Apa Maksud Daya Menular?

Bila kita terinfeksi HIV, kita dapat menularkan infeksi ini pada orang lain. Darah, air mani, cairan vagina dan cairan dubur kita dapat mengandung cukup banyak virus untuk menularkan orang lain. Ada risiko menularkan orang lain hanya bila salah satu cairan ini masuk ke tubuh orang lain, langsung pada aliran darah atau akibat hubungan seks tanpa kondom melalui vagina, dubur, atau (sangat jarang) mulut.

Penularan HIV hanya terjadi pada sebagian kecil kejadian waktu seseorang yang belum terinfeksi terpajan pada cairan tubuh yang terinfeksi HIV. Faktor yang dapat berpengaruh pada risiko penularan HIV saat terpajan termasuk:

  • Jumlah HIV (viral load) yang ada di dalam cairan yang bersangkutan, dengan risiko penularan tergantung pada tingkat viral load
  • Jenis pajanan berisiko. Memakai alat suntik bergantian kemungkinan memiliki risiko terbesar. Seks anal (melalui dubur) tanpa kondom tampaknya lebih berisiko dibandingkan seks vagina tanpa kondom. Sedikit kasus penularan HIV dilaporkan akibat felasio (seks oral dengan penis seorang dengan HIV masuk ke mulut orang lain). Ejakulasi (mengeluarkan air mani) dalam mulut dan kerusakan pada jaringan dalam mulut, misalnya gusi berdarah, meningkatkan risiko dari seks oral. Penularan HIV melalui kunilingus (seks oral dengan vagina perempuan dengan HIV dijilat oleh orang lain) belum pernah dilaporkan
  • Adanya infeksi menular seksual (IMS) lain. Infeksi ini dapat meningkatkan jumlah HIV pada cairan kelamin pasangan yang HIV-positif. IMS juga dapat menyebabkan luka atau radang pada kelamin, yang memudahkan HIV masuk tubuh orang yang belum terinfeksi
  • Faktor genetis

Ada semakin banyak bukti bahwa risiko penularan HIV dari perempuan pada laki-laki melalui seks vagina lebih rendah bila laki-laki tersunat. Tidak jelas apakah sunat berpengaruh pada risiko penularan melalui cara hubungan seks yang lain.

Viral Load

Daya menular HIV kita terkait erat dengan viral load HIV kita.

Viral load pada minggu-minggu pertama setelah terinfeksi HIV (infeksi primer – lihat Lembaran Informasi 103) sangat tinggi sehingga risiko menularkan HIV pada orang lain paling tinggi pada waktu itu. Penelitian memberi kesan bahwa sampai 50% infeksi HIV yang baru tertular dari orang yang dirinya baru saja terinfeksi HIV.

Bila kita mempunyai penyakit HIV lanjut, viral load kita juga lebih tinggi.

Bila ibu hamil yang terinfeksi HIV mempunyai viral load yang tinggi, dia lebih mungkin menularkan HIV-nya pada bayinya, dibandingkan ibu dengan viral load rendah.

Terapi antiretroviral (ART) mengurangi jumlah HIV dalam tubuh kita. Tujuan ART adalah untuk mencapai viral load yang tidak terdeteksi dalam darah, tetapi ART juga mengurangi jumlah HIV dalam cairan kelamin.

Dampak Penegahan dari Terapi Antiretroviral

Kemungkinan Odha dengan viral load tidak terdeteksi akan menularkan infeksi pada orang lain jauh lebih rendah. Sebuah penelitian yang disebut HPTN 052 menemukan bahwa ART mengurangi risiko penularan pada pasangan tetap sebesar 96%. Para pakar mengatakan bahwa ART yang berhasil sama efektif dengan penggunaan kondom secara konsisten dalam mengurangi risiko penularan melalui seks vagina. Ada juga manfaat, walau mungkin tidak sama, pada seks anal. Namun ada persyaratan: kedua pasangan tidak terinfeksi IMS; viral load yang terinfeksi HIV tidak terdeteksi (di bawah 50) selama sedikitnya enam bulan; dan dia melakukan tes viral load setiap 3-4 bulan.

Risiko adalah Rendah, bukan Nol

Walau risiko dapat dikurangi menjadi sangat rendah dengan penggunaan ART, penularan tetap bisa terjadi. Umumnya viral load tidak terdeteksi dalam darah disertai viral load tidak terdeteksi dalam cairan kelamin. Namun kadang tingkat pada cairan ini dapat lebih tinggi, mungkin akibat IMS atau waktu haid.

Harus juga diingat bahwa ART tidak mengurangi risiko penularan IMS. Kondom tetap cara terbaik untuk mencegah penyebaran infeksi lain.

Penularan dari Ibu-ke-Bayi

Bila ibu hamil yang terinfeksi HIV memakai ART, kemungkinan dia akan menularkan infeksi HIV pada bayinya jauh lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak memakai ART. Hal ini karena ART mengurangi jumlah HIV yang ada di cairan tubuh ibu, dan juga karena ARV dapat masuk pada tubuh bayi yang belum lahir sehingga menghambat penularan. Lagi pula, penggunaan ART oleh ibu selama menyusui akan mengurangi risiko bayi akan terinfeksi melalui ASI.

Garis Dasar

Daya menular adalah ukuran yang menunjukkan tingkat risiko penularan infeksi pada orang lain. Kemungkinan kita menularkan infeksi HIV kita pada orang lain tergantung pada beberapa faktor, termasuk viral load, ada-tiadanya infeksi menular seksual, apakah kegiatan menimbulkan luka pada pasangan, dan status sunat pasangan laki-laki yang tidak terinfeksi.

Kalau kita memakai ART dan viral load kita tidak terdeteksi, kemungkinan kita akan menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks sangat rendah. Namun beberapa pakar mengusulkan kita tetap memakai kondom waktu berhubungan seks.

Diperbaiki 1 Oktober 2014 berdasarkan FS NAM Januari 2014