sebaiknya kita memakainya pas sebelum tidur. Beberapa orang mengalami impian yang aneh. Untuk sebagian besar orang, efek samping ini hilang sendiri dalam beberapa minggu.

Kurang lebih 5% orang yang memakai efavirenz mengalami gejala psikiatris yang berat. Bila kita pakai efavirenz dan mengalami depresi, rasa mau bunuh diri, atau gejala psikiatris lain yang berat, segera periksa ke dokter.

Ada beberapa laporan mengenai masalah hati yang berat, walaupun belum dialami penyakit hati sebelumnya. Tes fungsi hati (LI 135) sebaiknya dilakukan secara berkala, terutama bila kita juga terinfeksi hepatitis B atau C, atau kita mempunyai masalah hati lain.

Penelitian terhadap kera menunjukkan bahwa efavirenz dapat menyebabkan cacat lahir. Oleh karena ini, efavirenz sebaiknya tidak dipakai oleh perempuan hamil, terutama pada triwulan pertama kehamilan. Namun penelitian baru tidak menunjukkan peningkatan pada cacat lahir pada perempuan hamil pengguna efavirenz.

Orang yang memakai efavirenz dapat menunjukkan hasil positif palsu pada tes untuk penggunaan mariyuana (ganja) atau jenis benzodiazepin (obat penenang). Untuk membuktikan bahwa hasil ini palsu, kita harus menunjukkan obat yang kita pakai. Hal ini akan menunjukkan juga bahwa kita terinfeksi HIV.

Bagaimana Efavirenz Berinteraksi dengan Obat Lain?

Efavirenz dapat berinteraksi dengan obat lain, suplemen atau jamu yang kita pakai – lihat LI 407. Interaksi ini dapat mengubah jumlah masing-masing obat yang masuk ke aliran darah kita dan mengakibatkan overdosis atau dosis rendah. Interaksi baru terus-menerus diketahui.

Obat yang harus diperhatikan termasuk ARV lain, obat yang dipakai untuk mengobati TB (lihat LI 515), terutama rifampisin, yang mungkin mengharuskan penggunaan takaran efavirenz yang lebih tinggi. Obat lain yang harus diperhatikan termasuk obat untuk disfungsi ereksi (mis. Viagra), obat yang mengendalikan denyut jantung (antiaritmia), dan obat sakit kepala migran. Interaksi juga dapat terjadi dengan beberapa antihistamin (obat antialergi), sedatif, obat untuk mengurangi kolesterol, dan obat antijamur. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Efavirenz juga mengurangi tingkat metadon dan buprenorfin dalam darah. Ini dapat mengakibatkan gejala lepas zat (sakaw).

Ramuan St. John’s Wort (lihat FS 729) mengurangi tingkat beberapa NNRTI dalam darah. Jangan memakai ramuan ini bersamaan dengan efavirenz.

Diperbarui 7 April 2014 berdasarkan FS 432 The AIDS InfoNet 24 Januari 2014