Lembaran Informasi 160 Diperbarui 6 Januari 2009
HIV Stop di Sini Logo Acrobat Unduh versi PDF

Apa yang Dimaksud dengan ‘HIV Stop di Sini’?

Hampir tidak ada satu pun orang yang terinfeksi HIV yang ingin orang lain mengalami nasib yang sama. Hampir semuanya ingin supaya virus yang ada di tubuh dirinya sendiri tidak menular pada orang lain, baik pasangannya, temannya atau bayinya. Oleh karena itu, Spiritia mencanangkan prakarsa “HIV Stop di Sini”, yang bertujuan untuk memotong rantai penularan.

Terus terang, setiap penularan membutuhkan satu Odha. Namun ini masalah yang cukup peka dan rumit, antara lain karena banyak orang tidak tahu dirinya telah terinfeksi HIV.

Tanggung Jawab

Salah satu kerumitan berawal dari istilah ‘tanggung jawab’. Kebanyakan kita ingin agar perilaku kita dianggap bertanggung jawab. Namun, kita menolak anggapan bahwa kita dianggap bertanggung jawab atas ledakan pada epidemi HIV/AIDS belakangan ini. Kita pasti tidak ingin pasangan kita terinfeksi, atau orang lain mengalami kesulitan seperti kita.

Ada sedikit orang yang ingin ‘balas dendam’, tetapi tanggapan ini agak jarang, dan biasanya diakibatkan oleh diskriminasi yang berat, atau tes HIV yang dilakukan tanpa proses sebagaimana mestinya. Jelas orang jahat tidak menjadi ‘baik’ akibat infeksi HIV.

Dampak ART pada pencegahan

Penyediaan ART mengubah keadaan secara bermakna. Ada ketakutan masyarakat akan beranggapan bahwa AIDS tidak masalah lagi karena ada obat, dan akan kembali berperilaku berisiko. Dengan adanya ART, Odha bertahan hidup lebih lama, lebih sehat, dengan lebih banyak kesempatan untuk menularkan orang lain. Dana pencegahan dialihkan pada pengobatan, yang dapat berdampak pada program pencegahan. Dan bukankah pantas kita ‘berterima kasih’ atas ketersediaan ART gratis, dengan memakai obat secara teratur, dan tidak menularkan virus pada orang lain? Jika tidak, kita dan orang lain dapat terinfeksi ulang dengan virus yang resistan terhadap obat yang kita pakai.

Mengapa Odha harus terlibat dalam pencegahan?

Harus ada perubahan dalam program pencegahan, yang sampai saat ini dipusatkan pada ‘kelompok berisiko’, dan tidak pada Odha. Namun jelas program pencegahan tidak berhasil, dengan jumlah orang yang terinfeksi terus meningkat. Kita yang dapat – dan harus – memotong rantai penularan.

Tidak semua Odha mendukung perubahan ini, sebagian karena takut haknya akan dibatasi. Namun, ada semakin banyak Odha dan organisasi Odha yang mendukung pendapat bahwa Odha harus juga menjadi sasaran. Sampai saat ini, kita diharapkan akan berperilaku ‘aman’, tetapi jarang kita didukung dalam hal ini.

Kita manusia...

Perubahan perilaku tidak mudah untuk siapa pun, walaupun diberi dukungan. Seperti orang lain, kita juga manusia, dan tidak dapat berjanji bahwa kita tidak akan mengalah pada godaan. Dan pada zaman ini, memang semuanya harus terlibat dalam upaya melindungi dirinya dari infeksi, dengan memakai kondom atau menghindari penggunaan jarum suntik bergantian. Kita juga punya hak untuk hidup...

Tantangan

Memang ada berbagai tantangan terkait dengan penerapan prakarsa “HIV Stop di Sini’. Cenderung kita melakukan sendiri, dengan hanya sedikit dukungan. Banyak di antara kita kurang kepercayaan diri, dan tidak berdaya untuk membujuk pasangan untuk melakukan seks aman. Dan ketersediaan kondom kurang, apa lagi jarum suntik.

Bila kita buka status pada pasangan, tidak ada jaminan dia akan menghormati kerahasiaan kita. Akhirnya, adalah sangat sulit bagi kita yang tergantung pada seks untuk penghasilan, dan untuk menghidupi keluarga kita.

Manfaat buat kita

Namun ada banyak manfaat bila kita dapat menghidupkan “HIV Stop di Sini’. Mungkin yang paling penting, bila jumlah infeksi terus meningkat, akhirnya masyarakat akan menolak penyediaan dana untuk pengobatan gratis buat kita. Sebaliknya, dengan upaya yang pantas, kita dapat mengubah sikap masyarakat, dan mengurangi stigma dan diskriminasi, dengan harapan bahwa AIDS dapat menjadi penyakit yang ‘normal’.

Garis Dasar

‘HIV Stop di Sini’ bukan program, yang hanya dilakukan untuk waktu tertentu, melainkan prakarsa atau asas yang harus mendasari semua tindakan kita. Walaupun prakarsa ini dianggap kontroversial oleh banyak Odha, diharapkan kita dapat mendukung upaya ini, dan membahas pencegahan dalam kelompok kita. Dan jelas kita membutuhkan dukungan, dengan ketersediaan kondom, pertukaran jarum suntik, dan program metadon.

Diterbitkan 6 Januari 2009