info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242, (021) 2123-0243
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

Tuberkulosis & COVID-19

31 Mei 2021 Referensi

Saat ini Indonesia sedang menghadapi beberapa pandemi yang berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, dua diantaranya adalah Tuberkulosis (TBC) dan COVID-19. Penyakit TBC telah lama ditetapkan sebagai pandemi, belum lama ini Badan Kesehatan Dunia atau WHO juga telah menetapkan bahwa salah satu keluarga Corona Virus Diseases atau COVID-19 sebagai pandemi. Status ini ditetapkan menyusul dampak penyakit yang tak hanya pada kesehatan tapi juga ke berbagai sektor.

PENULARAN TBC & COVID-19 (WHO, April 2020)

Orang dengan COVID-19 dan TBC menunjukkan gejala yang sama seperti batuk, demam, dan kesulitan bernafas. Kedua penyakit ini utamanya menyerang paru-paru. Meskipun kedua agen biologis (Bakteri untuk TBC, Virus untuk COVID-19) menular melalui kontak dekat, masa inkubasi dari penyakit TBC memiliki onset yang lebih lambat daripada COVID-19 yang sejauh ini diketahui memiliki masa inkubasi hingga 14 hari.

Meskipun kedua penyakit menular ini menyebar karena kontak erat, cara penularan keduanya berbeda sehingga akan ada perbedaan dalam langkah-langkah pengendalian infeksi untuk mengendalikan kedua penyakit ini. Bakteri TBC melayang di udara dalam droplet selama beberapa jam setelah pasien TBC batuk, bersin, berteriak, atau bernyanyi dan orang yang menghirupnya dapat terinfeksi. Ukuran droplet ini adalah faktor kunci yang menentukan daya menular penyakit TBC, konsentrasi bakteri dapat berkurang dengan ventilasi dan paparan matahari langsung.

Penularan COVID-19 terutama terjadi ketika seseorang menghirup droplet yang dikeluarkan seseorang dengan COVID-19, termasuk individu yang belum menunjukkan gejala klinis yang jelas. Droplet dari batuk, bersin, hembusa nafas dan bicara dapat menempel pada permukaan dan kontak mudah terinfeksi jika kemudian mereka menyentuh mata, hidung atau mulut. Mencuci tangan adalah tindakan yang sangat penting dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Prosedur di Rumah Sakit yang menghasilkan aerosol juga berpotensi menginfeksi orang-orang yang melaksanakan prosedur tersebut sehingga hanya boleh dilakukan jika menggunakan peralatan pengaman diri sesuai rekomendasi.