info@spiritia.or.id | (021) 2123-0242/43, (021) 2123-0595
Ikuti kami | Bahasa

Detail Informasi

MARAVIROC

04 Juni 2014 Terapi Antiretroviral

Apa Maraviroc Itu?

Maraviroc (MVC) adalah obat yang dipakai sebagai bagian dari terapi antiretroviral (ART). Obat ini dibuat oleh ViiV Healthcare, dengan nama merek Selzentry di AS dan Celsentri di luar AS. Maraviroc adalah obat pertama dalam golongan antiretroviral (ARV) yang disebut sebagai “attachment inhibitor”. Saat menulari sebuah sel dalam tubuh manusia, HIV mengikat pada protein tertentu pada permukaan sel tersebut. Protein tersebut disebut sebagai koresep- tor. Setelah terikat, HIV masuk pada sel melalui proses ‘peleburan (fusion)’. Maraviroc menghambat pekerjaan satu jenis koreseptor yang disebut sebagai CCR5. Saat koreseptor tersebut dirin- tang, HIV tidak mampu menulari sel itu. HIV dapat memilih di antara dua jenis koreseptor. Hal ini disebut sebagai tropisme. Pada awal infeksi, HIV umum- nya memilih CCR5, tetapi setelah beberapa waktu, HIV berubah dan mulai memilih koreseptor CXCR4 juga. Mara- viroc hanya mampu menghambat CCR5, sehingga efektivitasnya hilang bila virus mulai mempunyai tropisme CXCR4. Oleh karena itu, sebelum mulai memakai maraviroc, kita harus melakukan tes tropisme untuk memastikan bahwa HIV di tubuh kita hanya memakai CCR5. Saat ini, tes tropisme hanya dapat dilakukan di AS, dan harganya sangat mahal (kurang lebih 2.000 dolar AS).

Siapa Sebaiknya Memakai Maraviroc?

Maraviroc disetujui di AS pada 2007 sebagai ARV untuk orang terinfeksi HIV. Maraviroc hanya boleh dipakai oleh orang dengan virus yang ‘tropis’ CCR5. Maraviroc belum disetujui untuk dipakai oleh anak, ibu hamil, orang dengan penyakit hati yang berat, dan orang lanjut usia.

Tidak ada pedoman tetap tentang kapan sebaiknya mulai memakai ART. Kita dan dokter harus mempertimbangkan jumlah CD4, viral load, gejala yang kita alami, dan sikap kita terhadap penggunaan ART. Lembaran Informasi (LI) 404 memberi informasi lebih lanjut tentang pedoman penggunaan ART.

Maraviroc lebih mungkin dipakai oleh orang yang hanya mempunyai sedikit pilihan ARV lain akibat resistansi. Jika kita memakai maraviroc dengan ARV lain, kita dapat mengurangi viral load kita sampai tingkat yang sangat rendah dan meningkatkan jumlah CD4 kita. Hal ini seharusnya berarti kita lebih sehat untuk waktu lebih lama.

Bagaimana dengan Resistansi terhadap Obat?

Waktu HIV menggandakan diri, sebagian dari bibit HIV baru menjadi sedikit berbeda dengan aslinya. Jenis berbeda ini disebut mutan. Kebanyakan mutan langsung mati, tetapi beberapa di antaranya terus menggandakan diri, walaupun kita tetap memakai ART – mutan tersebut ternyata kebal terhadap obat. Jika ini terjadi, obat tidak bekerja lagi. Hal ini disebut sebagai ‘mengem- bangkan resistansi’ terhadap obat tersebut. Lihat LI 126 untuk informasi lebih lanjut tentang resistansi.

Resistansi terhadap maraviroc belum dipahami dengan baik. Dengan peng- gunaan terapi kombinasi (tiga atau lebih ARV sekaligus), HIV bermutasi lebih pelan, sehingga HIV membutuhkan lebih lama untuk mengembangkan resistansi. Sangat penting memakai ARV sesuai dengan petunjuk dan jadwal, serta tidak melupakan atau mengurangi dosis.

Kadang kala, jika virus kita mengem- bangkan resistansi terhadap satu macam obat, virus juga menjadi resistan terhadap ARV lain. Ini disebut ‘resistansi silang’ atau ‘cross resistance’ terhadap obat atau golongan obat lain. Karena maraviroc adalah anggota golongan ARV yang baru, tampaknya obat ini hampir tidak mem- punyai resistansi silang terhadap ARV dari golongan yang lebih tua.

Bagaimana Maraviroc Dipakai?

Maraviroc tersedia sebagai tablet dilapisi dengan isi 150mg dan 300mg. Takaran maraviroc tergantung pada ARV lain yang dipakai. Dosis baku adalah 300mg dua kali sehari. Takaran 150mg dibutuhkan bila dipakai beberapa ARV termasuk delavirdine dan kebanyakan protease inhibitor. Takaran 600mg dipakai dengan efavirenz, etravirine dan obat lain yang dapat mengurangi tingkat maraviroc dalam darah. Dosis harus dikurangi bila dipakai oleh pasien dengan masalah ginjal yang berat. Maraviroc boleh dipakai dengan atau tanpa makanan.

Apa Efek Samping Maraviroc?

Efek samping maraviroc yang paling umum termasuk batuk, demam, infeksi saluran pernapasan atas, ruam, otot pegal, sakit perut, dan pusing. Orang yang memakai maraviroc juga dapat mem- punyai risiko lebih tinggi terhadap masalah jantung, misalnya serangan jantung atau merasa pusing waktu berdiri secara cepat.

Maraviroc dapat meningkatkan beban pada hati. Bila kita memakai maraviroc, sebaiknya lapor ke dokter bila dialami tanda apa saja adanya masalah hati, misalnya ruam, kulit atau mata menjadi kuning, air seni berwarna gelap, muntah atau sakit perut. Namun maraviroc tampaknya mengurangi parutan pada hati (fibrosis).

Bagaimana Maraviroc Berinteraksi dengan Obat Lain?

Maraviroc mempunyai interaksi yang penting dengan banyak ARV lain. Bila dipakai bersamaan dengan ARV ini, takaran maraviroc harus diubah. Maraviroc umumnya tidak boleh dipakai oleh pasien dengan masalah ginjal yang berat yang juga memakai ritonavir.

Jamu St. John’s Wort (lihat LI 729) menurunkan tingkat maraviroc dalam darah. Jangan memakai jamu ini ber- samaan dengan maraviroc.

Maraviroc belum diuji coba dengan semua obat, suplemen, vitamin atau jamu. Pastikan dokter tahu SEMUA obat, suplemen dan jamu yang kita pakai.

Garis Dasar

Maraviroc adalah obat pertama dalam golongan ARV baru, yaitu attachment inhibitor. Golongan obat ini menghambat pengikatan HIV dengan sel, sehingga sel tidak menjadi terinfeksi. Maraviroc mem- bantu mengendalikan HIV, kendati virus sudah resistan terhadap ARV lain.

 

Ditinjau 1 Juli 2014 berdasarkan FS 462 The AIDS InfoNet 4 Juni 2014

Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia, Jl. Johar Baru Utara V No. 17, Jakarta 10560. Tel: (021) 422-5163/8 E-mail: info@spiritia.or.id Situs web: http://spiritia.or.id/

Semua informasi ini sekadar untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Sebelum melaksanakan suatu pengobatan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Seri Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan The AIDS InfoNet. Lihat http:// www.aidsinfonet.org