info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Indonesia Masuk dalam 3 Negara Tertinggi Kasus TBC di Dunia

10 Juni 2021 Referensi

Jakarta, Gatra.com – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan  bahwa berdasarkan hasil laporan global TB tahun 2020 lalu, Indonesia termasuk dalam 3 negara dengan beban tuberkulosis (TBC) terbesar di dunia.

"Indonesia memerlukan upaya penanganan yang komprehensif untuk mencapai eliminasi tuberkulosis, sesuai dengan yang kita harapkan adalah eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030, "ujar Siti, dalam forum diskusi daring yang diselenggarakan oleh United States Agency International Development atau sebuah lembaga pemerintah federal Amerika Serikat yang bersifat independen (USAID), untuk memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2021 yang jatuh pada Rabu (24/3).

Mengutip dari laman resmi World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis, (25/3), tuberkulosis disebabkan oleh bakteri (Mycobacterium tuberculosis) dan paling sering menyerang organ pernapasan paru-paru. TBC dapat menyebar melalui udara ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin, atau meludah. Seseorang bisa terinfeksi jika menghirup beberapa kuman saja.

Siti pun menuturkan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat dicegah serta dapat disembuhkan. Namun, tuberkulosis masih menjadi suatu penyakit yang menular dan menjadi masalah kesehatan, baik itu di tingkat global, maupun juga di Indonesia.

"Kita tahu pada tahun 2020, kurang lebih 450.000 kasus tuberkulosis yang telah dilaporkan. Sangat berbeda di situasi pada tahun 2019, sebelum masa pandemi. Kita menemukan 560.000 kasus tuberkulosis pada tahun 2019. Ini tentunya yang menjadi catatan kita bahwa untuk menemukan kasus tuberkulosis, kita harus lebih banyak melakukan penemuan secara aktif," tuturnya.

Setiap tahunnya, sebanyak 10 juta orang terserang tuberkulosis (TBC). Meskipun merupakan penyakit dapat dicegah serta disembuhkan, akan tetapi 1,5 juta orang telah meninggal dunia karena tuberkulosis per tahunnya, yang menjadikannya sebagai pembunuh infeksius atau penyakit menular teratas di dunia, menurut WHO.

Di samping itu, USAID menggelar forum diskusi secara daring bertajuk "Bersama Eliminasi TBC dan Lawan COVID-19, Bangun Bangsa Sehat dan Berprestasi", yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan Kesehatan RI dan TB Indonesia.

Dilansir dari siaran pers yang diterima Gatra pada Rabu sore (24/3), forum diskusi daring tersebut melibatkan sejumlah organisasi profesi serta asosiasi terkemuka, yang meliputi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Perhimpunan Dokter keluarga Indonesia (PDKI), Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Indonesia (PDSPatKLIn), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Perhimpunan Klinik dan Fasilitas pelayanan kesehatan Indonesia (PKFI), dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Forum itu bertemakan "Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis" guna meningkatkan konstribusi serta komitmen tenaga dan layanan kesehatan dalam program TBC, serta memberikan edukasi dan informasi tentang program itu kepada tenaga dan layanan kesehatan.