| Lembaran Informasi 161 | Diperbarui 15 Oktober 2009 |
| Daya Menular | Unduh versi PDF |
Apa Maksud Daya Menular?
Bila kita terinfeksi HIV, kita dapat menularkan infeksi ini pada orang lain. Darah, air mani atau cairan vagina kita dapat mengandung cukup banyak virus untuk menularkan orang lain. Ada risiko menularkan orang lain hanya bila salah satu cairan ini masuk ke tubuh orang lain, langsung pada aliran darah atau akibat hubungan seks tanpa kondom melalui vagina, dubur, atau (sangat jarang) mulut.
Penularan HIV hanya terjadi pada sebagian kecil kejadian waktu seseorang yang belum terinfeksi terpajan pada cairan tubuh yang terinfeksi HIV. Faktor yang dapat mempengaruhi risiko penularan HIV saat terpajan termasuk:
Viral Load yang Tinggi dan Daya Menular
Daya menular HIV kita terkait erat dengan viral load HIV kita.
Beberapa penelitian memberi kesan bahwa sampai 50% infeksi HIV yang baru disebabkan oleh orang yang dirinya baru saja terinfeksi HIV. Viral load pada minggu-minggu pertama setelah terinfeksi HIV (infeksi primer – lihat Lembaran Informasi 103) sangat tinggi sehingga risiko menularkan HIV pada orang lain paling tinggi pada waktu itu.
Bila kita mempunyai penyakit HIV lanjut, viral load kita juga lebih tinggi, sehingga daya menular kita lebih tinggi pada waktu itu.
Bila ibu hamil yang terinfeksi HIV mempunyai viral load tinggi, dia lebih mungkin menularkan HIV-nya pada bayinya, dibandingkan ibu dengan viral load rendah.
Dampak Terapi Antiretroviral
Terapi antiretroviral (ART) mengurangi jumlah HIV dalam tubuh kita. Tujuan ART adalah untuk mencapai viral load yang tidak terdeteksi dalam darah, tetapi ART juga mengurangi jumlah HIV dalam cairan kelamin.
Apakah Tidak Terdeteksi Sama dengan Tidak Menular?
Ada perdebatan yang sangat hangat mengenai tingkat penularan kita bila kita memakai ART dan mempunyai viral load tidak terdeteksi.
Pada awal 2008, para pakar HIV di Swiss mengeluarkan pernyataan bahwa orang dengan viral load tidak terdeteksi (di bawah 50) tidak dapat menularkan HIV-nya melalui hubungan seks bila viral loadnya tidak terdeteksi selama sedikitnya enam bulan, mereka tetap memakai ART dengan kepatuhan tinggi, dan tidak mempunyai IMS. Mereka membenarkan penyataan dengan menunjukkan hasil dari penelitian di Afrika yang menunjukkan bahwa penularan HIV tidak terjadi pada pasangan heteroseksual yang diskordan (satu HIV-positif, yang lain HIV-negatif) bila pasangan HIV-positif mempunyai viral load rendah.
Pernyataan tersebut dianggap kontroversial. Ada kesepakatan bahwa ART memang mengurangi risiko penularan HIV. Namun pakar HIV lain, para peneliti dan aktivis mengangkat beberapa keberatan, termasuk:
Viral load tidak terdeteksi juga dapat mengurangi risiko penularan HIV dalam keadaan lain. Contohnya, pada awal 2009 seorang dokter bedah yang memakai ART dengan viral load tidak terdeteksi diizinkan untuk tetap bekerja di Israel.
Penularan dari Ibu-ke-Bayi
Bila ibu hamil yang terinfeksi HIV memakai obat antiretroviral (ARV), kemungkinan mereka akan menularkan infeksi HIV pada bayinya lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak memakai ARV. Hal ini karena ARV tersebut mengurangi jumlah HIV yang ada di cairan tubuh ibu, dan juga karena ARV dapat masuk pada tubuh bayi yang belum lahir sehingga menghambat penularan.
Garis Dasar
Daya menular adalah ukuran yang menunjukkan tingkat risiko penularan infeksi pada orang lain. Kemungkinan kita menularkan infeksi HIV kita pada orang lain tergantung pada beberapa faktor, termasuk viral load, ada-tiadanya infeksi menular seksual, dan apakah kegiatan menimbulkan luka pada pasangan.
Diperbarui 15 Oktober 2009 berdasarkan FS NAM 1 Januari 2009