info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Ledipsavir/Sofosbuvir

10 Oktober 2014 Informasi Dasar

Apa Ledipasvir/Sofosbuvir itu?

Ledipasvir/Sofosbuvir adalah kombinasi dari dua   obat   yang   aktif   untuk   mengobati hepatitis   C   virus   (HCV)   kronis.   Kedua kombinasi ini dijual dengan nama Harvoni. Ledipasvir/sofosbuvir diproduksi oleh Gilead Sciences.

Ledipasvir  (yang  sebelumnya  dikenal dengan nama GS-5885) bertugas untuk menghambat protein HCV NS5A.

Sofosbuvir adalah sebuah obat anti HCV yang berada dalam golongan polymerase inhibitor. Obat ini mencegah enzim polymerase  bekerja.  Hal  ini  menyulitkan virus  untuk  menggandakan  diri.  Lihat langkah 7 dari siklus hidup HCV yang pada Lembaran Informasi 670.

Pada percobaan klinis, lebih dari 94% orang yang menggunakan ledipasvir/sofosbuvir memiliki tanggapan virologi bertahan (sustained viral response/SVR), ini berarti bahwa mereka sudah sembuh.

Siapa yang harus menggunakan obat tersebut?

Ledipasvir/sofosbuvir disetujui pada bulan Oktober 2014 sebagai pengobatan untuk orang dewasa yang terinfeksi dengan HCV genotipe 1.

Orang yang belum pernah menggunakan pengobatan HCV atau mereka yang berpengalaman  dengan pengobatan  tanpa sirosis harus menggunakannya selama 12 minggu.  Orang  yang  berpengalaman dengan pengobatan yang memiliki sirosis harus menggunakan ledipasvir/sofosbuvir selama 24 minggu.

Masih belum diketahui apakah ledipasvir/sofosbuvir aman atau efektif digunakan untuk anak di bawah 18 tahun.

Bagaimana obat ini digunakan?

Satu tablet ledipasvir/sofosbuvir 90/400 milligram (mg) digunakan secara oral (melalui mulut)   sekali sehari, dengan atau tanpa makanan.

Pasien dengan HCV genotipe 1 yang menggunakan pengobatan HCV untuk pertama kalinya menggunakan ledipasvir/sofosbuvir selama 8 minggu. Orang yang berpengalaman dengan pengobatan HCV harus menggunakan pil tersebut selama 12 minggu.

Sofosbuvir dapat digunakan dengan atau tanpa makanan. Sofosbuvir harus disimpan pada  suhu  ruang  (di  bawah  86oF  atau 30oC).

Apa efek sampingnya?

Ledipasvir/sofosbuvir    ditoleransi    dengan sangat baik dalam studi klinis. Efek samping yang paling umum yang dilaporkan dalam studi   klinis   adalah   kelelahan   dan   sakit kepala.

Gejala  ini  bukan  hanya  disebabkan  oleh efek samping dari pengobatan HCV. Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda memiliki efek samping   yang   mengganggu   atau   tidak hilang seiring dengan waktu.

Bagaimana dengan resistansi obat?

Beberapa  salinan  HCV  membawa  mutasi, ini  berarti  mereka  berbeda  dengan  virus yang  asli. Beberapa virus yang  bermutasi dapat menggandakan diri bahkan jika Anda menggunakan pengobatan HCV. Ketika ini terjadi, obat ini akan berhenti bekerja. Hal ini   disebut   “mengembangkan   resistansi” terhadap obat.

Resistansi dapat berkembang dengan cepat. Penting untuk menggunakan pengobatan antivirus sesuai dengan instruksi, sesuai jadwal, dan tidak boleh melupakan atau mengurangi dosis.

Resistansi obat HCV lain bukan berarti bahwa virus ini juga resistan terhadap ledipasvir atau sofosbuvir.

Bagaimana obat ini berinteraksi dengan obat lain?

Ledipasvir dan sofosbuvir dapat berinteraksi dengan obat atau suplemen yang Anda gunakan. Interaksi ini dapat mengubah jumlah  dari  obat  yang  berada  dalam aliran darah dan menyebabkan kekurangan atau kelebihan dosis.

Jika Anda menggunakan antasid yang mengandung aluminium atau magnesium, Anda harus menggunakan antasid 4 jam sebelum atau 4 jam setelah Anda menggunakan ledipasvir/sofosbuvir.

Pastikan untuk memberitahu penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda menggunakan salah satu obat anti HIV berikut:        efavirenz/emtricitabine/tenofovir disoproxil fumarate, cobicistat, elvitegravir, emtricitabine dan tenofovir, tipranavir, atau jika Anda menggunakan tenofovir dengan lopinavir/ritonavir, atazanavir/ritonavir atau darunavir/ritonavir.

JamSt. John's Wort mengurangi kadar beberapa obat anti HCV di dalam darah. Jangan menggunakan obat ini ketika menggunakan sofosbuvir.

Obat lain yang harus diperhatikan adalah beberapa obat untuk mengobati kolesterol tinggi (rosuvastatin), obat untuk mengurangi kadar asam dalam perut (famotidine, omemprazole), obat untuk mengobati kejang (carbamazepine, oxcarbazepine dan phenytoin), dan obat untuk mengobati tuberkulosis (rifabutin, rifampin dan rifapentine).

Interaksi antar obat baru sedang diidentifikasi. Pastikan bahwa penyedia layanan kesehatan mengetahui mengenai obat dan suplemen yang Anda gunakan.

Garis dasar

Ledipasvir/sofosbuvir adalah kombinasi pertama untuk mengobati HCV. Kombinasi ini  juga merupakan rejimen pertama yang yang tidak memerlukan interferon atau ribavirin. Pengobatan dengan ledipasvir/ sofosbuvir   untuk   12   atau   24   minggu biasanya  ditoleransi  dengan  baik. Kombinasi ini dapat menyembuhkan sebagian  besar  orang  dengan  HCV genotipe  1  yang  menggunakan  obat tersebut dalam uji klinis.

Diperbarui 28 September 2015 berdasarkan FS

686 dari The AIDS InfoNet 10 Oktober 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia. Jl. Johar Baru Utara V No 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422 5163/8. E-mail: info@spiritia.or.id. Situs web: www.spiritia.or.id.

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berk onsultasi dengan dokter.

Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http://aidsinfonet.org